Doa Ketika Menghadapi Perkataan Buruk dari Orang Lain, Perlindungan dari Fitnah dan Ketenangan Hati

Doa ketika menghadapi perkataan buruk dari orang lain menjadi jalan agar hati tetap terkendali

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perkataan buruk dapat melukai harga diri, memicu amarah, bahkan dapat memicu konflik yang lebih besar. Doa ketika menghadapi perkataan buruk dari orang lain menjadi jalan agar hati tetap terkendali dan lisan tidak membalas keburukan dengan keburukan.

Al-Qur’an mengajarkan agar hamba berlindung dari bisikan jahat serta memohon keselamatan dari fitnah orang zalim, sebagaimana QS Yunus: 85–86.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da’ wa Ad-Dawa menjelaskan bahwa doa adalah obat paling bermanfaat dan dapat menolak bencana sebelum terjadi maupun meringankannya setelah menimpa. Penting untuk berdoa saat kesusahan, termasuk ketika menghadapi kezaliman lisan.

Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah karya Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menempatkan doa sebagai sarana terdekat menuju pertolongan Allah. Doa adalah senjata ampuh bagi mukmin, termasuk saat menghadapi kesedihan dan tekanan orang lain.

Sementara, Buku Dzikir Pagi dan Petang Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani menghimpun zikir perlindungan dari kejahatan diri, setan, dan manusia. Merujuk literatur kontemporer dan klasik, berikut ini adalah doa-doa menghadapi perkataan orang lain.

Doa-Doa Ketika Menghadapi Perkataan Buruk dari Orang Lain

1. Doa Memohon Ampunan bagi Orang yang Menghina

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Latin: Allaahummaghfir li qaumii fa innahum laa ya‘lamuun.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”

Doa ini dibaca Nabi saat dihina dan direndahkan. Imam an-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini menunjukkan keluhuran akhlak Nabi: beliau tidak membalas celaan, melainkan memohon ampunan bagi orang yang menyakitinya.

Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir menegaskan bahwa doa adalah senjata mukmin, dan doa Nabi ini menjadi teladan agar lisan tidak dikotori balasan keburukan.

2. Doa Perlindungan dari Fitnah Orang Zalim

Arab: رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin: Rabbanaa laa taj‘alnaa fitnatan lil qaumizh zhaalimiin, wa najjinaa birahmatika minal qaumil kaafiriin.

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari kaum yang kafir.”

Sumber QS Yunus: 85–86. Ayat ini dibaca Bani Israil ketika menghadapi penindasan Firaun. Doa ini memohon agar perkataan buruk dan fitnah tidak menjadi ujian yang menjatuhkan iman, sekaligus memohon keselamatan dari tipu daya orang zalim.

Ibnu Qayyim dalam Ad-Da’ wa Ad-Dawa menegaskan bahwa doa dapat menolak bencana dan menjaga hamba dari kejahatan.

3. Doa Memohon Kesabaran dan Keteguhan

Arab: رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin: Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.

Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.”

Sumber QS Al-Baqarah: 250. Doa ini mengajarkan bahwa kesabaran adalah kekuatan yang diminta kepada Allah, bukan sekadar ditunggu. Saat menghadapi perkataan buruk, doa ini membantu menahan reaksi emosional dan tetap teguh pada prinsip. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menempatkan doa saat kesusahan sebagai amalan yang dianjurkan.

4. Doa Ketenangan Hati dari Kesedihan dan Tekanan Orang

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika minal hammi wal hazan, wal ‘ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubn, wa dhala‘id daini wa ghalabatir rijaal.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keresahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari kekikiran dan sifat pengecut, dari lilitan utang dan tekanan orang.”

Sumber HR Bukhari. Doa ini termuat dalam Ebook Koleksi Doa dan Zikir Ustaz Salehuddin pada bab doa ketika ditimpa rasa sedih dan dukacita. Ustaz Salehuddin menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari tekanan orang lain (ghalabatir rijaal), sehingga relevan dibaca ketika perkataan buruk membuat hati sesak. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar juga meriwayatkan doa serupa untuk menghilangkan kesedihan.

5. Doa Perlindungan dari Keburukan Pendengaran, Penglihatan, Lisan, dan Hati

Arab: اللَّهُمَّ عَافِنِي مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي

Latin: Allaahumma ‘aafinii min syarri sam‘ii wa min syarri basharii wa min syarri lisaanii wa min syarri qalbii wa min syarri maniyyii.

Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku dari keburukan pendengaranku, penglihatanku, lisanku, hatiku, dan dari keburukan air maniku.”

Sumber HR Tirmidzi dan Nasa’i. Doa ini melindungi hamba agar tidak terpengaruh perkataan buruk yang didengar, tidak melihat hal yang merusak, tidak mengucapkan kata buruk, dan menjaga hati dari niat jahat.

Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan menyeluruh bagi anggota tubuh dari perbuatan dosa.

6. Doa Hasbunallah wa Ni‘mal Wakil

Arab: حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Latin: Hasbunallaahu wa ni‘mal wakiil.

