Liputan6.com, Jakarta - Rasa bimbang tak tak muncul saat seseorang harus mengambil keputusan besar. Ketakutan salah langkah membuat seseorang semakin ragu. Dalam kondisi seperti ini, maka seseorang dianjurkan melaksanakan sholat istikharah, amalan untuk memohon petunjuk.
Rasulullah SAW mengajarkan sholat istikharah, ibadah sunnah dua rakaat yang dilakukan ketika seseorang menghadapi suatu urusan dan membutuhkan petunjuk Allah. “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, hendaklah ia shalat dua rakaat selain shalat wajib, kemudian berdoa...” (HR. Bukhari).
Abd. Rochim Nasrallah menjelaskan, istikharah pada dasarnya bukan cara untuk meramal masa depan atau menunggu tanda melalui Mimpi bahwa seseorang tetap perlu menggunakan akal, mempertimbangkan keadaan, mencari informasi, serta melakukan ikhtiar sebelum menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.
Advertisement
Dalam penjelasan Ibnu Hajar al-Asqalani melalui Fath al-Bari, hasil istikharah dapat terlihat melalui kemudahan dalam menjalani suatu perkara dan ketenteraman hati, bukan semata-mata melalui pengalaman gaib. sholat istikharah dapat dipahami sebagai bentuk keseimbangan antara ikhtiar manusia dan tawakal kepada Allah.
Setelah berikhtiar dan memohon petunjuk, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan keyakinan bahwa pilihan-Nya memiliki hikmah, termasuk ketika hasilnya tidak sesuai dengan keinginan semula.
Cara Melatih Ketenangan Batin Lewat Makna Sholat Istikharah
1. Berhenti Menuntut Jawaban Instan, Mulailah dari Kepasrahan yang Tenang
Banyak orang gagal meraih ketenangan karena datang kepada Allah dengan tuntutan: “Ya Allah, tunjukkan sekarang juga mana yang harus kupilih.”
Padahal, istikharah adalah ruang untuk membawa pilihan kepada Allah setelah manusia berusaha mencari tahu, mempertimbangkan, dan memikirkan konsekuensinya.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin mengingatkan bahwa istikharah bukan penghilang peran akal, melainkan penguat keputusan setelah pertimbangan rasional dilakukan.
Ketenangan mulai tumbuh ketika seseorang berhenti memperlakukan doa sebagai tombol darurat, dan mulai memandangnya sebagai dialog batin yang jujur antara hamba dan Tuhannya.
2. Menunggu Kecenderungan Hati, Bukan Menunggu Mimpi
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain menjelaskan bahwa setelah istikharah, seseorang hendaknya menunggu yastakhiru qalbahu—bagaimana hatinya condong setelah berusaha memahami situasi. Jika hati lebih tenang terhadap satu pilihan, itulah tanda yang diberikan Allah.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari juga menegaskan bahwa istikharah tidak harus diikuti mimpi; tanda yang lebih sering muncul adalah kemudahan dalam melangkah atau ketenangan hati. Latihan batin di sini adalah berhenti mencari “kode gaib” dan mulai peka terhadap bahasa hati yang jernih setelah shalat.
3. Mengubah Keraguan Menjadi Ruang Dialog dengan Allah, Bukan Kecemasan Berlarut
Psikologi modern menyebut fenomena decision paralysis—kelumpuhan mengambil keputusan akibat terlalu banyak pertimbangan dan ketakutan salah. Istikharah memutus siklus ini dengan memindahkan beban dari pundak manusia yang terbatas kepada Allah yang Maha Mengetahui.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qashash ayat 68: “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka.”.
Menurut Allamah Sayyid M. Husain Tabataba'i, istikharah tidak mengubah aturan Allah dan tidak menginformasikan hal ghaib; ia semata-mata menentukan pilihan mana yang harus ditempuh setelah akal dan nasihat orang lain tidak lagi mampu memutuskan. Dengan memahami batas ini, keraguan berubah menjadi doa, bukan kecemasan yang menguras energi batin.
4. Menerima Hasil dengan Ridha sebagai Puncak Ketenangan
Ketenangan sejati tidak berhenti pada saat memilih, tetapi pada saat menerima hasil. Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa keridhaan adalah ketenangan jiwa terhadap qadha'—ketetapan Allah.
Dalam doa istikharah terdapat permohonan “faqdirhu li wa yassirhu li tsumma barik li fihi” (takdirkanlah untukku, mudahkanlah, lalu berkahilah).
