Liputan6.com, Jakarta - Sakit adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia. Dalam perspektif Islam, penyakit juga ujian yang haru dihadapi dengan kesabaran. Karena itu, selain berobat secara medis, umat Islam diajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari segala penyakit, terutama penyakit-penyakit berat yang melemahkan tubuh dan menghalangi seseorang menjalankan kewajibannya.
Rasulullah SAW mencontohkan doa-doa perlindungan dari penyakit yang diriwayatkan dalam berbagai kitab hadis. Doa menjadi penguat spiritual yang menenangkan hati sekaligus bentuk pengakuan bahwa kesehatan hanya berasal dari Allah Yang Maha Penyembuh.
Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menerangkan Rasulullah memohon perlindungan dari empat hal: albinisme, kegilaan, kusta, dan penyakit-penyakit buruk. Disunahkan memohon perlindungan dari empat hal ini sebagai bentuk pengikutan terhadap Nabi SAW, dan doa di hadapan bala bagaikan tameng besi yang melindungi seseorang dari hujanan anak panah.
Advertisement
Dr. MS. Udin, MA dalam Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa bekerja sebagai psikoterapi yang menenangkan jiwa, melepaskan ketegangan, dan menyeimbangkan sistem hormonal tubuh. Dzikir dapat menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana, membuat hati menjadi gembira dan lapang, serta menguatkan hati dan badan.
Kumpulan Doa Memohon Perlindungan dari Penyakit
Berikut ini adalah beberapa doa yang dapat diamalkan untuk memohon perlindungan dari penyakit, dilengkapi dengan teks Arab, latin, arti, serta dalil dan penjelasan ulama dari buku-buku rujukan yang kredibel.
1. Doa Perlindungan dari Penyakit Berat dan Penyakit Buruk
Doa ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik dan termaktub dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad dengan sanad yang sahih.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ
Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal barashi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi-il asqaam.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit albinisme, kegilaan, kusta/lepra, dan penyakit-penyakit buruk lainnya."
Syaikh Al-Badr menjelaskan bahwa hadis ini menerangkan Rasulullah SAW memohon perlindungan dari empat hal: al-barash (albinisme), al-junuun (kegilaan), al-judzaam (kusta), dan sayyi-ul asqaam (penyakit-penyakit buruk).
Beliau menegaskan bahwa doa ini disunahkan sebagai bentuk pengikutan terhadap Nabi SAW, dan doa adalah faktor yang dapat menolak bala serta mendatangkan rahmat dan keselamatan. Abdul Muhsin Al-Abbad dalam Syarah Abu Dawud menafsirkan sayyi'il asqam sebagai ragam penyakit yang membuat buruk rupa dan bahaya pada manusia, sedangkan M Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam Aunul Ma'bud memahaminya sebagai wabah penyakit seperti tuberkulosis, busung air, dan penyakit lain.
2. Doa Perlindungan dari Segala Bahaya dengan Nama Allah
Doa ini diriwayatkan oleh Utsman bin Affan dan termaktub dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca pada pagi dan petang.
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillaahil-ladzii laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa'i wa Huwas Samii'ul 'Aliim.
Artinya: "Dengan nama Allah yang tidak memberi mudarat bersama nama-Nya oleh sesuatu di bumi dan tidak juga di langit, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menjelaskan bahwa doa ini diriwayatkan oleh Abu Daud, at-Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Rasulullah SAW bersabda, "Sesiapa yang membacanya sebanyak tiga kali pada waktu pagi dan petang, maka tidak ada sesuatupun yang boleh memudaratkannya."
Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan dalam Irsyad Al-Hadith Series 463 menegaskan bahwa hadis ini hasan dan doa ini merupakan perlindungan dari segala macam bahaya, termasuk penyakit, karena Allah adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
3. Doa Perlindungan dari Penyakit 'Ain dan Gangguan Makhluk Halus
Doa ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan termaktub dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk melindungi Hasan dan Husein dari gangguan setan dan pandangan mata jahat.
Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin: A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammah.
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun, dan 'Ain yang menyakitkan."
Ustaz Salehuddin menjelaskan bahwa doa ini merupakan salah satu doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk dibaca pada pagi dan petang.
Doa ini melindungi dari gangguan setan, binatang beracun, dan penyakit 'ain yang disebabkan pandangan mata disertai rasa iri atau dengki. Penyakit 'ain dalam Islam diyakini sebagai gangguan nonmedis yang memerlukan perlindungan spiritual selain pengobatan medis.
4. Doa Memohon Kesembuhan dan Penghapusan Penyakit
Doa ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dan merupakan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit. Doa ini juga dapat diamalkan untuk memohon perlindungan agar tidak jatuh sakit.
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allaahumma Rabban naasi adzhibil ba'sa isyfi Antasy Syaafi laa syifaa'a illaa syifaa'uka syifaa'an laa yughaadiru saqamaa.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah. Dr. MS. Udin menjelaskan bahwa doa dan dzikir mengandung unsur psikoterapeutik yang mendalam, dan terapi psikoreligius tidak kalah pentingnya dengan psikoterapi psikiatrik karena mengandung kekuatan spiritual yang membangkitkan rasa percaya diri dan optimisme, dua hal yang esensial bagi penyembuhan.
Ustaz Salehuddin juga menambahkan bahwa doa ini termasuk doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kesembuhan dan perlindungan dari penyakit.
5. Doa Memohon Perlindungan dari Penyakit Hati dan Kelemahan
Doa ini termaktub dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah. Doa ini melindungi dari penyakit hati yang dapat melemahkan iman dan raga.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubn, wa dhala'id daini wa ghalabatir rijaal.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah hati dan kesedihan, dari lemah dan malas, dari sifat bakhil dan sifat penakut, serta dari tekanan utang dan penindasan orang."
