Harga Cabai Mahal, Bapanas Bisa Tanggung Biaya Distribusi

Bapanas mendorong pemerintah daerah untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga cabai. Salah satu dengan permohonan bantuan distribusi.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 08:31 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta pemerintah daerah (pemda) aktif untuk menyurati permohonan bantuan distribusi pangan. Menyusul adanya temuan kenaikan harga cabai yang melambung di berbagai daerah.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto mengatakan skema fasilitasi distribusi pangan (FDP) disiapkan Bapanas untuk menjaga harga pangan di tingkat konsumen.

Saat ini, beberapa komoditas pangan sedang mengalami kenaikan. Harga cabai rawit merah bahkan telah nail 61,6 perse, sementara cabai merah keriting melonjak hingga 43,03 persen dari harga acuan penjualan (HAP).

"Jadi kita harapkan kawan-kawan dari daerah ini mengajukan surat kepada Badan Pangan Nasional untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga cabai," ujar Andriko mengutip keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).

Melalui skema FDP, Bapanas memfasilitasi pengiriman bahan pangan dari wilayah surplus langsung ke wilayah yang mengalami penyusutan pasokan. Pemerintah daerah diimbau aktif mengajukan permohonan stabilisasi dengan melampirkan data lengkap mengenai pemasok, pembeli (off-taker), hingga perkembangan harga di lokasi tujuan.

Intervensi ini dirancang tak sekadar membagi pangan murah di titik penjualan, melainkan membongkar sumbatan rantai distribusi antardaerah.

"Karena anggaran FDP ini ada di pusat dan nanti Pak Sekjen (Kemendagri) pada saat kita mendetilkan ini, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas akan terlibat dan akan melakukan upaya-upaya percepatan agar cabai ini dapat kita stabilkan," tegas Andriko.

 

Pemda Perlu Gelar Pasar Murah

Pada saat yang sama, Andriko mendorong Pemda untuk mempercepat penyerapan realisasi anggaran. Serta, menjadikan cabai sebagai prioritas utama dalam setiap operasi pasar Gerakan Pangan Murah (GPM), khususnya di daerah yang mencatatkan kenaikan harga paling tajam.

"Jadi kita terus dengan pemerintah provinsi dan kabupaten melakukan upaya gerakan pangan murah. Ini anggarannya ada tiga sebenarnya, yang pertama dilakukan di pusat, di Badan Pangan Nasional, kemudian juga ada dana dekon di provinsi. Ini kita minta realisasinya segera dipercepat bagi yang belum," tambahnya.

Selain cabai, Bapanas juga menaruh perhatian serius pada pergerakan harga komoditas strategis lainnya, seperti beras premium, jagung di tingkat peternak, gula konsumsi, Minyakita, hingga daging sapi.

 

11 Ribu GPM

Sepanjang 1 Januari hingga 23 Oktober 2026, Bapanas mencatat telah menggelar 11.822 kegiatan GPM di seluruh penjuru tanah air. Untuk pekan kelima Oktober 2026, sebanyak 140 titik GPM disiapkan, dengan fokus sebaran terbesar di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Bengkulu, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.

Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan aneka bahan pokok dengan harga terjangkau, mulai dari beras, gula konsumsi, minyak goreng, cabai, telur ayam, daging ayam, bawang merah, bawang putih, hingga daging sapi.

Tak berhenti di situ, Bapanas juga bersiap menggelar aksi GPM serentak nasional jilid berikutnya pada akhir tahun.

"Ini arahan Pak Kepala Badan Pangan Nasional, Pak Amran Sulaiman, akan kita lanjutkan kembali nanti pada awal Desember yang juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia," jelas Andriko.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6