Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam

Ancaman abrasi dan banjir rob membayangi pesisir Batang.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 21:06 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ancaman abrasi dan banjir rob terus membayangi kawasan pesisir Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dampaknya telah menjangkau lebih dari 400 hektare wilayah setempat.

Menghadapi kondisi tersebut, Polda Jawa Tengah menanam 1.000 bibit mangrove untuk memperkuat perlindungan pesisir dan mencegah kerusakan lingkungan meluas.

Aksi penghijauan melalui program green policing itu dilakukan Kapolda Jateng Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan di Desa Denasri, Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Menurut Roy, penanaman mangrove menjadi salah satu upaya untuk melindungi ekosistem pesisir dari kerusakan di Kabupaten Batang.

"Perawatan bibit mangrove dan keterlibatan masyarakat diperlukan agar mangrove dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang," kata Roy, Sabtu (23/10/2026).

Karena itu, Polda Jateng berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelaraskan program penanaman mangrove dengan upaya pelestarian lingkungan yang telah berjalan di Kabupaten Batang.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendukung langkah Polda Jateng dan Polres Batang dalam menangani ancaman abrasi dan banjir rob di wilayahnya.

Faiz menyebut dampak abrasi dan banjir rob telah menjangkau lebih dari 400 hektare wilayah di Batang. Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan penanganan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak.

"Penanaman mangrove ini membutuhkan sumber daya yang besar, tenaga yang banyak, dan ide dari berbagai sektor. Alhamdulillah, polisi bersama masyarakat dan pemerintah untuk mencegah abrasi dan rob di Kabupaten Batang," tukas Faiz.