Dzikir Ketika Hati Gelisah karena Menghadapi Orang yang Zalim, Hati Tenang Terlepas Kesusahan

Berhadapan dengan orang yang zalim bukanlah perkara mudah.

Diterbitkan 28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berhadapan dengan orang yang zalim bukanlah perkara mudah. Perlakuan tidak adil di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat bisa memicu kemarahan, kecemasan, hingga perasaan tidak berdaya. Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan umatnya untuk bersabar, berdoa, dan memperbanyak dzikir agar hati tetap tenang saat menghadapi perlakuan yang menyakitkan.

Dzikir menjadi salah satu cara bagi seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memohon kekuatan dalam menghadapi kesulitan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Ar-Ra'd ayat 28, bahwa dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenteram. Ayat ini mengingatkan bahwa ketenangan batin tidak selalu datang ketika masalah selesai, tetapi juga dapat tumbuh ketika seseorang menguatkan hubungannya dengan Allah di tengah ujian.

Dr. M. S. Udin, MA, dalam buku Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan, membahas hubungan dzikir dengan ketenangan jiwa. Mengingat Allah secara khusyuk dapat membantu seseorang meredakan kegelisahan, mengendalikan emosi, dan menghadapi persoalan dengan hati yang lebih lapang.

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr menjelaskan pentingnya doa sebagai bentuk penghambaan dan permohonan kepada Allah. Ketika menghadapi orang yang berbuat zalim, seorang Muslim dapat mengadukan kesedihan, memohon perlindungan, serta meminta pertolongan-Nya agar mampu menghadapi keadaan dengan bijaksana.

Doa dan dzikir juga menjadi pengingat bahwa manusia tidak harus menanggung seluruh beban batinnya seorang diri. Merujuk berbagai literature, berikut ini adalah kumpulan bacaan dzikir ketika hati gelisah karena menghadapi orang yang zalim.

Dzikir dan Doa ketika Hati Gelisah karena Menghadapi Orang yang Zalim

Berikut ini adalah beberapa dzikir dan doa yang dapat diamalkan untuk menenangkan hati dan memohon perlindungan dari kezaliman, dilengkapi dengan teks Arab, latin, arti, serta dalil dan penjelasan ulama.

1. Dzikir Hasbalah: Hasbunallah wa Ni'mal Wakil

Dzikir ini merupakan dzikir yang paling ringkas namun sangat kuat, dan sering disebut sebagai senjata ampuh bagi orang yang terzalimi. Redaksi ini termaktub dalam Al-Qur'an Surah Ali 'Imran ayat 173 dan juga diajarkan dalam berbagai kitab doa.

Arab: حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Latin: Hasbunallaahu wa ni'mal wakiil.

Artinya: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung."

Dzikir ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam menghadapi kezaliman. Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa ketika Nabi Ibrahim AS dilemparkan ke dalam api oleh penguasa zalim, beliau mengucapkan hasbunallah wa ni'mal wakil, dan dengan kebesaran Allah, api tersebut tidak melukainya.

Syaikh Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menegaskan bahwa doa adalah inti ibadah dan merupakan senjata bagi hamba yang lemah. Dzikir hasbalah menanamkan kesadaran bahwa pertolongan Allah pasti datang, bahkan ketika secara kasat mata tidak ada jalan keluar.

Ustaz Salehuddin dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir juga menempatkan doa perlindungan sebagai amalan yang dapat dibaca pada pagi dan petang untuk memohon penjagaan Allah dari berbagai gangguan, termasuk kezaliman manusia.

2. Doa Perlindungan dari Kezaliman Penguasa atau Orang Berkuasa

Doa ini diriwayatkan dalam kitab Hisnul Muslim dan juga disebutkan dalam Perisai Muslim karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah. Doa ini secara spesifik memohon agar Allah menjadi pelindung dari kejahatan orang tertentu yang berbuat zalim.

Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، كُنْ لِي جَارًا مِنْ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ، وَأَحْرَابِهِ مِنْ خَلَائِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allaahumma Rabbas samaawaatis sab'i, wa Rabbal 'Arsyil 'Aziim, kun lii jaaran min fulaanibni fulaan, wa ahzaabihii min khalaa'iqika, an yafrutha 'alayya ahadun minhum aw yathghaa, 'azza jaaruka, wa jalla tsanaa'uka, wa laa ilaaha illaa Anta.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan langit yang tujuh dan Tuhan Arasy yang agung, jadilah Engkau sebagai pelindungku dari polan bin polan (sebut nama orang yang zalim), dan dari pengikut-pengikutnya dari kalangan makhluk-Mu, agar tidak seorang pun di antara mereka menyiksaku atau menzalimiku. Sungguh agung perlindungan-Mu dan mulia pujian-Mu. Tidak ada tuhan yang hak kecuali Engkau."

