Liputan6.com, Jakarta - Stek pohon rambutan bisa menjadi salah satu cara untuk memperbanyak tanaman di rumah tanpa harus menanam biji. Teknik ini memanfaatkan bagian batang atau pucuk tanaman untuk menghasilkan individu baru yang diharapkan memiliki sifat serupa dengan tanaman induknya. Namun, rambutan termasuk tanaman buah berkayu yang tidak selalu mudah diperbanyak melalui stek batang biasa, sehingga pemilihan bahan, kondisi media tanam, kelembapan, dan perawatan setelah penanaman sangat menentukan keberhasilannya.
Jika ingin stek pohon rambutan cepat tumbuh tunas, hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa munculnya tunas belum tentu menandakan stek sudah berhasil berakar. Batang yang masih menyimpan cadangan makanan terkadang mampu menumbuhkan daun baru meskipun akarnya belum terbentuk. Karena itu, perawatan sebaiknya tidak hanya berfokus pada kemunculan tunas, tetapi juga membantu pembentukan akar agar tanaman baru dapat tumbuh sehat dan bertahan dalam jangka panjang.
Sebelum memulai, perlu diketahui bahwa untuk rambutan, cangkok dan sambung merupakan metode perbanyakan yang umumnya lebih dapat diandalkan daripada stek batang biasa. Meski demikian, stek tetap bisa dicoba sebagai eksperimen dengan menggunakan batang yang tepat dan lingkungan yang mendukung. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang keberhasilannya.
Advertisement
1. Pilih Batang Rambutan yang Sehat dan Sudah Cukup Tua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383013/original/049290300_1793060795-d83feb92-7316-4fbb-83a0-a76eadf5ca4c.jpg)
Langkah pertama dalam cara stek pohon rambutan adalah memilih batang yang mempunyai kondisi sehat, cukup kuat, dan tidak terlalu muda. Batang yang masih sangat lunak biasanya mudah layu setelah dipotong, sedangkan batang yang terlalu tua dan keras dapat lebih sulit membentuk akar. Pilih cabang yang sudah berkayu, tidak menunjukkan tanda serangan hama, serta memiliki beberapa mata tunas yang masih aktif.
Sebaiknya ambil bahan stek dari pohon induk yang produktif dan memiliki buah dengan kualitas baik. Perhatikan juga kondisi daunnya karena daun yang sehat menjadi salah satu petunjuk bahwa tanaman induk memperoleh nutrisi dan air yang cukup. Hindari cabang yang sedang berbunga, berbuah lebat, atau mengalami kerusakan akibat penyakit karena kondisinya kurang ideal untuk dijadikan bahan perbanyakan.
Pada rambutan, pembentukan akar dari stek batang biasa memang cenderung sulit. Stek yang dipersiapkan dengan cara khusus, seperti pelukaan atau pengeratan cabang sebelum dipotong, dapat dicoba dengan bantuan lingkungan lembap dan hormon perangsang akar. Jadi, jangan menganggap semua batang yang sehat pasti akan tumbuh menjadi bibit baru.
Advertisement
2. Siapkan Alat dan Bahan Sebelum Memotong Batang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383014/original/051055400_1793060802-7b60908c-3ab9-4417-9ff5-9227422ed0bb.jpg)
Sebelum memulai proses stek, siapkan gunting pangkas atau pisau yang tajam, pot kecil atau polibag, media tanam, air bersih, serta hormon perangsang akar jika tersedia. Semua perlengkapan tersebut sebaiknya sudah berada di dekat tempat kerja agar batang yang telah dipotong tidak terlalu lama dibiarkan terbuka. Semakin lama bagian potongan terpapar udara panas, semakin besar risiko kehilangan air dan mengalami kerusakan jaringan.
Pastikan pisau atau gunting pangkas dalam keadaan bersih untuk mengurangi risiko penularan penyakit dari tanaman lain. Alat yang tumpul juga perlu dihindari karena dapat membuat permukaan potongan menjadi remuk dan tidak rata. Potongan yang rapi membantu mengurangi kerusakan jaringan, meskipun tidak otomatis membuat akar tumbuh lebih cepat pada tanaman yang memang sulit diperbanyak melalui stek.
Untuk bahan pendukung, hormon perangsang akar berbahan aktif seperti IBA atau NAA dapat dipertimbangkan apabila tersedia dalam produk khusus perbanyakan tanaman. Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan karena konsentrasi yang terlalu tinggi justru dapat merusak jaringan batang. Hormon tersebut bukan jaminan keberhasilan, tetapi bisa menjadi salah satu upaya untuk mendukung pembentukan akar pada stek yang sesuai.
