Syabilla Meninggal Usai Raih 2 Emas, Jepara Siapkan Monumen Penghormatan

Dua medali emas yang diraih Syabilla sebelumnya berasal dari nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 00:28 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal dunia saat mengikuti perlombaan selam perairan terbuka dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, Minggu (25/10/2026). Sebelum meninggal, atlet selam asal Jepara itu telah menyumbangkan dua medali emas untuk kontingennya.

Syabilla mengalami kesulitan menjelang garis finis saat bertanding dalam nomor Open Water Finswimming (OWF) 3.000 meter di perairan pesisir Awann Costa, Semarang Barat. Petugas sempat mengevakuasinya, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Dua medali emas yang diraih Syabilla sebelumnya berasal dari nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri. Prestasinya mengharumkan nama Kabupaten Jepara, sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kontingen.

Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kabupaten Jepara berencana mengabadikan nama Syabilla sebagai nama kolam renang di Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara. Pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan monumen untuk mengenang perjuangannya.

Sehari setelah kejadian, Senin (26/10/2026), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bertakziah ke rumah duka di Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.

Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin bertemu dengan ayah Syabilla, Ajar Tri Raharjo, dan menyampaikan belasungkawa atas kepergian putri keduanya.

Ajar mengatakan keluarga telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas. Meski demikian, ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan panitia Porprov melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

Taj Yasin, yang juga menjabat Ketua Panitia Besar Porprov XVII Jawa Tengah 2026, mengapresiasi perjuangan Syabilla. Namun, ia menegaskan pentingnya memastikan kondisi fisik dan kesiapan atlet sebelum bertanding.

"Kita berolahraga dan berpartisipasi, tetapi harus tetap mengukur kemampuan," ujar Taj Yasin seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, panitia Porprov telah menjalankan sejumlah prosedur sebelum pertandingan, termasuk memastikan atlet terdaftar dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan, terutama untuk perlombaan di laut terbuka yang memiliki risiko alam. Selain insiden yang menimpa Syabilla, terdapat pula laporan atlet selam tersengat ubur-ubur selama perlombaan.

"Ini menjadi evaluasi kami untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar dijaga. Karena perlombaan ini dilakukan di laut, ada kondisi alam yang tidak bisa kita batasi. Namun, aspek keamanan atlet harus betul-betul diperhatikan," katanya.

Panitia Porprov bersama Pemprov Jawa Tengah juga akan memberikan tali asih kepada keluarga Syabilla. Sementara itu, hak perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Jepara Siapkan Monumen Penghormatan

Pada hari yang sama, Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertakziah ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Witiarso mengatakan, rencana pembangunan monumen dan pengabadian nama Syabilla sebagai nama kolam renang telah dikomunikasikan kepada keluarga dan mendapat persetujuan orang tuanya.

"Selain takziah, kita ke sini juga salah satunya meminta restu kepada keluarga untuk membuatkan monumen Dek Syabilla sehingga semangatnya bisa ditiru atlet-atlet yang lain untuk meraih prestasi terbaik," ujarnya.

Ketua Kontingen Jepara Ary Bachtiar mengatakan, Syabilla tetap akan mendapatkan bonus atas dua medali emas yang telah diraihnya. Pemerintah daerah juga akan memberikan tali asih kepada keluarga almarhumah.

Menurut Ary, prestasi Syabilla diharapkan menjadi penyemangat bagi atlet Jepara lainnya yang masih bertanding hingga Jumat (30/10/2026).

Adik Syabilla Bertekad Meneruskan PerjuanganDi tengah suasana duka, adik Syabilla, Satria Syaikh Maulana Raharja, tetap bertekad melanjutkan perjuangan kakaknya di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Atlet akuatik Jepara berusia 16 tahun itu dijadwalkan bertanding pada nomor 100 meter gaya punggung, 50 meter gaya punggung, dan estafet beregu 4 x 100 meter pada 28–30 Oktober 2026.

Satria mengaku sempat mempertimbangkan untuk melanjutkan pertandingan. Namun, ia akhirnya memutuskan tetap berlaga demi meneruskan semangat kakaknya.

"Ibu sempat pikir-pikir, lanjut atau tidak. Tapi setelah saya pikir matang, saya bertekad meneruskan semangat kakak. Saya akan tetap tanding," ujarnya.

Satria juga memiliki prestasi di bidang renang. Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2024, ia meraih dua medali emas. Ia juga pernah menyabet medali perak dan perunggu dalam kompetisi renang tingkat nasional.

"Saya dekat sekali dengan kakak. Dia jadi inspirasi agar bisa berprestasi," katanya.

 

Kontingen Batang Kenakan Atribut Hitam

Duka atas meninggalnya Syabilla turut mewarnai pembukaan Porprov XVII Jawa Tengah 2026 pada Minggu (25/10/2026) malam.

Kontingen Kabupaten Batang menunjukkan solidaritas dengan mengenakan atribut hitam dan membawa spanduk belasungkawa saat defile kontingen.

Ketua Kontingen Batang Akhmad Dahlan mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk empati kepada atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerah masing-masing.

"Ketika kita punya rasa empati terhadap atlet kita sendiri, kita rasakan juga pada atlet kabupaten dan kota lain," ujarnya.

Menurut Dahlan, persaingan olahraga tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama atlet. Ia berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan pertandingan dengan aman hingga Porprov berakhir.

Kepergian Syabilla meninggalkan duka bagi keluarga dan dunia olahraga Jepara. Dua medali emas yang diraihnya menjadi bukti perjuangannya membela daerah.

Rencana pembangunan monumen dan pengabadian namanya di fasilitas olahraga daerah diharapkan menjaga semangat Syabilla tetap hidup. Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menempatkan keselamatan atlet sebagai prioritas dalam setiap penyelenggaraan kompetisi.