Liputan6.com, Jakarta - Penyakit berkepanjangan bukan sekadar ujian fisik, melainkan juga ujian mental dan spiritual yang menguji seberapa kokoh iman seseorang. Dalam situasi seperti ini, doa meminta keteguhan iman saat menghadapi penyakit berkepanjangan penting diamalkan untuk menjaga hati agar tidak goyah, putus asa, atau berburuk sangka kepada Allah.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menegaskan bahwa doa-doa yang diajarkan Nabi SAW merupakan sebab syar'i yang Allah jadikan sebagai jalan kesembuhan dan ketenangan jiwa.
Rasulullah SAW sendiri telah mencontohkan bagaimana menghadapi sakit dengan doa dan zikir yang penuh makna. Dalam Shahih Muslim, Utsman bin Abil Ash mengadu kepada Nabi SAW tentang penyakit yang ia rasakan sejak masuk Islam, lalu beliau mengajarkan sebuah doa yang menggabungkan permohonan perlindungan dari keburukan penyakit yang sedang dialami dan yang dikhawatirkan akan datang. Doa ini menunjukkan bahwa keteguhan iman lahir dari kesadaran bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa atas segala urusan, termasuk urusan sakit dan sehat.
Advertisement
Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, merangkum zikir-zikir yang dapat memperkuat iman, seperti membaca Ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas setiap selesai shalat fardhu. Zikir ini bukan hanya untuk perlindungan dari gangguan luar, tetapi juga untuk menenangkan hati dan meneguhkan keyakinan bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang beriman.
Kisah Nabi Ayyub 'alaihissalam dalam Ebook Kisah Nabi Ayyub karya Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi menjadi teladan paling agung dalam menghadapi penyakit berkepanjangan. Beliau kehilangan harta, keluarga, dan kesehatan, namun tetap sabar dan tidak pernah berburuk sangka kepada Allah. Allah memujinya dalam Al-Qur'an sebagai hamba yang sabar dan selalu kembali kepada-Nya.
Doa-Doa Meminta Keteguhan Iman Saat Menghadapi Penyakit Berkepanjangan
Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan untuk memohon keteguhan iman, kesabaran, dan perlindungan dari keburukan penyakit yang berkepanjangan. Doa-doa ini bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah, serta kitab-kitab ulama yang disebutkan dalam sumber.
1. Doa Nabi Ayyub 'alaihissalam (QS. Al-Anbiya': 83)
Arab: رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Latin: Rabbi innii massaniyadh dhurru wa anta arhamur raahimiin
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."
Doa ini diriwayatkan dalam Al-Qur'an dan menjadi doa paling masyhur yang dipanjatkan Nabi Ayyub setelah bertahun-tahun menderita penyakit. Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menjelaskan bahwa Nabi Ayyub tidak pernah mengeluh kepada manusia, melainkan hanya mengadu kepada Allah dengan penuh adab. Doa ini mengajarkan bahwa seorang hamba boleh mengeluhkan sakitnya kepada Allah, tetapi tetap harus menjaga keimanan dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya.
2. Doa Perlindungan dari Penyakit Berat
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ
Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal barashi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi-il asqaam
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari penyakit albinisme, kegilaan, kusta, dan penyakit-penyakit buruk lainnya."
Doa ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa ini merupakan bentuk permohonan perlindungan dari penyakit-penyakit berat yang dapat melemahkan iman dan kesabaran.
Penyakit yang berkepanjangan seringkali membuat seseorang merasa putus asa, sehingga memohon perlindungan dari "penyakit-penyakit buruk" mencakup perlindungan dari keputusasaan itu sendiri.
3. Doa Memohon Kesembuhan dan Keteguhan Hati
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allaahumma Rabban naas, adzhibil ba'sa, isyfi antasy syaafi, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughaadiru saqamaa
Artinya: "Ya Allah, Rabb sekalian manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit."
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari 'Aisyah RA. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam At-Tabyiin menjelaskan bahwa kalimat "kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit" mengandung makna permohonan agar Allah menyembuhkan secara sempurna, tidak hanya dari penyakit fisik tetapi juga dari bekas-bekasnya, termasuk kelemahan iman yang mungkin timbul akibat sakit yang lama.
4. Doa Memohon Keteguhan dan Perbaikan Segala Urusan
Arab: اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allaahumma rahmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafsii tharfata 'ainin, wa ashlih lii sya'nii kullah, laa ilaaha illaa anta
Artinya: "Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan. Maka janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata. Perbaikilah untukku urusanku semuanya. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Engkau."
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan merupakan doa yang diajarkan Nabi SAW kepada Abu Bakrah ketika menghadapi kesusahan. Syaikh al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan bahwa hamba tidak mampu mengatur urusannya sendiri tanpa pertolongan Allah. Dalam konteks penyakit berkepanjangan, doa ini menjadi permohonan agar Allah tidak membiarkan hamba-Nya terjatuh dalam keputusasaan dan tetap meneguhkan imannya.
Makna Mendalam Doa Meminta Keteguhan Iman
Doa meminta keteguhan iman saat menghadapi penyakit berkepanjangan memiliki makna yang sangat dalam.