Doa ini termaktub dalam kitab Hisnul Muslim dan merupakan doa yang diajarkan untuk menghadapi kezaliman penguasa atau orang yang berbuat aniaya. Dalam Perisai Muslim, doa ini disebutkan sebagai "Doa ketika takutkan kezaliman pemerintah".

Syaikh Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menegaskan bahwa bertawassul dengan nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya adalah bagian dari adab berdoa yang dianjurkan. Doa ini menyentuh dimensi kekuasaan Allah atas alam semesta, sehingga permohonan perlindungan dari kezaliman ditempatkan dalam kerangka kekuasaan Allah yang tidak terbatas.

Ustaz Salehuddin juga menekankan bahwa doa perlindungan seperti ini sebaiknya dibaca dengan penuh keyakinan dan diulang-ulang, karena Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

3. Doa Nabi Yunus AS ketika Berada dalam Kesulitan

Doa ini merupakan doa yang dipanjatkan Nabi Yunus AS ketika berada di dalam perut ikan, dan sangat dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang menghadapi kesulitan atau kezaliman.

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Laa ilaaha illaa Anta subhaanaka innii kuntu minaz zhaalimiin.

Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Doa ini termaktub dalam Al-Qur'an Surah Al-Anbiya ayat 87. Ustaz Salehuddin dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir menjelaskan bahwa doa ini adalah doa Nabi Yunus AS dan merupakan salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca ketika berada dalam kesusahan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seseorang yang berada dalam kesusahan berdoa dengan doa ini, kecuali Allah akan melepaskannya dari kesusahan tersebut. Dalam konteks menghadapi orang zalim, doa ini mengajarkan kerendahan hati untuk mengakui kelemahan diri di hadapan Allah, sekaligus memohon pertolongan-Nya untuk keluar dari situasi yang menekan.

4. Doa Memohon Perlindungan dari Kejahatan Orang yang Berniat Buruk

Doa ini disebutkan dalam Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dan juga dikutip oleh Liputan6.com. Doa ini memohon agar Allah menyembunyikan hamba-Nya dari pandangan orang-orang yang hasad dan zalim.

Arab: اللَّهُمَّ يَا مَنْ نُورُهُ فِي سِرِّهِ وَسِرُّهُ فِي خَلْقِهِ، أَخْفِنِي عَنْ أَعْيُنِ النَّاظِرِينَ وَقُلُوبِ الْحَاسِدِينَ وَالْبَاغِينَ، كَمَا أَخْفَيْتَ الرُّوحَ فِي الْجَسَدِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Allaahumma yaa man nuuruhu fii sirrihii wa sirruhu fii khalqihii, akhfinii 'an a'yunin naazhiriina wa quluubil haasidiina wal baaghina, kamaa akhfaitar ruuha fil jasadi, innaka 'alaa kulli syai'in qadiir.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang cahaya-Nya berada dalam rahasia-Nya dan rahasia-Nya berada dalam makhluk-Nya, lindungilah aku dari pandangan orang-orang yang hasad dan orang-orang yang zalim, sebagaimana Engkau melindungi ruh di dalam jasad. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Bacaan ini termaktub dalam Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah sebagai salah satu doa untuk memohon perlindungan dari kejahatan orang yang berniat buruk. Ustaz Salehuddin menempatkan doa ini sebagai amalan yang dapat dibaca pada pagi dan petang untuk memohon penjagaan Allah dari berbagai gangguan, baik yang bersumber dari manusia maupun setan.

Doa ini menyentuh dimensi spiritual yang dalam, memohon agar Allah menyembunyikan hamba-Nya dari mata orang-orang yang berniat jahat, sebagaimana ruh tersembunyi di dalam jasad. Dalam konteks menghadapi orang zalim, doa ini memberikan rasa aman dan ketenangan karena seseorang yakin bahwa Allah melindunginya dari segala tipu daya.

5. Doa Memohon agar Dijauhkan dari Kaum yang Zalim

Doa ini termaktub dalam Al-Qur'an dan merupakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Lut AS dan Nabi Yunus AS. Doa ini sangat singkat namun penuh makna.

Arab: رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Latin: Rabbi najjinii minal qaumizh zhaalimiin.

Artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim."

