Liputan6.com, Jakarta - Membicarakan kondisi keuangan dengan orangtua, terutama yang memiliki karakter keras kepala atau sangat menjaga privasi finansial, seringkali terasa sulit. Namun, percakapan ini krusial demi memastikan kesejahteraan mereka di masa tua dan menghindari potensi masalah di kemudian hari. Ada banyak kondisi yang mungkin Anda ketika berdiskusi soal finansial dengan orangtua.
Salah satunya adalah rasa canggung atau bahkan bersalah saat ingin membahas keuangan dengan orangtua. Topik ini kerap dianggap tabu dan sulit lantaran adanya perbedaan generasi dan norma sosial. Bagi generasi yang lebih tua, membicarakan keuangan dengan anggota keluarga, khususnya anak-anak, sering dianggap tidak sopan atau terlalu pribadi.
Selain itu, orangtua mungkin khawatir diskusi ini merupakan upaya untuk mengambil alih kendali hidup atau memengaruhi cara mereka mengelola uang, sehingga mereka ingin mempertahankan kemandiriannya. Rasa malu atau takut juga bisa menjadi penghalang, terutama jika kondisi finansial mereka tidak sesuai harapan atau mereka khawatir akan penilaian dari anak-anak.
Advertisement
Perasaan tidak nyaman untuk "mengajari" orangtua tentang uang juga umum terjadi, mengingat orangtua adalah sosok yang seharusnya lebih tahu. Diskusi ini juga sering bersinggungan dengan topik sensitif lain seperti penuaan, kesehatan, dan perencanaan akhir hayat, yang semuanya sulit dibicarakan secara terpisah, apalagi digabungkan.
Mengapa Topik Keuangan Seringkali Menjadi Tabu?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3255029/original/023668600_1601539422-photo-1567427017947-545c5f8d16ad__1_.jpg)
Tantangan dalam membahas keuangan keluarga tidak hanya terjadi pada hubungan anak-orangtua, tetapi juga dalam konteks pasangan muda yang baru memulai hidup berumah tangga. Setiap individu memiliki kebiasaan finansial yang berbeda, mulai dari cara berbelanja, menabung, hingga memandang utang. Kurangnya penyesuaian dalam pengelolaan keuangan bersama dapat menghasilkan miskomunikasi dan ketidakselarasan.
Generasi orangtua kita tumbuh di era di mana uang dianggap urusan kepala keluarga, bukan topik makan malam. Mereka diajarkan bahwa anak yang baik tidak menanyakan soal uang, dan anak yang sukses otomatis akan mengurus orangtua di hari tua. Dua keyakinan ini membuat obrolan uang terasa seperti ujian kesetiaan. Di sisi lain, anak-anak masuk ke fase generasi sandwich, dengan tanggung jawab kepada orangtua di atas, serta anak atau adik di bawah, ditambah cicilan KPR dan dana pensiun sendiri yang belum ada.
Penilaian seseorang terhadap kondisi ekonomi orang lain seringkali terbentuk dari apa yang terlihat di permukaan. Penampilan yang rapi, pekerjaan yang menjanjikan, atau gaya hidup di kota besar bisa membuat seseorang dinilai berkecukupan, meskipun kenyataannya tidak selalu demikian. Akibatnya, orang yang dianggap mapan justru merasa kesulitan mengungkapkan masalah keuangannya atau meminta bantuan saat benar-benar membutuhkan.
Advertisement
Memulai Percakapan dengan Bijak dan Empati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349650/original/068851300_1789538797-vitaly-gariev-fru_EXsqsp4-unsplash.jpg)
Meskipun sulit, percakapan finansial ini sangat penting. Salah satu langkah awal yang krusial adalah memilih waktu dan pendekatan yang tepat. Pilihlah waktu yang tenang dan pribadi, hindari hari libur atau saat orangtua sedang stres atau menghadapi masalah lain. Percakapan ini tidak bisa dilakukan secara mendadak.
Mulailah dengan menunjukkan kepedulian dan keinginan untuk memahami, bukan menghakimi. Gunakan kata-kata yang lembut dan tidak menyudutkan. Seperti yang diungkapkan oleh Annisa Steviani, seorang Certified Financial Planner, asumsi bahwa orangtua akan kecewa saat kita membicarakan uang harus dihilangkan. Niatkan dalam hati bahwa apa yang disampaikan adalah baik, dan jangan takut berkonflik.
Pendekatan empati sangat penting. "Daripada berkata, 'Kenapa keuangan kita selalu sulit?', lebih baik katakan, 'Aku ingin tahu bagaimana kita bisa mengatur keuangan dengan lebih baik.'"