3. Potong Batang dengan Ukuran yang Sesuai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383015/original/081421000_1793060808-e15e8827-022c-420c-924c-063a4b881fe6.jpg)
Pilih cabang berkayu yang memiliki beberapa mata tunas dan potong menggunakan alat yang tajam. Sebagai percobaan awal, kamu dapat menyiapkan batang sepanjang sekitar 30–40 cm dengan beberapa mata tunas yang sehat. Ukuran ini merupakan titik awal percobaan, bukan ukuran baku yang menjamin keberhasilan stek rambutan. Usahakan memilih cabang yang tidak terlalu kecil agar cadangan air dan makanannya masih mencukupi selama masa pembentukan akar.
Buat potongan bawah dengan rapi, kemudian kurangi jumlah daun yang menempel pada batang. Jika terdapat daun berukuran besar, sebagian permukaan daunnya dapat dipangkas untuk mengurangi penguapan. Namun, jangan menghilangkan semua daun secara sembarangan karena kondisi dan respons stek rambutan dapat berbeda-beda. Dalam metode stek yang memerlukan kelembapan tinggi, daun yang tersisa tetap harus dijaga agar tidak cepat layu.
Setelah batang dipotong, segera lakukan penanaman agar bagian bawahnya tidak terlalu lama kehilangan kelembapan. Apabila menggunakan hormon perangsang akar, aplikasikan pada bagian pangkal sesuai dosis produk. Hindari mengoleskan bahan secara berlebihan atau mencampurkan berbagai bahan rumahan tanpa mengetahui pengaruhnya terhadap jaringan tanaman.
Advertisement
4. Gunakan Media Tanam yang Gembur dan Tidak Becek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383016/original/027158900_1793060817-84cbd7eb-de03-4a4b-83ad-e69314737db0.jpg)
Media tanam mempunyai peran penting dalam membantu stek bertahan selama menunggu akar terbentuk. Gunakan campuran yang mampu mempertahankan kelembapan, tetapi tetap memiliki pori-pori udara yang cukup. Salah satu pilihan untuk percobaan stek adalah campuran sabut kelapa olahan atau cocopeat dengan perlit atau bahan berpori lain. Media sebaiknya bersih dan tidak mengandung pupuk kandang segar yang dapat meningkatkan risiko pembusukan.
Masukkan media ke dalam pot atau polibag yang memiliki lubang drainase. Buat lubang tanam terlebih dahulu, lalu masukkan pangkal stek dengan hati-hati agar permukaan potongan tidak rusak akibat gesekan. Padatkan media secara ringan supaya batang berdiri stabil, tetapi jangan menekan media terlalu keras karena kondisi yang terlalu padat dapat menghambat sirkulasi udara di sekitar pangkal batang.
Basahi media hingga lembap secara merata sebelum stek dimasukkan. Hindari kondisi yang sampai menggenang karena pangkal batang yang terus-menerus terendam air berisiko membusuk sebelum akar terbentuk. Perlu diingat, media yang subur belum tentu menjadi media terbaik untuk stek. Pada tahap awal, kestabilan kelembapan, kebersihan, dan aerasi lebih penting daripada pemberian pupuk dalam jumlah banyak.
5. Letakkan Stek di Tempat Teduh dengan Kelembapan Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383017/original/033352900_1793060980-e9899607-8ed2-41e9-a66a-abd41132c6a0.jpg)
Setelah ditanam, letakkan stek rambutan di tempat terang yang terlindung dari sinar matahari langsung, angin kencang, dan hujan deras. Sinar matahari yang terlalu terik dapat mempercepat penguapan dari daun, sementara akar yang belum terbentuk belum mampu menggantikan air yang hilang tersebut. Kondisi seperti ini membuat batang mudah layu meskipun media tanam terlihat basah.
Kamu dapat menggunakan sungkup plastik bening untuk membantu menjaga kelembapan udara di sekitar stek. Namun, sungkup sebaiknya tidak menempel langsung pada daun, dan ventilasi tetap diperlukan agar suhu tidak meningkat terlalu tinggi serta jamur tidak mudah berkembang. Periksa kondisi sungkup secara rutin, terutama pada siang hari. Jika muncul embun berlebihan atau tanda pembusukan, tingkatkan sirkulasi udara secara bertahap.
