Harga Emas Pegadaian 27 Oktober 2026: Galeri24 Sentuh Rp 2,4 Juta

Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian buatan Galeri24, Antam dan UBS pada Selasa, (27/10/2026).

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 11:14 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Pegadaian hari ini, Selasa (27/10/2026) buatan Galeri24, Antam dan UBS bervariasi. Di antara tiga produk logam mulia itu, harga emas Antam masih tertinggi yang mencapai Rp 2,58 juta.

Mengutip laman Pegadaian, harga emas Galeri24 dibanderol Rp 2.478.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam ditetapkan Rp 2.589.000 per gram. Sedangkan harga emas UBS dipatok Rp 2.501.000 per gram.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan yang dilakukan Pegadaian.

Ketiga produk emas batangan itu tersedia dalam berbagai pilihan berat. Galeri24 menyediakan emas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.

Sementara itu, emas UBS terdiri dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan Antam menyediakan mulai 0,5 gram hingga 100 gram.

Perbedaan ukuran memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin membeli emas sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian pada Selasa (27/10/2026):

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.300.000
  • 1 gram: Rp 2.478.000
  • 2 gram: Rp 4.895.000
  • 5 gram: Rp 12.149.000
  • 10 gram: Rp 24.232.000
  • 25 gram: Rp 60.253.000
  • 50 gram: Rp 120.410.000
  • 100 gram: Rp 240.701.000
  • 250 gram: Rp 600.274.000
  • 500 gram: Rp 1.200.547.000
  • 1.000 gram: Rp 2.401.093.000

 

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.345.000
  • 1 gram: Rp 2.589.000
  • 2 gram: Rp 5.116.000
  • 3 gram: Rp 7.649.000
  • 5 gram: Rp 12.713.000
  • 10 gram: Rp 25.370.000
  • 25 gram: Rp 63.298.000
  • 50 gram: Rp 126.515.000
  • 100 gram: Rp 252.951.000
  •  

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.352.000
  • 1 gram: Rp 2.501.000
  • 2 gram: Rp 4.965.000
  • 5 gram: Rp 12.267.000
  • 10 gram: Rp 24.405.000
  • 25 gram: Rp 60.893.000
  • 50 gram: Rp 121.535.000
  • 100 gram: Rp 242.974.000
  • 250 gram: Rp 607.254.000
  • 500 gram: Rp 1.213.081.000.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas menguat pada Senin, 26 Oktober 2026. Harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam lebih dari tiga bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga emas ini terjadi seiring dengan penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi menjelang pertemuan the Federal Reserve (the Fed) pekan ini.

Mengutip CNBC, Selasa (27/10/2026), harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi US$ 4.020,60 per ons pada pukul 14.09 EDT setelah menyentuh US$ 3.975 pada Jumat pekan ini, level terendah sejak 20 Juli 2026.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,8% ke level US$ 4.038,40 per ons.

"Terjadi sedikit penurunan pada harga minyak mentah yang turut membantu emas, di samping adanya aksi beli saat harga rendah," ujar Analis StoneX, Bob Haberkorn.

"Menurut saya, aktivitas perdagangan akan cenderung sepi, dan harga kemungkinan akan bertahan di kisaran US$ 4.000 hingga pengumuman dari The Fed keluar,” ia menambahkan.

Harga minyak turun setelah sempat melonjak pekan lalu, namun tetap berada di dekat level tertinggi dalam enam bulan, di tengah harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran.

 

 

Koreksi Harga Minyak

Penurunan harga minyak telah mengurangi kekhawatiran inflasi, meskipun pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan pasokan baru yang dapat memicu kembali tekanan harga.

Keputusan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) dijadwalkan pada Rabu. Pasar secara luas memperkirakan adanya jeda kenaikan suku bunga setelah kenaikan pada September, sementara ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada Desember berada di angka 80%, menurut perangkat FedWatch dari CME.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil.

Para pengambil kebijakan di The Fed telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan menaikkan suku bunga jangka pendek AS minggu ini. Namun, karena kekhawatiran inflasi masih menjadi perhatian utama, para investor meyakini bahwa jeda kenaikan suku bunga ini tidak akan berlangsung lama.

 

Investor Menantikan Data Ekonomi

Investor juga menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS yang akan dirilis pada Kamis, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga. Perhatian juga tertuju pada pemilihan umum paruh waktu AS tanggal 3 November, di mana para investor tengah menilai bagaimana hasilnya dapat memengaruhi kebijakan fiskal dan sentimen pasar secara lebih luas.

"Kami tidak terlalu berfokus pada hasil pemilu itu sendiri, melainkan lebih kepada implikasinya terhadap kebijakan fiskal, tarif, pengeluaran geopolitik, dan ketidakpastian kebijakan. Hal-hal ini dapat berdampak pada imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury), nilai tukar dolar, dan harga emas," ungkap para analis di OCBC dalam sebuah catatan.

Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 54,01 per ons, sementara harga platinum turun 1,2% menjadi US$ 1.532,55 setelah sempat menyentuh level terendahnya sejak November 2025.

Harga paladium naik 0,5% menjadi US$ 1.048,70. Perusahaan asal Rusia, Nornickel, produsen paladium terbesar di dunia sekaligus produsen utama nikel olahan menyatakan, rencana perombakan besar-besaran pada tanur (tungku peleburan) mereka berpotensi mengurangi produksi logam-logam utamanya pada 2027-2028.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6