Liputan6.com, Jakarta - Kasus pembunuhan sadis yang menimpa Dini Hardiyanti (30) dan anak kandungnya, AGF (4), akhirnya terbongkar. Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, mengungkapkan bahwa kejahatan keji ini dilatarbelakangi oleh persoalan asmara dan rasa cemburu.
Pelaku yang tak lain adalah suami siri korban, Dwi Bagus Martono alias DBM (40), tega menghabisi nyawa kedua korban di rumahnya di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
"Petaka bermula ketika Dwi secara sepihak membatalkan rencana liburan ke Telaga Sarangan, Magetan, bersama Dini dan anaknya. Pelaku lebih memilih untuk pergi menjemput istri sahnya di stasiun," ujar Sihombing, Selasa (27/10/2026)
Advertisement
Keputusan tersebut memicu percekcokan hebat. Korban, kata Roy, merasa cemburu dan kecewa karena pelaku mendahulukan istri sahnya. Emosi yang memuncak membuat pelaku gelap mata hingga tega menghabisi nyawa ibu dan anak tersebut dengan cara mencekik keduanya.
Tidak berhenti pada pembunuhan, pelaku melancarkan aksi biadab untuk menghilangkan jejak. Jasad korban dibakar berkali-kali, dimutilasi, hingga dihancurkan menggunakan mesin penggilingan daging di rumahnya.
Kasus ini mula-mula misterius. Keluarga korban yang berasal dari Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sempat melaporkan kehilangan anggota keluarga mereka ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.
Modus licik pun sempat dimainkan pelaku. Kepala Subdirektorat III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa Dwi bahkan sempat pura-pura kooperatif dengan mengantar keluarga korban ke kantor polisi untuk membuat laporan orang hilang.
"Jadi selama sebulan, publik dan keluarga mengira mereka benar-benar murni hilang,"kata Jumhur
Pecahan Tulang Mencurigakan
Dalam penyelidikan awal, Dwi sebenarnya sempat dicurigai. Namun, pria warga Kelurahan Winongo, Kota Madiun, itu sempat dilepaskan karena penyidik kala itu belum mengantongi alat bukti yang cukup.
Merasa ada kejanggalan, Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim turun tangan mengambil alih pendalaman kasus. Polisi menyisir rekaman CCTV hotel di Madiun yang merekam jejak terakhir korban pada 19–20 September 2026.
Penyelidikan berlanjut ke sekitar kediaman pelaku. Di sana, polisi menemukan lima pecahan tulang mencurigakan.
"Hasil uji laboratorium forensik kemudian mengonfirmasi bahwa serpihan tersebut merupakan kerangka manusia, yang sekaligus memupus alibi pelaku dan memastikan terjadinya tindak pembunuhan berencana," tambahnya
Berbekal bukti forensik yang kuat, tim gabungan langsung bergerak melakukan pengejaran. Dwi akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan di tempat persembunyiannya di sebuah padepokan di Gudo, Jombang, Minggu (25/10/2026).
Pada Senin (26/10/2026) siang, Dwi digelandang ke Mapolda Jatim di Surabaya. Hanya bisa tertunduk lesu di hadapan petugas, kini pelaku harus bersiap menghadapi ancaman hukuman berat atas perbuatan keji yang dilakukannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383132/original/088044500_1793074246-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383176/original/051015000_1793073788-4ef5d21b05a0e0ba9c1a84c068c65e5d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373141/original/074592900_1476360640-madiun.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382600/original/046884800_1793002628-olah_tkp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382400/original/086425700_1792994404-IMG_20261026_095513.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382237/original/050760000_1792984927-IMG_20261026_095513.jpg)