Ayat tidak ditemukan
Surah ke-2 · Ayat 115
Al-Baqarah Ayat 115
وَلِلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَاَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Wa lillāhil-masyriqu wal-magrib(u), fa'ainamā tuwallū faṡamma wajhullāh(i), innallāha wāsi‘un ‘alīm(un).
Arti
Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
Tafsir
Tafsir Wajiz
Dan milik Allah timur dan barat. Artinya, Allah adalah Tuhan bumi seluruhnya. Ke mana pun kamu menghadap ketika menunaikan salat, di sanalah wajah Allah, yaitu kiblat yang diinginkan Allah bagimu. Sungguh, Allah Mahaluas, tidak sempit dan tidak terbatas, Maha Mengetahui siapa yang menghadap kepada-Nya di mana pun ia berada.
Tafsir Tahlili
Sebab turunnya ayat ini ialah seperti diriwayatkan oleh Jabir sebagai berikut: "Kami telah diutus oleh Rasulullah saw dalam suatu peperangan dan aku termasuk dalam pasukan itu. Ketika kami berada di tengah perjalanan, kegelapan mencekam kami, sehingga kami tidak mengetahui arah kiblat." Segolongan di antara kami berkata, "Kami telah mengetahui arah kiblat, yaitu ke sana, ke arah utara. Maka mereka salat dan membuat garis di tanah. Sebagian kami berkata, "Arah kiblat ke sana ke arah selatan." Dan mereka membuat garis di tanah. Tatkala hari subuh dan matahari pun terbit, garis itu mengarah ke arah yang bukan arah kiblat. Tatkala kami kembali dari perjalanan dan kami tanyakan kepada Rasulullah saw tentang peristiwa itu, maka Nabi saw diam dan turunlah ayat ini."[17]
Allah swt menegaskan pemilikan-Nya terhadap seluruh alam ini. Dia sendiri yang mengaturnya, mengetahui apa saja yang terjadi di dalamnya, baik kecil maupun besar. Firman Allah:
وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ
…Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (al-Ḥadīd/57:4)
Firman Allah yang lain:
مَا يَكُوْنُ مِنْ نَّجْوٰى ثَلٰثَةٍ اِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ اِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَآ اَدْنٰى مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْثَرَ اِلَّا هُوَ مَعَهُمْ اَيْنَ مَا كَانُوْاۚ
…Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada
(al-Mujādilah/58:7)
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ
... (Mereka berkata), " Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu ..." (al-Mu’min/40: 7)
Karena itu pada dasarnya, ke mana saja manusia menghadapkan mukanya dalam berdoa atau beribadah, ke timur, barat, utara, selatan, ke bawah, ke atas, dan sebagainya, pasti doa dan ibadahnya itu didengar Allah dan sampai kepada-Nya.
Ayat ini membantah kepercayaan bahwa Allah mempunyai tempat, bahwa doa atau ibadah akan didengar dan sampai kepada Allah bila hamba yang berdoa dan beribadah itu menghadap ke arah tertentu saja atau suatu tempat yang dianggap lebih mulia dari tempat yang lain dan sebagainya. Kata wajh banyak sekali artinya. Dalam ayat ini berarti "kehadiran".
Berdasarkan ayat di atas dan sebab turunnya, dapat ditetapkan hukum sebagai berikut:
- Kiblat itu pada dasarnya ialah seluruh arah. Kemana saja hamba menghadap pasti menemui wajah Allah. Untuk memelihara kesatuan dan persatuan kaum Muslimin ditetapkanlah Ka‘bah sebagai arah kiblat.
- Apabila hari sangat gelap dan arah kiblat tidak diketahui, maka boleh salat menghadap ke arah yang diyakini sebagai kiblat. Jika ternyata kemudian arah itu bukan arah kiblat maka salatnya tetap sah.
- Bagi orang yang berada di atas kendaraan yang sedang berjalan, ia boleh berkiblat ke arah yang dia sukai. Sebagian ulama menganjurkan berkiblat ke arah depan dari kendaraan itu.
Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.
Poin Penting
- Allah adalah pemilik timur dan barat, menunjukkan kepemilikan-Nya atas seluruh bumi. Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui siapa pun yang menghadap kepada-Nya di mana pun berada.
- Ke mana pun seseorang menghadap saat salat, di sanalah wajah Allah, yaitu kiblat yang diinginkan-Nya. Ayat ini membantah kepercayaan bahwa Allah memiliki tempat atau ibadah hanya didengar jika menghadap arah tertentu.
