9 Cara Menyimpan Pakaian di Lemari agar Tidak Lembap dan Bebas Bau Apek

Cara menyimpan pakaian di lemari agar tidak lembap dengan menjaga kebersihan, menggunakan penyerap kelembapan, dan mengatur sirkulasi udara.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 10:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara menyimpan pakaian di lemari agar tidak lembap perlu diperhatikan untuk mencegah jamur dan bau apek. Kelembapan yang terperangkap dapat merusak serat kain, meninggalkan noda, serta membuat pakaian kurang nyaman saat dikenakan.

Pakaian yang belum benar-benar kering menjadi salah satu pemicu kelembapan di dalam lemari. Kondisi ini dapat mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri. Karena itu, pastikan pakaian kering sebelum disimpan dan jaga kebersihan lemari secara rutin.

Selain memastikan pakaian kering, gunakan penyerap kelembapan seperti silika gel dan arang aktif. Atur pakaian agar tidak terlalu padat serta jaga sirkulasi udara di dalam ruangan. Langkah ini membantu menjaga pakaian tetap segar dan bebas bau apek. Berikut cara menyimpan pakaian di lemari agar tidak lembap, Liputan6.com, Selasa (27/10/2026).

1. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering

Sebelum menyimpan pakaian di lemari, pastikan setiap helai sudah benar-benar kering setelah dicuci. Pakaian yang masih menyimpan sedikit kelembapan dapat memicu pertumbuhan jamur dan menimbulkan bau apek. Jika cuaca mendung atau hujan membuat pakaian sulit kering, gunakan pengering atau jemur di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.

Jangan terburu-buru melipat dan menyimpan pakaian hanya karena bagian luarnya terasa kering. Periksa juga bagian yang tebal, seperti kerah, lipatan, dan jahitan, karena area tersebut cenderung lebih lama mengering.

2. Bersihkan Lemari Secara Rutin

Kebersihan lemari berperan penting dalam menjaga pakaian tetap segar dan bebas jamur. Debu, kotoran, serta sisa kelembapan yang menumpuk dapat membuat bagian dalam lemari menjadi tempat yang mendukung pertumbuhan jamur. Bersihkan rak, sudut, dan dinding lemari secara berkala menggunakan lap kering.

Jika diperlukan, gunakan cairan pembersih yang sesuai dengan material lemari. Setelah dibersihkan, biarkan pintu lemari terbuka sampai seluruh permukaannya benar-benar kering sebelum pakaian dimasukkan kembali.

3. Gunakan Silika Gel

Silika gel dapat membantu menyerap kelembapan di dalam ruang penyimpanan yang tertutup. Bahan ini biasanya tersedia dalam bentuk butiran kecil di dalam kantong yang praktis diletakkan di sudut lemari atau di antara tumpukan pakaian.

Penggunaannya dapat membantu mengurangi kelembapan yang berpotensi memicu bau apek dan pertumbuhan jamur. Pilih silika gel sesuai kebutuhan dan periksa kondisinya secara berkala. Jika jenis yang digunakan dapat digunakan kembali, ikuti petunjuk pengeringan dari produsennya. Pastikan kantong tidak robek agar butirannya tidak tercecer dan terjangkau anak-anak.

4. Letakkan Arang Aktif di Dalam Lemari

Arang aktif dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi bau tidak sedap di dalam lemari. Material ini memiliki permukaan berpori yang mampu mengikat sejumlah senyawa penyebab bau. Letakkan arang aktif dalam kantong atau wadah yang sesuai, kemudian tempatkan di sudut lemari tanpa bersentuhan langsung dengan pakaian.

Meski dapat membantu menyegarkan ruang penyimpanan, arang aktif bukan pengganti pengendalian kelembapan. Karena itu, tetap pastikan pakaian kering dan lemari memiliki sirkulasi udara yang memadai agar risiko jamur dapat ditekan.

5. Manfaatkan Kapur Barus atau Kamper

Kapur barus atau kamper umumnya digunakan untuk membantu melindungi pakaian dari ngengat dan memberikan aroma khas pada lemari. Namun, bahan ini tidak dapat diandalkan sebagai penyerap kelembapan utama. Jika ingin menggunakannya, ikuti petunjuk pada kemasan dan pastikan produk ditempatkan sesuai anjuran.

