Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 227

Al-Baqarah Ayat 227

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Wa in ‘azamuṭ-ṭalāqa fa innallāha samī‘un ‘alīm(un).

Arti

Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Dan jika mereka berketetapan hati tanpa keraguan hendak menceraikan istrinya maka mereka wajib mengambil keputusan yang pasti, yaitu cerai, maka sungguh, Allah Maha Mendengar apa yang mereka ucapkan dan Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati mereka. Penyebutan dua sifat Allah sekaligus mengisyaratkan bahwa talak atau perceraian dianggap sah apabila diucapkan atau diikrarkan dengan jelas dan bukan karena paksaan.

Tafsir Tahlili

Ayat ini berhubungan dengan seseorang yang bersumpah tidak akan mencampuri istrinya, seperti, "Demi Allah, aku tidak akan bersetubuh dengan engkau lagi." Sumpah seperti ini disebut ila'. Dalam hal ini, istri tentu akan tersiksa dan menderita, karena tidak digauli dan tidak pula dicerai (ditalak). Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, sebab perbuatan semacam ini perbuatan zalim. Bila sudah dekat empat bulan lamanya sesudah bersumpah itu, suami harus mengambil keputusan apakah ia akan kembali bergaul sebagai suami-istri atau bercerai. Kalau suami mengambil keputusan kembali berbaik dengan istrinya, maka itulah yang lebih baik, tetapi dia harus membayar kafarat sumpah. Dia harus mengatur rumah tangganya kembali, mendidik anaknya dan tidak boleh diulangi lagi sumpah yang seperti itu. Tapi kalau dia bermaksud untuk menceraikan, maka ceraikanlah secara baik, jangan sampai istri itu teraniaya, sebab Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Ayat ini berkaitan dengan sumpah *ila'*, yaitu sumpah suami untuk tidak mencampuri istrinya, yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menyiksa istri.
  • Jika suami melakukan sumpah *ila'*, setelah mendekati empat bulan, ia harus memutuskan untuk kembali bergaul sebagai suami-istri (dengan membayar kafarat sumpah) atau menceraikan istrinya.
  • Apabila suami berketetapan hati untuk menceraikan, ia wajib mengambil keputusan cerai yang sah, yaitu dengan diucapkan secara jelas, bukan karena paksaan, dan dilakukan secara baik tanpa menganiaya istri.
  • Allah Maha Mendengar apa yang diucapkan dan Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati mereka.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 227?

Surat Al-Baqarah ayat 227 menjelaskan bahwa jika suami berketetapan hati untuk menceraikan istrinya, maka mereka wajib mengambil keputusan pasti yaitu cerai. Ayat ini juga berhubungan dengan sumpah 'ila' (sumpah tidak mencampuri istri) yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Setelah empat bulan, suami harus memutuskan untuk kembali bergaul atau bercerai. Allah Maha Mendengar apa yang mereka ucapkan dan Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, mengisyaratkan bahwa talak sah jika diucapkan jelas dan bukan karena paksaan.

Apa yang dimaksud dengan 'ila'' dalam konteks Surat Al-Baqarah ayat 227?

Dalam konteks Surat Al-Baqarah ayat 227, 'ila'' adalah sumpah seorang suami untuk tidak mencampuri istrinya, seperti ucapan 'Demi Allah, aku tidak akan bersetubuh dengan engkau lagi.' Sumpah ini menyebabkan istri tersiksa karena tidak digauli dan tidak pula dicerai, yang merupakan perbuatan zalim dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Mengapa Allah disebutkan Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dalam Surat Al-Baqarah ayat 227?

Penyebutan sifat Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui mengisyaratkan bahwa talak atau perceraian dianggap sah apabila diucapkan atau diikrarkan dengan jelas dan bukan karena paksaan. Ini juga mengingatkan agar perceraian dilakukan secara baik dan tidak menganiaya istri, karena Allah mengetahui niat dan ucapan mereka.