Ustaz Salehuddin menjelaskan bahwa doa ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari berbagai penyakit hati.
Dalam konteks perlindungan dari penyakit, doa ini membantu seorang hamba untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual, karena hati yang sehat akan mendukung kesehatan fisik secara keseluruhan.
Dr. MS. Udin menegaskan bahwa hati yang selalu berdzikir akan menjadi suci dan dapat membersihkan niat serta kehendak, sehingga kesehatan jiwa dan raga terjaga.
Hikmah Membaca Doa Memohon Perlindungan dari Penyakit
1. Menumbuhkan Ketenangan Jiwa dan Mengurangi Kecemasan
Membaca doa perlindungan dari penyakit secara rutin memberikan efek psikologis yang menenangkan.
Dr. MS. Udin menjelaskan bahwa dzikir dan doa dapat menenangkan jiwa, melepaskan ketegangan fisik dan mental, serta memberikan perasaan tenteram dan ridha dalam hati. Ketika seseorang merasa tenang, sistem saraf parasimpatis bekerja lebih optimal, sehingga tubuh tidak terus-menerus berada dalam mode bertahan yang melemahkan imunitas.
2. Memperkuat Imunitas Tubuh melalui Relaksasi
Doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan memicu respons relaksasi. Dr. MS. Udin mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa dzikir dan doa dapat menurunkan kadar hormon stres dan memperbaiki keseimbangan hormonal, yang pada gilirannya meningkatkan kekebalan tubuh.
Dengan imunitas yang lebih baik, tubuh lebih mampu melawan berbagai penyakit, baik yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun faktor degeneratif.
3. Menanamkan Tawakal dan Menghindari Keputusasaan
Doa perlindungan mengajarkan seorang hamba untuk berserah diri kepada Allah setelah berusaha maksimal. Ustaz Salehuddin menekankan bahwa doa harus disertai keyakinan dan tidak tergesa-gesa, karena Allah memiliki waktu terbaik untuk mengabulkan.
Sikap tawakal ini menghindarkan seseorang dari keputusasaan ketika sakit, sehingga ia tetap optimis dan termotivasi untuk menjalani pengobatan.
4. Menjaga Adab dan Kekhusyukan dalam Beribadah
Membaca doa perlindungan dengan adab yang benar,menghadap kiblat, mengangkat tangan, memuji Allah, dan berselawat, melatih seorang hamba untuk selalu menjaga kualitas ibadahnya.
Syaikh Al-Badr menegaskan bahwa doa adalah inti ibadah, dan hati manusia berada di antara dua jari Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati. Dengan menjaga adab, doa tidak sekadar menjadi permohonan, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah.
5. Mendatangkan Keberkahan dan Perlindungan Menyeluruh
Doa perlindungan bukan hanya melindungi dari penyakit fisik, tetapi juga dari gangguan spiritual seperti 'ain dan hasad. Ustaz Salehuddin menjelaskan bahwa doa Bismillahil-ladzii laa yadhurru yang dibaca tiga kali pada pagi dan petang melindungi dari segala bahaya.
Dengan perlindungan menyeluruh ini, seorang hamba dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan optimisme, karena ia yakin bahwa Allah senantiasa menjaganya.
Pertanyaan Seputar Perlindungan dari Penyakit
1. Apakah doa perlindungan dari penyakit harus dibaca setiap hari?
Ya, dianjurkan untuk membiasakan membaca doa perlindungan dari penyakit setiap hari, terutama pada pagi dan petang. Doa Bismillahil-ladzii laa yadhurru misalnya, dianjurkan dibaca tiga kali pada pagi dan petang untuk melindungi dari segala bahaya, termasuk penyakit.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa agar terhindar dari penyakit?
Waktu terbaik adalah pada pagi dan petang, setelah shalat fardhu, ketika sujud dalam shalat, di antara azan dan iqamah, serta ketika hujan turun. Ustaz Salehuddin menekankan bahwa doa pada waktu-waktu mustajab ini lebih dekat kepada pengabulan.
3. Apakah doa perlindungan dari penyakit bisa menggantikan pengobatan medis?
Tidak. Doa adalah ikhtiar batin yang sangat penting, tetapi harus disertai dengan ikhtiar lahiriah berupa pengobatan medis. Dr. MS. Udin menegaskan bahwa terapi medis dan doa harus dilakukan bersama-sama, karena keduanya saling melengkapi dalam proses penyembuhan.
4. Apakah doa perlindungan dari penyakit hanya untuk diri sendiri?
Tidak. Doa perlindungan dapat dipanjatkan untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Rasulullah SAW mendoakan Hasan dan Husein dengan doa perlindungan dari gangguan setan dan 'ain, sehingga doa ini juga dapat diamalkan untuk anak-anak dan orang terdekat.
5. Apakah ada doa khusus untuk melindungi anak dari penyakit 'ain?
Ya. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk melindungi Hasan dan Husein adalah U'iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammah. Doa ini dianjurkan dibaca orang tua untuk memohon perlindungan Allah bagi anak-anak dari gangguan 'ain.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383132/original/088044500_1793074246-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578226/original/050320100_1782536534-Q9pPAyic8jv7cpBl4fRIrUpKD9FkIl7fODAhUgsZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383099/original/036565600_1793070279-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_9.36.00_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383085/original/082837000_1793069096-WhatsApp-Image-2026-10-26-at-16.55.57-e1793011851735-768x562.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383077/original/048101100_1793068697-508453.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383060/original/069027100_1793067865-IMG-20261027-WA0004_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842735/original/061305900_1716688323-Perempuan_takut_gagal.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383034/original/011085600_1793064760-6ade9a891ecec.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2372367/original/003275700_1538469329-20181002-Bupati-Tulungagung-1.jpg)