- Pada dasarnya, kiblat adalah seluruh arah, namun Ka'bah ditetapkan sebagai arah kiblat untuk memelihara kesatuan umat Muslim.
- Jika arah kiblat tidak diketahui karena gelap, salat boleh menghadap ke arah yang diyakini, dan salatnya tetap sah meskipun ternyata arah tersebut salah.
- Bagi orang yang berada di atas kendaraan yang sedang berjalan, boleh berkiblat ke arah yang disukai.
Asbabun Nuzul
Diriwayatkan oleh Imam Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Ibnu Umar, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakan salat sunah di atas tunggangannya, ke arah mana pun tunggangan tersebut berjalan, ketika beliau dalam perjalanan dari Makkah menuju Madinah. Setelah itu, Ibnu Umar membaca firman Allah, “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat,” kemudian menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan peristiwa itu.
Diriwayatkan pula oleh Al-Hakim dari Ibnu Umar, bahwa ayat “Maka ke mana pun kamu menghadap, di situlah wajah Allah” diturunkan sebagai penjelasan mengenai kebolehan melaksanakan salat sunah dengan menghadap ke arah mana pun tunggangan seseorang berjalan. Al-Hakim menilai hadis ini sahih berdasarkan syarat Imam Muslim.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim melalui jalur Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, Allah memerintahkan beliau untuk menghadap ke Baitul Maqdis ketika salat. Orang-orang Yahudi merasa senang dengan hal tersebut. Nabi Muhammad SAW menghadap ke Baitul Maqdis selama lebih dari sepuluh bulan.
Namun, Rasulullah SAW sangat menginginkan kiblat Nabi Ibrahim, yaitu Ka‘bah. Beliau pun senantiasa berdoa dan menengadahkan pandangan ke langit, berharap agar Allah memberikan petunjuk mengenai perubahan arah kiblat. Kemudian, Allah menurunkan ayat yang memerintahkan beliau untuk memalingkan wajah ke arah Ka‘bah.
Orang-orang Yahudi merasa heran dan berkata, “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka berkiblat kepadanya?”
Sebagai jawaban atas persoalan tersebut, Allah menurunkan firman-Nya:
“Katakanlah, ‘Milik Allah-lah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.’” (QS. Al-Baqarah: 142)
Allah juga berfirman: “Dan milik Allah timur dan barat. Maka ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 115)
FAQ
Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 115?
Surat Al-Baqarah ayat 115 menjelaskan bahwa Allah adalah Tuhan seluruh bumi, pemilik timur dan barat. Ke mana pun seseorang menghadap saat menunaikan salat, di sanalah wajah Allah, yang berarti kiblat yang diinginkan-Nya. Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah Mahaluas, tidak sempit dan tidak terbatas, serta Maha Mengetahui siapa pun yang menghadap kepada-Nya di mana pun ia berada.
Apa sebab turunnya Surat Al-Baqarah ayat 115?
Ayat ini turun berdasarkan riwayat Jabir, ketika dalam suatu peperangan, pasukan Rasulullah SAW tidak mengetahui arah kiblat karena kegelapan. Mereka salat menghadap arah yang berbeda-beda. Setelah kembali dari perjalanan dan menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW, Nabi diam, dan kemudian ayat ini turun.
Apa makna 'wajah Allah' dalam Surat Al-Baqarah ayat 115?
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 115, 'wajah Allah' berarti kehadiran Allah. Ini juga merujuk pada kiblat yang diinginkan Allah bagi hamba-Nya.
Hukum apa saja yang ditetapkan berdasarkan Surat Al-Baqarah ayat 115 dan sebab turunnya?
Berdasarkan ayat ini dan sebab turunnya, ditetapkan beberapa hukum: pertama, kiblat pada dasarnya adalah seluruh arah, namun Ka'bah ditetapkan untuk memelihara kesatuan umat Muslim; kedua, apabila arah kiblat tidak diketahui karena gelap, salat menghadap arah yang diyakini tetap sah; dan ketiga, bagi orang yang berada di atas kendaraan yang sedang berjalan, ia boleh berkiblat ke arah yang disukai.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5098616/original/087327200_1737172608-1737171403750_arti-mimpi-bertemu-tetangga-wanita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357194/original/012279400_1790236143-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4613289/original/005132000_1697515634-_fpdl.in__young-muslim-bride-groom-wedding-photos_181624-37735_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489087/original/010300600_1769820944-Doa_Membaca_Yasin_Nisfu_Syaban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161701/original/008785900_1741847414-1741841314057_penyebab-ketindihan-saat-tidur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4397210/original/034811800_1681628824-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_4.jpg)