Artinya: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Sumber QS Ali ‘Imran: 173. Doa ini dibaca Nabi dan para sahabat saat menghadapi ancaman. Dalam Tafsir As-Sa’di, ayat ini menambah iman dan keberanian. Saat menghadapi perkataan buruk yang membuat hati tertekan, doa ini mengembalikan sandaran kepada Allah, bukan kepada kekuatan sendiri.

7. Doa agar Tidak Membalas dengan Keburukan

Arab: رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ، وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ، وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ، وَاهْدِنِي وَيَسِّرِ الْهُدَى لِي، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ

Latin: Rabbi a‘innii wa laa tu‘in ‘alayya, wansurnii wa laa tanshur ‘alayya, wamkur lii wa laa tamkur ‘alayya, wahdinii wa yassiril hudaa lii, wansurnii ‘alaa man baghaa ‘alayya.

Artinya: “Wahai Tuhanku, bantulah aku dan jangan Engkau bantu musuh untuk mengalahkanku. Tolonglah aku dan jangan Engkau tolong musuh untuk menaklukkanku. Tunjukkanlah strategi untuk mengalahkan musuhku dan jangan tunjukkan strategi mereka untuk mengalahkanku. Berilah petunjuk dan mudahkanlah hidayah untukku. Tolonglah aku menghadapi orang yang menzalimiku.”

Sumber HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dinilai hasan oleh Al-Albani, sebagaimana termuat dalam Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq al-Badr. Doa ini memohon pertolongan agar tidak dikalahkan oleh keburukan orang lain, sekaligus memohon hidayah agar respons yang diambil tetap benar.

Waktu Terbaik Membaca Doa Ketika Menghadapi Perkataan Buruk

1. Sepertiga Malam Terakhir

Akhir malam sebagai waktu mustajab, berdasarkan hadis Tirmidzi bahwa Nabi ditanya tentang doa yang paling didengar, dan beliau menjawab: “Sepertiga malam terakhir dan setelah shalat wajib”.

2. Setelah Shalat Fardhu

Waktu setelah shalat wajib termasuk waktu yang dianjurkan untuk berdoa, terutama saat menghadapi tekanan batin.

3. Antara Azan dan Iqamah

Waktu singkat ini termasuk waktu yang dijanjikan untuk dikabulkannya doa, sebagaimana disebut dalam berbagai riwayat.

4. Saat Sedang Dihina atau Dipermalukan

Doa Nabi Allaahummaghfir li qaumii dibaca langsung saat celaan terjadi, agar hati tidak dikuasai amarah.

5. Saat Hati Mulai Terasa Sesak atau Marah

Doa ketenangan hati dan Hasbunallah dibaca sebelum emosi meledak, sehingga lisan terjaga dari balasan buruk.

6. Hari Jumat, Terutama Sore Hari

Sebagian riwayat menyebut sore Jumat sebagai waktu diijabahnya doa, sebagaimana disebut Islamweb.

Faedah Doa Ketika Menghadapi Perkataan Buruk dari Orang Lain

1. Menenangkan hati dan meredam amarah

Doa mengalihkan fokus dari celaan manusia kepada pertolongan Allah. Membaca doa saat dihina membantu merasa lebih tenang dan meredam amarah.

2. Menjaga lisan dari dosa balasan

Doa Nabi yang memohon ampunan bagi penghina mengajarkan bahwa membalas celaan dengan celaan hanya menambah dosa. Doa menjadi pengingat untuk menahan diri.

3. Memperkuat kesabaran dan keteguhan

Doa QS Al-Baqarah: 250 memohon kesabaran dan keteguhan langkah, sehingga hamba tidak mudah goyah oleh tekanan sosial.

4. Memohon perlindungan dari fitnah

Doa QS Yunus: 85–86 menjaga hamba agar tidak menjadi sasaran fitnah dan tetap berada dalam lindungan rahmat Allah.

5. Mendatangkan ketenangan batin

Doa perlindungan dari keburukan pendengaran, lisan, dan hati membantu menjaga kesehatan mental dan spiritual, sehingga perkataan buruk tidak mudah menguasai pikiran.

 

Pertanyaan Seputar Doa Saat Dihina

1. Apa doa yang dibaca Nabi saat dihina?

“Allaahummaghfir li qaumii fa innahum laa ya‘lamuun” — doa memohon ampunan bagi kaum yang menghina, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

2. Kapan waktu terbaik membaca doa saat menghadapi perkataan buruk?

Sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, antara azan dan iqamah, saat sedang dihina, dan saat hati mulai marah.

3. Bolehkah mendoakan keburukan bagi orang yang menghina?

Boleh, sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar, tetapi memaafkan dan memohon ampunan bagi mereka lebih utama, sebagaimana dicontohkan Nabi.

4. Apa doa agar tidak terpengaruh perkataan orang lain?

“Allaahumma ‘aafinii min syarri sam‘ii wa min syarri basharii wa min syarri lisaanii wa min syarri qalbii” dan “Hasbunallaahu wa ni‘mal wakiil” dapat dibaca untuk menjaga hati dan lisan.

5. Apa tanda doa menghadapi perkataan buruk mulai berdampak?

Hati lebih tenang, tidak mudah tersinggung, mampu menahan balasan, dan lebih memilih mendoakan atau memaafkan daripada membalas.