Sukses

Metode Cek Fakta

Liputan6.com sudah intens melakukan Cek Fakta sejak Pemilu Presiden 2014. Saat itu, kedua kandidat presiden bersaing ketat dan antar pendukungnya saling mengeluarkan kampanye negatif. Liputan6.com menugaskan Tim Montoring dan Riset untuk melakukan Cek Fakta setiap hari. Tim ini berada di Team Riset Data dan Monitoring. Tugasnya memberikan masukan atas beberapa fakta yang disampaikan ke redaksi.

Pada prinsipnya Cek Fakta dilakukan melalui dua mekanisme:

Pertama, Cek Fakta yang langsung dilakukan oleh redaksi atas sebuah fakta atau data atau peristiwa yang sedang berlangsung atau akan diinvestigasi. Proses pemeriksaan data sejalan dengan aktivitas jurnalis dalam memverifikasi kebenaran sebuah berita maupun dalam upaya menjalankan prinsip-prinsip cover both side dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas.

Kedua, Cek Fakta yang tidak bisa langsung atau seketika dilakukan mengingat waktu, lokasi kejadian, maupun kompleksitas masalah yang tidak memungkinkan sebuah fakta bisa langsung ditayangkan tanpa proses cek fakta yang lebih mendalam. Dalam kondisi seperti itu maka yang melakukan proses Cak Fakta adalah Tim Riset Data dan Monitoring.

Tim tersebut beranggotakan 3 orang yang dipimpin seorang manajer setingkat Redaktur Pelaksana. Tim ini tidak hanya memeriksa fakta tapi juga memproduksi artikel Liputan Khusus dan Infografis. Liputan khusus terbit seminggu sekali dengan nama Journal.

Tim ini makin diperkuat fungsinya sebagai fact checker dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Pilkada ini berlangsung sangat dramatis karena salah satu kandidat menjadi tersangka isu SARA yang dihembuskan tim lawan. Pilkada DKI 2017 berlangsung dalam kondisi panas. Masyarakat terbelah karena isu SARA dan label pribumi dan non-pribumi.

Seiring dengan makin banyaknya berita Hoax di masyarakat yang berpotensi memecah belah, maka sejak awal 2018, Tim Cek Fakta Liputan6.com berdiri sendiri. Tim editorial yang bertanggungjawab pada proses Cek Fakta adalah:

Edmiraldo Siregar (Senior Editor)

A Nafiysul Qodar (Reporter)

Devira Prastiwi (Reporter)

Diyah Naelufar (Researcher)

Stella Maria Yoan Naryndra (Researcher)

Metodologi riset yang dilakukan untuk Cek Fakta ini adalah:

  1. Melacak sumber atau asal usul pernyataan, klaim atau data statistik yang beredar dan membandingkannya dengan sumber aslinya.
  2. Jika sumber berita dari media sosial maka tahapan yang dilakukan adalah:
    • Sumber berita yang berasal dari media sosial harus berstatus verified

    • Memeriksa konsistensi akun-akun itu. Apakah ada yang janggal atau di luar kebiasaan, tiba-tiba si pemilik akun membuat posting seperti itu. Untuk memastikan akunnya tidak di-hack

    • Jika sumber tidak jelas, selanjutnya masuk prosedur jurnalistik yakni mencari narasumber dan melakukan verifikasi.

    • Kalau sumber jelas, redaksi akan menggali lebih jauh narasumber tersebut untuk dihubungi dan dicheck benar tidaknya dia melakukan posting seperti yang sudah beredar.

    • Mengecek ke beberapa situs resmi atau situs yang terverifikasi atau yang pengelolanya mencantumkan identitas yang jelas.

  3. Mencari konfirmasi pada pihak berewenang
  4. Tidak mengutip sumber anonim sebagai bukti fakta apapun, serta menghindari penggunaan sumber anonim dalam penulisan artikel.
  5. Menggunakan ahli untuk membantu menafsirkan data atau konteks permasalahan.

 

Liputan6.com juga mengajak partisipasi masyarakat untuk menginformasikan berita-berita yang kebenarannya diragukan dengan mengirimkan email ke cekfakta@liputan6.com.

Informasi yang masuk akan dikaji terlebih dahulu apakah layak untuk ditayangkan atau tidak. Tim Cek Fakta yang akan melakukan prosedurnya. Informasi dari pembaca yang layak tayang adalah yang menyangkut kepentingan publik.