Doa ini dianjurkan untuk dibaca ketika menghadapi kezaliman. Doa ini diriwayatkan dari Nabi Lut AS yang memohon kepada Allah agar diselamatkan dari kaumnya yang zalim. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Al-Badr menegaskan bahwa doa-doa para nabi merupakan contoh terbaik dalam memohon pertolongan Allah, karena mereka menghadapi kezaliman dengan penuh tawakal dan kesabaran.

Doa ini singkat, mudah dihafal, dan dapat diulang-ulang kapan saja, terutama ketika hati terasa sesak karena menghadapi orang yang zalim.

Waktu Terbaik untuk Berdzikir ketika Hati Gelisah karena Menghadapi Orang yang Zalim

Para ulama menegaskan bahwa terdapat waktu-waktu tertentu yang lebih mustajab untuk berdzikir dan berdoa. Memilih waktu-waktu tersebut bukan berarti dzikir di waktu lain tidak diterima, melainkan bentuk optimisme dan pengharapan yang lebih besar kepada Allah SWT.

1. Pagi dan Petang Hari

Waktu pagi dan petang adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir. Al-Qur'an menyebutkan perintah berdzikir pada waktu pagi dan petang, karena keduanya merupakan dua ujung siang yang penuh keberkahan.

Ustaz Salehuddin dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir menempatkan banyak dzikir perlindungan untuk dibaca pada pagi dan petang, termasuk doa perlindungan dari orang zalim. Membaca dzikir hasbalah dan doa perlindungan pada waktu ini akan membantu seseorang memulai dan mengakhiri harinya dengan rasa aman dan tawakal.

2. Sepertiga Malam Terakhir

Para ulama sepakat bahwa malam hari, terutama sepertiga malam terakhir, adalah waktu yang paling baik untuk berdzikir dan berdoa, karena pada waktu itu hijab antara hamba dengan Allah lebih terbuka. Suasana malam yang sunyi sangat mendukung kekhusyukan dan ketenangan jiwa. Seseorang yang gelisah karena kezaliman dapat memanfaatkan waktu ini untuk bermunajat, memohon agar Allah melindunginya dan menenangkan hatinya.

3. Hari Jumat

Hari Jumat memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Di antara waktu-waktu pada hari Jumat, terdapat saat di mana doa tidak akan ditolak, yaitu sejak imam naik mimbar hingga shalat Jumat selesai, atau pada akhir hari Jumat sebelum Maghrib. Memanfaatkan waktu ini untuk berdzikir dan berdoa agar dilepaskan dari kezaliman adalah pilihan yang sangat bijak.

4. Ketika Hati Terasa Sangat Sesak

Selain waktu-waktu di atas, dzikir juga sangat dianjurkan untuk dibaca kapan saja ketika hati terasa gelisah, cemas, atau sesak karena menghadapi kezaliman. Dr. MS. Udin menjelaskan bahwa dzikir dapat dilakukan dimana saja dan tidak terbatas pada ruang dan waktu. Semakin intensif seseorang berdzikir ketika hatinya tertekan, semakin besar pula ketenangan yang ia rasakan, karena dzikir bekerja sebagai penyeimbang jiwa dan rohani.

Hikmah Dzikir ketika Hati Gelisah karena Menghadapi Orang yang Zalim

1. Menenangkan Jiwa dan Meredakan Kecemasan

Dzikir memiliki efek langsung terhadap ketenangan jiwa. Dr. MS. Udin, MA menjelaskan bahwa dzikir dapat menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana, membuat hati menjadi gembira dan lapang, serta menguatkan hati dan badan.

Penelitian dalam jurnal ICIP juga menunjukkan bahwa ketenangan hati (itminan al-qalb) yang diperoleh melalui dzikir sangat diperlukan untuk harmoni mental, dan manfaat ini hanya terwujud ketika dzikir dilakukan dengan kesadaran penuh dan kehadiran hati. Ketika seseorang yang terzalimi berdzikir, ia sedang mengalihkan fokus dari sumber kecemasan menuju Allah, sehingga beban psikologisnya perlahan berkurang.

2. Memperkuat Ketahanan Mental dan Emosional

Dzikir melatih seseorang untuk mengendalikan emosi dan tidak mudah terpancing oleh provokasi orang zalim. Jurnal psikologi menunjukkan bahwa zikir khafi (dzikir hati) menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesadaran batin, serta menstabilkan emosi.

Dalam konteks menghadapi kezaliman, kemampuan untuk tetap tenang dan tidak membalas dengan cara yang salah adalah bentuk kekuatan sejati. Dzikir hasbalah dan doa perlindungan membantu seseorang untuk tetap berpegang pada prinsip ihsan, yaitu berbuat baik bahkan kepada orang yang berbuat buruk.