Jangan meletakkan stek di tempat yang gelap sepanjang hari. Tanaman tetap membutuhkan cahaya untuk mendukung proses fisiologisnya, meskipun kebutuhan cahaya pada tahap awal perlu diseimbangkan dengan risiko kehilangan air. Tempat teduh yang terang biasanya menjadi pilihan lebih masuk akal daripada area yang terkena matahari terik atau ruangan yang hampir tidak mendapatkan cahaya.
Advertisement
6. Siram Secukupnya agar Batang Tidak Mengering
Penyiraman perlu dilakukan dengan hati-hati karena stek rambutan belum mempunyai sistem perakaran yang mampu menyerap air secara optimal. Periksa kelembapan media setiap hari dengan menyentuh permukaannya atau memeriksa bagian dalam media secara perlahan. Jika media mulai mengering, tambahkan air secukupnya sampai kembali lembap, tetapi jangan sampai air menggenang di dasar pot.
Frekuensi penyiraman tidak harus selalu sama setiap hari karena dipengaruhi oleh cuaca, jenis media, ukuran wadah, dan kondisi sungkup. Media yang berada di bawah sungkup biasanya lebih lambat kehilangan air dibandingkan media yang diletakkan di tempat terbuka. Oleh sebab itu, lebih baik menyesuaikan penyiraman berdasarkan kondisi nyata daripada mengikuti jadwal yang kaku.
Perhatikan juga kondisi batang dan daun selama masa perawatan. Daun yang mulai layu dapat menandakan kelembapan udara terlalu rendah, tetapi batang yang menghitam atau berbau tidak sedap dapat mengindikasikan pembusukan. Jika pangkal batang mulai membusuk, menambah air justru dapat memperburuk keadaan. Jaga keseimbangan antara kelembapan dan sirkulasi udara agar jaringan batang tetap sehat selama menunggu pembentukan akar.
7. Jangan Terburu-buru Memberikan Pupuk
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika memperbanyak tanaman adalah memberikan pupuk segera setelah batang ditanam dengan harapan tunas cepat muncul. Padahal, stek yang belum berakar belum mampu menyerap unsur hara dari media secara optimal. Pemberian pupuk dengan konsentrasi tinggi pada tahap ini berisiko menyebabkan stres pada jaringan tanaman, terutama apabila kondisi media terlalu kering atau kadar garamnya meningkat.
Pada masa awal, prioritaskan kondisi batang agar tetap segar dan tidak membusuk. Jika tunas mulai muncul, jangan langsung menganggap tanaman sudah siap menerima pupuk dalam jumlah besar. Tunas baru dapat tumbuh dengan memanfaatkan cadangan makanan yang tersimpan di dalam batang, sehingga kemunculannya belum menjadi bukti bahwa akar telah terbentuk dengan baik.
Pupuk dengan konsentrasi rendah baru dapat dipertimbangkan setelah stek menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan mempunyai akar yang memadai. Namun, untuk rambutan yang diperbanyak melalui stek biasa, pembentukan akar tetap menjadi tantangan utama. Jadi, jangan mengandalkan pupuk sebagai cara utama mempercepat pertumbuhan tunas karena faktor kelembapan, kesehatan jaringan, dan keberhasilan pembentukan akar jauh lebih menentukan pada tahap awal.
Advertisement
8. Periksa Perkembangan Tunas dan Akar secara Berkala
Selama masa perawatan, amati perubahan pada mata tunas, daun, dan batang tanpa terlalu sering membongkar media tanam. Tunas yang mulai membesar atau mengeluarkan daun baru dapat menjadi tanda awal aktivitas pertumbuhan. Meski demikian, jangan langsung memindahkan stek ke pot yang lebih besar hanya karena terlihat ada daun baru, sebab akar mungkin belum cukup berkembang untuk menopang pertumbuhan tersebut.
Untuk memeriksa keberhasilan stek, perhatikan apakah batang tetap kokoh, warna jaringan masih sehat, dan pertumbuhan tidak diikuti gejala layu berkepanjangan. Jika menggunakan wadah transparan yang aman untuk pembibitan, perkembangan akar mungkin dapat diamati dari bagian luar media. Akan tetapi, hindari membuka media atau menarik batang berulang kali karena tindakan tersebut dapat merusak akar muda yang baru terbentuk.
