Liputan6.com, Jakarta Cara menanam lengkuas agar cepat bertunas sebenarnya bertumpu pada tiga kunci sederhana, yaitu bibit rimpang yang sehat, kehangatan yang stabil, serta media tanam yang gembur dan tidak becek. Rimpang yang sudah memiliki mata tunas aktif, lalu dirangsang dengan perendaman dan suhu hangat, akan jauh lebih cepat memunculkan tunas pertamanya.
Lengkuas tergolong tanaman rimpang yang bandel sehingga cocok untuk pemula sekalipun. Dengan menerapkan cara menanam lengkuas agar cepat bertunas secara runtut, tunas awal umumnya muncul dalam dua hingga empat minggu, bahkan bisa lebih cepat bila disemai lebih dulu seperti pada panduan cara menanam lengkuas di rumah yang praktis dan hemat.
Lengkuas atau Alpinia galanga adalah anggota keluarga jahe-jahean (Zingiberaceae) yang diperbanyak melalui potongan rimpang, bukan biji. Karena itu, keberhasilan menumbuhkan tunas sangat ditentukan oleh kualitas rimpang yang dijadikan bibit serta kondisi lingkungan tempat ia disemai.
Advertisement
Cara Memilih dan Menyiapkan Bibit Lengkuas agar Cepat Bertunas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486663/original/045889100_1769594592-Menanam_Lengkuas_di_Pekarangan.jpg)
Langkah awal cara menanam lengkuas agar cepat bertunas dimulai dari pemilihan bibit rimpang yang benar-benar berkualitas. Rimpang yang tua, padat, dan sudah memperlihatkan calon mata tunas akan merespons rangsangan pertumbuhan jauh lebih cepat dibanding rimpang muda yang masih lunak.
Penting dipahami bahwa lengkuas berbeda dengan jahe meski sekilas mirip. Dr. Somsak Chanthasri, Etnobotanis dari Kasetsart University, dikutip dari Alibaba, menyatakan, "Lengkuas bukanlah 'sepupu jahe', melainkan padanan fungsional dengan ceruk ekologis dan tanda biokimianya sendiri."
-
Pilih rimpang dari indukan tua: Gunakan rimpang berumur sekitar 9-10 bulan yang diambil langsung dari kebun, bukan sisa yang sudah lama teronggok di pasar. Rimpang tua menyimpan cadangan energi lebih besar sehingga tunas lebih cepat terdorong keluar.
-
Pastikan rimpang padat dan mulus: Pilih rimpang yang terasa keras saat ditekan, tidak keriput, serta bebas dari bercak busuk maupun luka. Rimpang yang lembek atau mengerut biasanya sudah kehilangan vitalitas untuk bertunas.
-
Cek keberadaan mata tunas: Mata tunas adalah titik menonjol pada rimpang tempat tunas baru akan muncul. Semakin banyak mata tunas yang aktif, semakin besar peluang rimpang cepat tumbuh.
-
Potong rimpang dengan ukuran memadai: Potong rimpang menjadi bagian sepanjang 5-7 cm, dan pastikan setiap potongan memiliki 2-3 mata tunas. Potongan yang lebih besar menyimpan lebih banyak energi sehingga cenderung lebih cepat dan kuat bertunas.
-
Rendam untuk merangsang tunas: Merendam rimpang dalam air hangat selama beberapa jam membantu memecah masa dorman. Untuk rimpang yang dibeli dari toko atau supermarket, perendaman juga membantu melarutkan residu zat penghambat tumbuh yang kadang disemprotkan agar rimpang tidak cepat bertunas.
-
Keringkan luka bekas potongan: Angin-anginkan potongan rimpang di tempat teduh selama 1-2 hari sampai bekas sayatan mengering dan membentuk lapisan pelindung (suberisasi). Langkah ini mencegah masuknya patogen dan pembusukan saat rimpang bersentuhan dengan tanah lembap.
Jika masih ragu memilih rimpang, kenali bahwa kulit lengkuas lebih pucat, lebih keras, dan lebih berserat dibanding jahe. Memahami cara membedakan jahe dan lengkuas akan membantu Anda tidak salah pilih bibit sejak awal, baik saat berburu rimpang bibit lengkuas unggul dari dapur maupun dari pedagang bibit.
Baca juga: 10 Bumbu Dapur yang Mudah Tumbuh di Polybag
Advertisement
Cara Menyemai Lengkuas agar Cepat Bertunas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486668/original/080912300_1769594592-5.jpg)
Teknik penyemaian atau pra-penumbuhan adalah rahasia utama cara menanam lengkuas agar cepat bertunas. Dengan menumbuhkan tunas lebih dulu di tempat hangat sebelum dipindah ke media tanam, Anda memangkas waktu tunggu sekaligus bisa menyingkirkan rimpang yang ternyata tidak layak tanam.
