Niat Uji Kesaktian Ilmu, Pria di Sukabumi Babak Belur Dikeroyok

Tensi memanas ketika seorang pria dari pihak padepokan yang dipanggil Tabib Jalil tiba-tiba memukul rahang Iskandar.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 09:38 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Niat hati ingin membuktikan kebenaran sebuah ilmu kesaktian, seorang tokoh agama di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, justru bernasib nahas. Pria bernama Iskandar Abdul Jabar (27) ini menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di Padepokan Al Bathin Al Waliyy.

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Ciracap. Aksi ini sempat terekam video dan viral di media sosial. Korban yang juga merupakan Ketua Aliansi An-Nahar menyebut bahwa niat awalnya murni untuk berdiskusi.

"Motivasi saya datang ke sana murni ingin menguji klaim mereka. Saya ingin membuktikan kebenaran ilmu laduni karomah tersebut," jelas Iskandar, Senin (26/10/2026).

Iskandar datang ke padepokan tersebut bersama seorang rekannya yang bernama Risjan.

Alih-alih disambut dengan diskusi ilmiah, pihak padepokan justru menolak ajakan tersebut dengan alasan yang mengejutkan korban.

"Ternyata saat didatangi, mereka menolak. Pihak padepokan beralasan bahwa ilmu tersebut tidak bisa didiskusikan," tambahnya.

Tensi memanas ketika seorang pria dari pihak padepokan yang dipanggil Tabib Jalil tiba-tiba memukul rahang Iskandar. Merespons hal itu, korban sempat bangkit dan mencoba menenangkan situasi.

"Saya jelaskan bahwa kedatangan saya bukan untuk cari ribut. Tujuan saya murni hanya untuk diskusi dan pembuktian," ungkap Iskandar.

Nahas, belum tuntas ia berbicara, anggota lain bernama Ajis melayangkan pukulan susulan. Merasa terdesak, Iskandar akhirnya melakukan perlawanan untuk membela diri hingga salah satu pelaku terjatuh menabrak dispenser.

Korban pun berhasil meloloskan diri dengan luka gores di tangan.

 

 

Demi menghindari bentrokan susulan atau aksi main hakim sendiri dari simpatisannya, Iskandar melaporkan pengeroyokan ini ke Polsek Ciracap.

"Agar tidak terjadi gejolak atau pengerahan massa dari pihak saya, kasus ini langsung saya serahkan ke pihak berwajib," tegasnya.

Dihubungi secara terpisah, Kapolsek Ciracap Iptu Taufick Hadian memastikan insiden kekerasan ini akan segera ditindaklanjuti secara hukum.

"Sesuai harapan pelapor, perkara ini akan diproses secepatnya. Kasus ini segera kami limpahkan ke Satreskrim Polres Sukabumi," ujar Taufick.

Kepolisian juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada penegak hukum.

"Masyarakat jangan sampai terprovokasi pihak yang ingin mencederai hukum. Mari jaga kondusifitas dan tetap bijak dalam bermedsos," tegasnya.