Hindari kontak langsung dengan kulit serta jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk menjaga pakaian tetap kering, kombinasikan penggunaannya dengan langkah lain, seperti memastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan dan menjaga kebersihan lemari secara rutin.

6. Gunakan Baking Soda untuk Mengurangi Bau

Baking soda dapat dimanfaatkan untuk membantu menyerap sebagian bau tidak sedap di dalam lemari. Caranya, masukkan baking soda ke dalam wadah terbuka yang stabil, kemudian letakkan di sudut lemari agar tidak mudah tumpah. Hindari menaburkannya langsung pada pakaian karena residunya dapat tertinggal di serat kain.

Periksa dan ganti baking soda secara berkala sesuai kondisi dan petunjuk penggunaan. Perlu diingat, baking soda bukan solusi utama untuk mengatasi kelembapan tinggi. Jika lemari terasa basah atau berjamur, sumber kelembapan tetap perlu ditangani.

7. Hindari Mengisi Lemari Terlalu Penuh

Menyusun pakaian terlalu padat dapat menghambat pergerakan udara di antara tumpukan kain. Akibatnya, kelembapan lebih mudah terperangkap, terutama pada lemari yang tertutup rapat dan berada di ruangan pengap. Untuk mengatasinya, sisakan sedikit ruang di antara pakaian agar udara dapat bergerak lebih leluasa.

Gunakan gantungan secukupnya dan hindari menumpuk pakaian hingga memenuhi setiap sudut lemari. Jika pakaian sudah terlalu banyak, pertimbangkan untuk memisahkan busana yang jarang digunakan ke tempat penyimpanan lain yang bersih dan kering.

8. Jaga Sirkulasi Udara dan Kelembapan Ruangan

Kondisi ruangan turut memengaruhi kelembapan di dalam lemari. Kamar yang pengap dan minim ventilasi dapat membuat udara lembap terperangkap, sehingga pakaian lebih mudah berbau apek. Buka jendela secara berkala ketika kondisi udara di luar mendukung agar terjadi pertukaran udara.

Jika ruangan cenderung lembap, terutama saat musim hujan, penggunaan dehumidifier dapat membantu menurunkan kadar air di udara. Letakkan lemari jauh dari dinding yang basah atau mengalami rembesan. Langkah ini penting untuk mencegah kelembapan dari lingkungan meresap ke dalam lemari.

9. Pisahkan Pakaian Kotor dari Pakaian Bersih

Pakaian bekas pakai dapat menyimpan keringat, minyak tubuh, dan kotoran yang memicu bau tidak sedap. Jika dicampur dengan pakaian bersih, bau tersebut dapat berpindah dan membuat isi lemari terasa kurang segar. Karena itu, segera pisahkan pakaian kotor ke dalam keranjang khusus yang memiliki ventilasi memadai.

Hindari menyimpan pakaian yang masih basah oleh keringat langsung di dalam keranjang tertutup dalam waktu lama. Sebelum dicuci, biarkan pakaian yang lembap mengering terlebih dahulu jika memungkinkan. Dengan begitu, penumpukan bau dan kelembapan dapat diminimalkan.

Pertanyaan Seputar Cara Menyimpan Pakaian di Lemari agar Tidak Lembap

Mengapa pakaian harus benar-benar kering sebelum disimpan di lemari?

Pakaian yang masih sedikit lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan bakteri, yang pada akhirnya menimbulkan bau apek dan merusak serat kain.

Apa saja bahan yang bisa digunakan sebagai penyerap kelembapan di lemari?

Beberapa bahan yang efektif adalah silika gel, arang aktif, kapur barus (kamper), dan baking soda. Masing-masing memiliki fungsi tambahan seperti menghilangkan bau atau mengusir ngengat.

Bagaimana cara menjaga sirkulasi udara yang baik di lemari dan ruangan?

Jangan mengisi lemari terlalu penuh agar ada ruang bagi udara untuk bersirkulasi. Selain itu, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik dengan sering membuka jendela untuk pertukaran udara.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6