Tidak ada waktu pasti kapan stek rambutan akan menghasilkan akar dan tunas. Pada tanaman yang mudah berakar, perubahan bisa terlihat dalam beberapa minggu, tetapi rambutan dapat memerlukan waktu lebih lama dan tingkat kegagalannya relatif tinggi. Jika setelah beberapa waktu batang mengering, menghitam, atau membusuk, evaluasi kembali bahan stek, kelembapan, media, dan kondisi lingkungan sebelum melakukan percobaan berikutnya.
9. Pertimbangkan Metode Cangkok jika Ingin Lebih Cepat Berhasil
Jika tujuan utamamu adalah mendapatkan bibit rambutan dengan sifat yang sama seperti pohon induk, metode cangkok layak dipertimbangkan sebagai alternatif. Teknik ini memungkinkan cabang membentuk akar ketika masih terhubung dengan pohon induk, sehingga cabang tetap mendapatkan pasokan air dan nutrisi selama proses pembentukan akar. Perbanyakan rambutan secara vegetatif dapat dilakukan melalui cangkok, sedangkan okulasi juga digunakan untuk menghasilkan bibit dengan sifat unggul.
Secara umum, cangkok dilakukan dengan memilih cabang sehat yang cukup dewasa, mengupas kulit batang pada bagian tertentu, membersihkan lapisan kambium, kemudian membungkus bagian tersebut dengan media lembap seperti campuran tanah dan bahan organik yang sesuai. Bungkus media menggunakan plastik atau bahan pembungkus lain, lalu ikat kedua ujungnya agar media tidak mudah terlepas. Jaga kelembapannya dan tunggu sampai akar tumbuh cukup banyak sebelum cabang dipotong dari induknya.
Metode ini bukan berarti selalu berhasil, tetapi umumnya lebih dapat diandalkan daripada stek batang biasa untuk rambutan. Stek tidak lazim digunakan secara komersial untuk tanaman ini, sedangkan pencangkokan cabang muda lebih sering dilakukan oleh pekebun rumahan. Jika menginginkan bibit yang lebih kuat dan seragam, kamu juga dapat mempertimbangkan bibit hasil okulasi atau sambung dari penangkar tepercaya.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Stek Pohon Rambutan
1. Berapa lama stek pohon rambutan mulai tumbuh tunas?
Waktunya tidak bisa dipastikan karena rambutan relatif sulit diperbanyak melalui stek batang biasa. Tunas dapat muncul sebelum akar terbentuk, sehingga perhatikan juga kesehatan batang dan perkembangan akarnya.
2. Apakah stek rambutan harus menggunakan hormon perangsang akar?
Tidak harus, tetapi hormon perangsang akar dengan bahan aktif seperti IBA dapat membantu dalam kondisi tertentu. Gunakan produk khusus tanaman sesuai petunjuk pada kemasan dan hindari dosis berlebihan.
3. Mengapa stek pohon rambutan layu setelah dipotong?
Stek bisa layu karena kehilangan air terlalu cepat, kelembapan udara rendah, paparan matahari terik, atau kerusakan jaringan. Letakkan stek di tempat teduh yang terang dan jaga media tetap lembap tanpa membuatnya becek.
4. Media tanam apa yang cocok untuk stek pohon rambutan?
Gunakan media yang bersih, gembur, dan mampu mempertahankan kelembapan tanpa menggenangkan air, seperti cocopeat yang dicampur perlit. Pastikan wadah memiliki lubang drainase agar pangkal batang tidak mudah membusuk.
5. Apakah stek rambutan lebih baik daripada cangkok?
Untuk rambutan, cangkok umumnya lebih dapat diandalkan daripada stek batang biasa. Cangkok memungkinkan akar tumbuh saat cabang masih terhubung dengan pohon induk, sedangkan stek harus membentuk akar setelah batang dipisahkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383009/original/061804100_1793060320-0ab43603-c976-4864-adc1-5459e045270c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557232/original/063826500_1776322604-Gemini_Generated_Image_mhdhr3mhdhr3mhdh.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328787/original/059938700_1787208565-7003278317866844487.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5434439/original/085265100_1764927392-Depositphotos_835881408_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354844/original/017602300_1790065258-RqaO57LLJOkemQW9XubLnrnYNQgCJ50CvosbFDYf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7149996/original/040795700_1779938391-5778176752468672576.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382698/original/021699500_1793006693-Untitledw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382575/original/092504300_1793001434-24220d1d-0eca-40e6-a1b0-37553042f431.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382610/original/099320100_1793003078-Untitledq.jpg)