-
Siapkan wadah semai yang lembap: Letakkan potongan rimpang pada nampan dangkal berisi media lembap seperti sekam, serbuk sabut kelapa, lumut, atau tisu basah. Media cukup dibuat lembap seperti spons yang diperas, bukan basah kuyup, agar rimpang tidak busuk.
-
Jaga suhu tetap hangat: Tempatkan wadah di lokasi hangat pada kisaran 24-29 derajat Celsius. Suhu hangat yang stabil adalah pemicu paling kuat agar mata tunas cepat membengkak lalu pecah menjadi tunas.
-
Tambahkan sumber panas bila perlu: Di daerah berhawa sejuk atau saat musim hujan, menaruh wadah di atas alas penghangat sangat membantu mempercepat pertunasan. Dilansir dari Epic Gardening, memulai rimpang di dalam ruangan dengan alas penghangat memangkas waktu yang dibutuhkan rimpang untuk mulai bertunas.
-
Pertahankan kelembapan udara: Tutup nampan dengan penutup transparan atau plastik berlubang untuk menjaga kelembapan. Periksa setiap hari dan sesekali buka tutupnya agar udara berganti serta mencegah tumbuhnya jamur.
-
Pindah tanam setelah tunas muncul: Begitu muncul tunas kecil berwarna putih atau merah muda, segera pindahkan rimpang ke media tanam. Menanam rimpang yang sudah bertunas membuat pertumbuhan di atas permukaan tanah berlangsung lebih cepat.
Sebagian pekebun di Asia Tenggara bahkan membiarkan rimpang berdiri dalam wadah berisi air selama satu hingga dua hari sebelum ditanam agar akar dan tunas lebih cepat keluar. Mengacu pada panduan Plantura, tunas pertama berdaun umumnya mulai muncul sekitar tiga hingga empat minggu setelah bagian rimpang ditanam.
Baca juga: Cara Menanam Lengkuas di Botol Plastik Bekas
Cara Menanam dan Merawat Lengkuas agar Tunasnya Tumbuh Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486667/original/074396400_1769594592-4.jpg)
Setelah bibit siap, tahap berikut dalam cara menanam lengkuas agar cepat bertunas adalah menanamnya pada media yang tepat dan merawatnya secara konsisten. Kombinasi media gembur, kelembapan terjaga, serta kehangatan akan membuat tunas yang sudah muncul tumbuh pesat menjadi tanaman kokoh.
Lena Tran, pekebun urban di Savannah, dikutip dari Alibaba, mengungkapkan, "Ini bukan soal meniru iklim muson Thailand, melainkan soal memberi lengkuas versi kenyamanannya sendiri, yaitu teduh saat panas, bisa bernapas saat lembap, dan tanpa toleransi terhadap pangkal yang kedinginan."
-
Racik media tanam yang gembur: Campurkan tanah subur, pupuk kandang atau kompos matang, dan sekam bakar dengan perbandingan sekitar 2:1:1 agar media ringan dan berdrainase baik. Sebagaimana dilaporkan Gardener's Path, lengkuas menyukai tanah remah, loamy, dan berdrainase baik dengan pH antara 6,0 hingga 7,8.
-
Tanam dengan mata tunas menghadap ke atas: Benamkan rimpang sedalam 5-10 cm dengan mata tunas atau tunas muda mengarah ke atas, lalu tutup dengan tanah tipis. Posisi yang benar membuat tunas tidak perlu memutar arah sehingga lebih cepat menembus permukaan.
-
Atur jarak tanam: Beri jarak antar rimpang sekitar 20-30 cm karena lengkuas tumbuh tinggi dan rimbun. Jarak yang cukup mencegah perebutan nutrisi dan menjaga sirkulasi udara.
-
Siram secukupnya: Jaga media tetap lembap tetapi tidak sampai tergenang, terutama sampai tunas muncul. Mengutip Gardening Know How, meski membutuhkan tanah lembap, rimpang lengkuas mudah membusuk pada kondisi yang dingin dan becek.
-
Beri naungan parsial pada fase awal: Tunas muda lebih menyukai naungan sebagian; hindari paparan matahari terik sepanjang hari ketika tanaman masih kecil. Perlindungan ini mengurangi stres dan penguapan berlebih.
-
Pupuk saat tunas mulai tumbuh: Berikan pupuk organik atau NPK seimbang ketika tunas sudah mencapai 5-10 cm untuk mendorong pertumbuhan daun dan pembesaran rimpang. Pemupukan rutin setiap beberapa minggu menjaga pasokan hara.
Kualitas media sangat menentukan, karena itu pelajari pula cara membuat media tanam di polybag dan cara mengolah tanah agar subur dan gembur sebelum menanam. Bagi yang ingin efisien, lengkuas juga bisa dipadukan melalui cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan.