Ingatkan orangtua bahwa Anda ingin memahami keinginan mereka untuk masa depan. Hindari kata "membantu" jika itu bisa diartikan sebagai Anda meragukan kemampuan mereka; sebaliknya, tanyakan izin. "Apakah akan membantu jika kita duduk bersama dan memastikan semuanya terorganisir?"
Jika Anda memiliki kekhawatiran spesifik, sampaikan dan tawarkan bantuan. Contohnya, "Saya khawatir Anda mungkin telah dimanfaatkan secara finansial. Saya ingin membantu Anda agar tidak terluka seperti ini lagi di masa depan. Bagaimana menurut Anda?"
Strategi Jangka Panjang dan Dukungan Profesional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5142632/original/038875400_1740464918-allef-vinicius-fJTqyZMOh18-unsplash.jpg)
Terdapat sejumlah strategi yang bisa diikuti untuk memulai pembahasan finansial dengan orangtua. Di antaranya.
1. Mulai dengan pertanyaan sederhana
Memulai diskusi lebih awal dan secara bertahap adalah kunci. Jangan menunggu krisis atau penurunan kognitif untuk memulai percakapan. Anggap ini sebagai serangkaian percakapan kecil; lebih baik memiliki tiga diskusi 30 menit daripada satu diskusi 90 menit. Mulai dengan pertanyaan sederhana seperti lokasi dokumen penting atau siapa penasihat terpercaya mereka.
2. Libatkan profesional
Jika percakapan terasa terlalu emosional, melibatkan profesional netral seperti penasihat keuangan atau konsultan kekayaan keluarga dapat membantu. Mereka dapat membantu memisahkan dinamika emosional keluarga dari perencanaan teknis. Konsultan kekayaan keluarga berfungsi sebagai mediator dan penghubung dalam komunikasi antara anggota keluarga terkait masalah keuangan, memfasilitasi diskusi terbuka mengenai tujuan keuangan dan ekspektasi, serta menangani konflik yang mungkin muncul.
3. Pertemuan Keluarga yang Rutin
Adakan pertemuan keluarga untuk memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama dan tanggung jawab yang jelas. Ini juga merupakan kesempatan bagi orangtua untuk memperkenalkan penasihat keuangan mereka kepada anak-anak. Jika Anda memiliki saudara kandung, libatkan mereka dalam percakapan untuk berbagi tanggung jawab finansial dan non-finansial.
4. Pahami Keadaan Finansial Orangtua
Penting untuk memahami gambaran lengkap keuangan orangtua, termasuk di mana dokumen-dokumen penting seperti surat wasiat, surat kuasa (Power of Attorney/POA), polis asuransi, dan informasi rekening disimpan. Ketahui sumber pendapatan dan utang mereka, serta siapa penasihat keuangan, akuntan, atau pengacara yang mereka gunakan. Anda bahkan bisa menawarkan untuk bertemu dengan penasihat mereka bersama-sama. Pastikan juga Anda memiliki akses digital yang diperlukan, karena akses biometrik dapat menjadi kendala bagi kerabat yang masih hidup.
5. Yakinkan Orangtua
Memberikan kendali sebanyak mungkin kepada orangtua juga penting. Yakinkan mereka bahwa ini bukan upaya untuk mengambil alih hidup mereka, melainkan tawaran untuk mendukung mereka seiring bertambahnya usia. Undang orangtua Anda untuk memutuskan apa yang akan dibahas dan kapan. Sarankan mereka untuk menambahkan Anda sebagai "kontak terpercaya" pada rekening investasi dan bank mereka, yang berfungsi seperti kontak darurat tanpa memberikan wewenang transaksi. Komunikasi harus tetap terbuka; lakukan pemeriksaan rutin karena kebutuhan finansial orang di usia 60-an berbeda dengan usia 90-an.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383132/original/088044500_1793074246-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349648/original/064399100_1789538795-christian-dubovan-Y_x747Yshlw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382951/original/003999100_1793033165-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382681/original/062663000_1793006085-AHJ_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382653/original/051225800_1793005136-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_2.39.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382605/original/002534800_1793002873-jimmy-hu-SyDfdHr4MCI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378798/original/059862100_1792563737-markus-winkler-08aic3qPcag-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382058/original/086018700_1792934721-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_20.00.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382435/original/020292000_1792995893-jelly-marketing-Hsqpg-3yY0g-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382527/original/069745300_1792999247-joshua-tsu-k27fjLXCuuo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382757/original/078983400_1793008352-30e2c4c8-2ad4-40d5-a5c9-6a9920689a99.jpg)