Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat mewujudkan pertobatan ekologis yang berkelanjutan dengan memperluas cakrawala persaudaraan melalui konsep ukhuwah makhluqiyah, yakni persaudaraan antarsesama makhluk ciptaan Tuhan.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat menjadi pembicara dalam acara “Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata” yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/10/2026).
Menurut Nasaruddin, berbagai kitab suci, termasuk Al-Qur’an, menegaskan bahwa seluruh alam semesta senantiasa bertasbih memuji Sang Pencipta.
Advertisement
Oleh karena itu, hubungan antara manusia dan alam semesta harus dibangun berdasarkan etika teologis yang harmonis, bukan pandangan sekuler yang menganggap alam sebagai benda mati.
“Pandangan sekuler yang berkembang sekitar abad 18-19 itu adalah keliru, mengganggap alam sebagai benda mati, dan bertentangan dengan ajaran agama manapun,” kata Menag, dilansir Antara, Selasa (13/10/2026).
Dia mencontohkan tradisi leluhur masyarakat Nusantara yang memiliki kedekatan emosional dan spiritual dengan alam. Kedekatan itu tercermin dari cara mereka membaca tanda-tanda cuaca di laut hingga memanfaatkan kekayaan botani secara arif tanpa merusak lingkungan.
“Dahulu nenek moyang kita itu mengelola alam semesta ini menggunakan otak kanan yang didominasi oleh feeling. Begitu melihat hamparan, lautan, atau pohon besar, yang dilihat adalah sahabat, bukan objek eksploitasi,” kata Nasaruddin.
Merawat Alam sebagai Wujud Pengamalan Agama
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menyoroti pentingnya menerjemahkan teks keagamaan secara tepat. Salah satunya dengan memaknai frasa Bismillahirrahmanirrahim sebagai “atas nama Allah” yang mencerminkan sifat kasih sayang Tuhan (The Mother of God), alih-alih menggunakan pendekatan ekomaskulin yang destruktif.
Baginya, merawat lingkungan dengan penuh kasih sayang merupakan wujud nyata pengamalan ajaran agama. Dalam ajaran tersebut, manusia ditempatkan sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan bumi, bukan sebagai perusak yang melampaui batas.
Nasaruddin mengingatkan agar manusia tidak memandang bentang alam semata-mata sebagai sumber daya untuk dieksploitasi. Aktivitas seperti menggali gunung dan menggunduli hutan, kemudian mengalihfungsikannya menjadi usaha bernilai ekonomis, perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap seluruh makhluk hidup di bumi.
“Semakin kalian tidak bersahabat dengan alam, maka Anda akan mengundang kiamat itu datang lebih awal. Maka dari itu, pertobatan ekologi ini merupakan bagian mutlak dari implementasi konsep ekoteologi,” ujar Menag Nasaruddin.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310864/original/061119800_1785378239-1000175610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324512/original/060064700_1786713716-IMG_4132.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313247/original/036525900_1785598776-c764b9a3-275b-435b-9cce-78a19422da68.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5410032/original/027512000_1762918858-Menag.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8649049/original/047334700_1782661347-01KW6T2EQ4GDPCEBZ4DQCGJDNS.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7653290/original/025473000_1780445650-1000168391.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7418538/original/029992200_1780196432-Menag_Waisak.jpg)