Pertama, doa ini merupakan bentuk pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Allah. Manusia, sebagaimana dijelaskan dalam doa Nabi Ayyub, tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Penyakit yang panjang mengajarkan bahwa kesehatan bukanlah milik manusia, melainkan amanah yang kapan saja dapat diambil oleh Allah.
Kedua, doa ini mengandung tawassul (perantara) kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang, Maha Penyembuh, dan Maha Pengatur segala urusan. Syaikh al-Badr menegaskan bahwa bertawassul dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah wasilah yang paling disukai oleh Allah.
Ketiga, doa ini melatih hati untuk tetap bergantung kepada Allah, bukan kepada manusia atau obat semata. Obat hanyalah sebab, sedangkan yang menyembuhkan hakiki adalah Allah.
Keempat, doa ini menumbuhkan kesadaran bahwa penderitaan yang dialami bukanlah tanda Allah membenci hamba-Nya, melainkan ujian yang akan mengangkat derajat dan menghapus dosa-dosa.
Keutamaan Orang yang Bersabar Saat Ditimpa Sakit
Islam memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada orang yang bersabar dalam menghadapi sakit. Dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang mukmin ditimpa rasa sakit, keletihan, kegundahan, kesedihan, gangguan, hingga duri yang menusuk tubuhnya, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan hal tersebut.
Hadis ini menunjukkan bahwa setiap rasa sakit, sekecil apa pun, memiliki nilai penghapusan dosa bagi orang yang bersabar.
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda bahwa siapa pun yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memberinya ujian berupa sakit. Semakin besar ujian yang dihadapi seorang hamba, semakin besar pula pahala yang Allah siapkan.
Para ulama menjelaskan bahwa sakit yang berkepanjangan, jika dihadapi dengan sabar dan pengharapan pahala, akan menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang di sisi Allah, sebagaimana sabda Nabi SAW bahwa orang yang mati karena sakit dianggap syahid (meskipun hadis ini perlu ditinjau keshahihannya menurut sebagian ulama).
Selain itu, orang yang sakit dan bersabar akan mendapatkan pahala yang terus mengalir meskipun ia tidak mampu beramal seperti saat sehat, sebagaimana hadis yang menyebutkan bahwa jika seorang hamba sakit atau bepergian, Allah tetap menuliskan pahala amal yang biasa ia lakukan saat sehat di rumah.
Pertanyaan Seputar Doa Nabi Ayub
1. Apakah doa Nabi Ayyub bisa diamalkan untuk penyakit berkepanjangan?
Ya, doa Nabi Ayyub 'alaihissalam sangat dianjurkan untuk diamalkan oleh siapa pun yang menderita penyakit berkepanjangan. Doa ini tidak hanya memohon kesembuhan, tetapi juga mengandung pengakuan atas kelemahan diri dan pengharapan penuh kepada rahmat Allah. Banyak ulama menganjurkan untuk membacanya secara rutin sambil merenungkan maknanya.
2. Bagaimana cara menjaga keteguhan iman saat sakit yang tak kunjung sembuh?
Cara menjaga keteguhan iman adalah dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an (terutama surat Al-Fatihah dan Mu'awwidzaat), menjaga shalat wajib, serta mengingat janji-janji Allah bagi orang yang bersabar. Syaikh al-Badr menekankan pentingnya memahami makna doa dan zikir, bukan sekadar melafalkannya, agar hati benar-benar merasakan ketenangan.
3. Apakah sakit berkepanjangan berarti azab dari Allah?
Tidak. Sakit berkepanjangan bukanlah azab, melainkan ujian yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang dicintai. Nabi SAW bersabda bahwa ujian terbesar diberikan kepada para nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian orang-orang yang terbaik dari manusia. Sakit adalah bentuk kasih sayang Allah yang menghapus dosa dan mengangkat derajat hamba-Nya.
4. Doa apa yang diajarkan Nabi SAW untuk memohon perlindungan dari penyakit berat?
Nabi SAW mengajarkan doa: Allaahumma innii a'uudzu bika minal barashi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi-il asqaam (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit albinisme, kegilaan, kusta, dan penyakit-penyakit buruk lainnya). Doa ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani.
5. Bagaimana cara agar tetap sabar ketika sakit sudah bertahun-tahun?
Caranya adalah dengan memperbaharui niat bahwa sakit ini adalah ujian dari Allah yang akan menghapus dosa dan mengangkat derajat, bukan hukuman. Perbanyaklah istighfar dan mohon ampunan atas dosa-dosa yang tidak disadari, karena dosa dapat menjadi sebab musibah. Syaikh al-Badr menjelaskan bahwa taubat dan istighfar adalah sebab terbesar hilangnya kesusahan dan kesempitan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489087/original/010300600_1769820944-Doa_Membaca_Yasin_Nisfu_Syaban.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385050/original/071913600_1793229150-6ae1e01b09e39.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385047/original/086770700_1793227921-1001801986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385048/original/092333700_1793228126-IMG-20261028-WA0110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385024/original/047595800_1793208288-1000672179.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385023/original/067496300_1793208150-1000672323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385020/original/087819700_1793206772-1324141.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384996/original/001048300_1793201869-1000551766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384988/original/071308700_1793201149-511625.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384940/original/020805000_1793195584-1326608.jpg)