3. Menumbuhkan Tawakal dan Menghindarkan dari Keputusasaan

Dzikir mengajarkan bahwa pertolongan Allah pasti datang, bahkan ketika secara kasat mata tidak ada jalan keluar. Kisah Nabi Ibrahim AS yang selamat dari api setelah mengucapkan hasbunallah wa ni'mal wakil adalah bukti sejarah bahwa dzikir dapat mendatangkan pertolongan Allah secara luar biasa.

Dengan berdzikir, seseorang belajar untuk tidak bergantung pada kekuatan sendiri yang terbatas, melainkan berserah diri kepada Allah Yang Maha Kuasa. Tawakal ini menghindarkan seseorang dari keputusasaan dan menjaga optimisme dalam menghadapi kezaliman.

4. Mendekatkan Diri kepada Allah dan Meningkatkan Kualitas Ibadah

Dzikir adalah ibadah yang paling utama. Dengan rutin berdzikir ketika menghadapi kezaliman, seseorang sedang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Syaikh Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menegaskan bahwa doa dan dzikir yang baik melahirkan kecintaan kepada Allah dan kepada sesama, sehingga hati yang keras perlahan menjadi lunak.

Kedekatan dengan Allah ini tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah secara keseluruhan, karena seseorang menyadari bahwa setiap detik hidupnya berada dalam pengawasan Allah.

5. Membuka Jalan Pertolongan dan Keadilan Allah

Dzikir dan doa orang yang terzalimi adalah senjata yang sangat ampuh. Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang yang terzalimi. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa doa orang yang terzalimi tidak ada hijab antara dia dengan Allah. Dengan berdzikir dan berdoa, seseorang sedang membuka pintu langit untuk turunnya pertolongan dan keadilan.

Dr. MS. Udin menegaskan bahwa dzikir disertai tawakal dan ikhtiar merupakan gambaran jiwa yang tenang, yang membantu menjaga keseimbangan sirkulasi darah dan mendukung kinerja seluruh organ tubuh, sehingga seseorang tidak mudah jatuh sakit atau mempercepat proses penyembuhan. Pertolongan Allah bisa datang dalam berbagai bentuk, baik berupa perubahan situasi, hikmah yang dipetik, maupun ketenangan hati yang tidak tergoyahkan.

 

Pertanyaan Seputar Dzikir Menghadapi Orang Zalim 

1. Dzikir apa yang paling ampuh untuk menghadapi orang zalim?

Dzikir hasbunallah wa ni'mal wakil adalah yang paling ringkas dan sangat dianjurkan. Dzikir ini pernah diucapkan Nabi Ibrahim AS ketika dilemparkan ke dalam api dan beliau selamat. Dapat juga ditambahkan doa perlindungan dari kezaliman penguasa yang termaktub dalam Hisnul Muslim.

2. Apakah boleh mendoakan keburukan bagi orang yang zalim?

Dalam Islam, mendoakan keburukan bagi orang zalim dibolehkan dalam batas tertentu, tetapi yang lebih utama adalah memohon agar Allah memberinya hidayah dan keadilan. Doa orang terzalimi mustajab, namun menyerahkan pembalasan kepada Allah adalah sikap yang lebih mulia dan menenangkan hati.

3. Kapan waktu terbaik untuk berdzikir ketika hati gelisah karena kezaliman?

Waktu terbaik adalah pagi dan petang, sepertiga malam terakhir, dan hari Jumat. Namun, dzikir juga sangat dianjurkan untuk dibaca kapan saja ketika hati terasa sesak, karena dzikir tidak terbatas pada waktu dan tempat tertentu.

4. Apakah dzikir bisa menggantikan usaha untuk membela diri dari kezaliman?

Tidak. Dzikir adalah ikhtiar batin yang harus disertai dengan ikhtiar lahiriah. Seseorang tetap perlu mengambil langkah nyata untuk melindungi diri, seperti melapor kepada pihak berwenang, mencari bantuan hukum, atau menjauh dari situasi berbahaya. Islam mengajarkan keseimbangan antara doa, usaha, dan tawakal.

5. Apakah ada dzikir khusus untuk menenangkan hati yang sedang marah karena dizalimi?

Ya, salah satunya adalah doa Nabi Yunus AS, Laa ilaaha illaa Anta subhaanaka innii kuntu minaz zhaalimiin. Doa ini membantu meredakan amarah dan mengembalikan kesadaran bahwa hanya Allah yang Maha Adil. Dapat juga membaca hasbunallah wa ni'mal wakil berulang-ulang untuk menenangkan hati.