Jika pilihan itu buruk, doa yang sama memohon agar Allah memalingkannya dan menggantinya dengan kebaikan di mana pun berada, lalu “ardhinii bihi”—jadikanlah aku ridha dengannya. Latihan batin terakhir adalah melepaskan kendali atas hasil dan mempercayai bahwa Allah tidak pernah salah dalam memilihkan.
Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Istikharah Lengkap
Sholat Istikharah dilakukan dua rakaat dengan satu kali salam, tanpa waktu khusus, dan boleh dikerjakan kapan saja kecuali pada waktu yang dilarang. Berikut tata caranya:
1. Berwudhu dan memastikan diri dalam keadaan suci.
2. Membaca niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram:
Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallii sunnatal istikhaarati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
3. Takbiratul ihram dan membaca doa iftitah.
4. Rakaat pertama: membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun.
5. Rakaat kedua: membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas.
6. Ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan berdiri untuk rakaat kedua.
7. Setelah rakaat kedua, duduk tasyahud akhir, membaca shalawat, lalu salam.
8. Setelah salam, membaca doa istikharah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Doa Setelah Sholat Istikharah untuk Meminta Petunjuk
Setelah salam, dianjurkan membaca doa istikharah yang bersumber dari hadis riwayat Bukhari. Doa ini boleh dibaca setelah shalat atau di dalam shalat, dan lebih utama setelah salam.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ (sebutkan hajat/pilihan) خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.
Latin: Allaahumma innii astakhiiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as'aluka min fadhlikal 'azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amra (sebutkan hajat) khairun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii, faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii, fashrifhu 'annii wash rifnii 'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhiniibi.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Mahaagung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa; Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan pilihan/hajat) lebih baik dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya terhadap diriku, maka takdirkanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Tapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, kehidupan, dan akibatnya terhadap diriku, maka singkirkan persoalan tersebut dan jauhkan aku darinya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu padaku.”
Pertanyaan Seputar Sholat Istikharah
1. Apakah Sholat Istikharah harus menunggu mimpi?
Tidak. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menegaskan bahwa tanda istikharah tidak harus berupa mimpi; yang lebih sering terjadi adalah kemudahan dalam melangkah atau ketenangan hati terhadap salah satu pilihan.
2. Berapa kali Sholat Istikharah harus dilakukan agar dijawab?
Tidak ada batasan jumlah. Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa Ibnu az-Zubair mengulang istikharahnya tiga kali sebelum bertekad menjalankan pilihannya. Shalat ini dapat diulang sampai hati merasa mantap.
3. Apakah Istikharah boleh dilakukan untuk perkara yang wajib atau haram?
Tidak. Menurut Imam Nawawi dalam al-Adzkar, istikharah hanya dianjurkan pada perkara yang memiliki beberapa alternatif (mubah). Perkara wajib tidak perlu diistikharahi karena memang harus dikerjakan, dan perkara haram harus ditinggalkan.
4. Apa yang harus dilakukan setelah Sholat Istikharah jika hati masih ragu?
Ibnu Hajar al-Asqalani dan al-Nawawi berpandangan bahwa setelah istikharah, hendaknya melakukan apa yang menentramkan hati, bukan mengikuti keinginan kuat yang sudah ada sebelum istikharah. Jika masih ragu, shalat dapat diulang hingga muncul kecenderungan yang tenang.
5. Apakah perempuan yang sedang haid boleh melakukan Istikharah?
Boleh, tanpa shalat. Menurut panduan yang dinukil dari buku Panduan Lengkap Shalat Istikharah, bagi perempuan yang sedang berhalangan (haid, nifas, atau wiladah), cukup membaca doa istikharah tanpa melaksanakan shalat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842735/original/061305900_1716688323-Perempuan_takut_gagal.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383034/original/011085600_1793064760-6ade9a891ecec.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2372367/original/003275700_1538469329-20181002-Bupati-Tulungagung-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383021/original/019292200_1793061753-images__62_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383012/original/021287800_1793060767-508674.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377078/original/012489900_1792404433-pss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4136675/original/031041300_1661494892-adem-ay-Tk9m_HP4rgQ-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360532/original/007288400_1790652272-15928.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382994/original/073658500_1793055666-508571.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382992/original/034830700_1793054984-IMG_20261026_213759.jpg)