Advertisement
Faktor yang Menentukan Kecepatan Lengkuas Bertunas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365327/original/042494100_1791173448-yXyr6UWROQVkBhRD8vJFak6bZXv7vPrLUe4iEca5.jpg)
Selain teknik penanaman, kecepatan lengkuas bertunas dipengaruhi oleh sejumlah faktor lingkungan dan kondisi bibit. Memahami faktor-faktor berikut membantu Anda mengenali penyebab tunas lambat muncul sekaligus memperbaikinya.
-
Suhu tanah dan udara: Lengkuas butuh suhu tanah hangat sekitar 20-30 derajat Celsius untuk memproduksi tunas. Suhu yang terlalu dingin membuat rimpang diam dalam kondisi dorman lebih lama.
-
Kelembapan media: Media harus lembap merata namun tidak tergenang. Kekurangan air membuat rimpang mengering, sedangkan kelebihan air memicu pembusukan sebelum tunas sempat keluar.
-
Umur dan ukuran rimpang: Berdasarkan panduan Almanac, semakin besar potongan rimpang, semakin cepat ia tumbuh dan semakin besar pula tanaman serta hasil panen yang dihasilkan karena cadangan energinya lebih banyak.
-
Keaktifan mata tunas: Rimpang yang sudah memperlihatkan mata tunas menonjol atau kehijauan akan jauh lebih cepat bertunas dibanding rimpang yang matanya masih rata atau tidur.
-
Drainase dan risiko busuk: Lahan atau wadah tanpa drainase baik membuat air menggenang di sekitar rimpang. Gunakan bedengan tinggi atau pot berlubang agar kelebihan air cepat terbuang.
-
Pencahayaan: Naungan parsial membantu tunas muda, tetapi tempat yang terlalu gelap memperlambat pertumbuhan. Cahaya terang tidak langsung adalah titik tengah yang ideal.
-
Zat penghambat tumbuh: Rimpang dari toko terkadang diberi penghambat agar awet, sehingga perendaman sebelum tanam penting untuk mengembalikan daya tunasnya.
Lengkuas yang tumbuh subur tidak hanya menghemat belanja bumbu, tetapi juga menjadi tanaman bernilai tinggi. Afi Candra Trinugraha, Periset BRIN, dikutip dari BRIN, menyatakan, "Lengkuas memiliki beragam senyawa bioaktif yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pengobatan tradisional maupun modern yang diolah pada industri farmasi."
Dengan memahami seluruh tahapan dan faktor penentu di atas, Anda bisa menumbuhkan lengkuas dari dapur menjadi rumpun produktif, bahkan di lahan terbatas sekalipun. Tak heran bila banyak warga memanfaatkannya hingga mampu meraup rupiah dari berkebun lengkuas di pekarangan rumah, sejalan dengan beragam khasiat lengkuas sebagai bahan baku obat dan kosmetik. Jika lahan Anda sempit, tenang saja, karena lengkuas tetap bisa tumbuh lewat kebun mini di lahan sempit samping rumah maupun dirangkai bersama tanaman rimpang lain yang mudah ditanam di rumah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Lengkuas
Berapa lama lengkuas mulai bertunas setelah ditanam?
Umumnya tunas muncul dalam dua hingga empat minggu bila rimpang sehat dan suhu lingkungan hangat. Perendaman serta penyemaian di tempat hangat sebelum tanam dapat mempercepat kemunculan tunas, apalagi jika Anda sudah memahami ciri-ciri lengkuas dan cara budidayanya.
Apakah lengkuas bisa ditanam di polybag atau pot?
Bisa, asalkan menggunakan wadah besar minimal sekitar 40 liter dengan media gembur berdrainase baik agar rimpang punya ruang berkembang. Cara ini praktis untuk pekarangan terbatas dan bisa dipadukan dengan cara bertani di lahan sempit lainnya.
Mengapa rimpang lengkuas tidak bertunas atau malah membusuk?
Penyebab paling umum adalah media terlalu basah dan dingin, tidak ada mata tunas yang aktif, atau luka potong belum sempat mengering sebelum ditanam. Perbaiki dengan memilih rimpang tua bermata tunas, mengeringkan bekas potongan 1-2 hari, serta memakai media gembur yang tidak menggenang air.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383132/original/088044500_1793074246-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369819/original/012353600_1791537077-bQowSYrQW8ZlrkXdk5Z2o1lQWi1dODQwnkmsbwct.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399231/original/009167800_1761912655-unnamed-15.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119231/original/054127200_1738569033-brooke-cagle-JBwcenOuRCg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383130/original/087432400_1793072035-Gemini_Generated_Image_nsxtbcnsxtbcnsxt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4095487/original/098267400_1658337488-pexels-yan-krukov-9069287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311499/original/049377200_1785403837-0fc7f2d8-2807-4879-9db1-7059320cb74a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3231777/original/096814900_1599546476-freestocks-_3Q3tsJ01nc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578226/original/050320100_1782536534-Q9pPAyic8jv7cpBl4fRIrUpKD9FkIl7fODAhUgsZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3351861/original/013118500_1610946046-group-people-working-out-business-plan-office_1303-15773.jpg)