7 Ciri Orang yang Sering Memasukkan Barang ke Keranjang Belanja Online Tetapi Tidak Dibeli

Kenali 7 ciri orang yang sering memasukkan barang ke keranjang belanja online tetapi tidak dibeli serta alasan di balik kebiasaan tersebut.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 10:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memasukkan barang ke keranjang belanja online tanpa melanjutkan pembayaran menjadi kebiasaan yang dialami sebagian pengguna platform belanja digital. Mereka bisa menghabiskan waktu untuk mencari produk, membandingkan harga, hingga menyimpan beberapa pilihan sebelum akhirnya meninggalkan halaman belanja.

Dalam dalam studi Frontiers in Psychology berjudul Why Do Some Consumers Still Prefer In-Store Shopping? An Exploration of Online Shopping Cart Abandonment Behavior yang diterbitkan pada 2022 membahas bagaimana keinginan menunggu harga yang lebih rendah dan keraguan saat pembayaran berkaitan dengan keputusan meninggalkan keranjang belanja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keputusan membeli melibatkan pertimbangan sebelum transaksi dilakukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan memasukkan barang ke keranjang belanja online tanpa membelinya bisa berkaitan dengan cara seseorang mengatur pengeluaran, mencari informasi, dan menentukan kebutuhan. Perilaku ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kebiasaan berbelanja. Lantas, apa saja ciri orang yang sering memasukkan barang ke keranjang belanja online tetapi tidak jadi membelinya? Simak selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Selasa (27/10).

1. Suka Membandingkan Harga Sebelum Membeli

Orang yang sering memasukkan barang ke keranjang belanja online biasanya ingin mengetahui harga dari beberapa penjual sebelum menentukan pilihan. Mereka bisa membuka beberapa toko sekaligus, memeriksa harga produk yang sama, lalu menyimpan barang yang masuk dalam daftar pertimbangan.

Kebiasaan ini membantu seseorang mengetahui perbedaan harga dan biaya pengiriman. Namun, proses membandingkan bisa berlangsung lama karena selalu ada pilihan lain yang ingin diperiksa sebelum keputusan dibuat.

Jika belum menemukan harga yang sesuai dengan anggaran, mereka mungkin meninggalkan barang di keranjang. Artinya, memasukkan produk ke keranjang belum tentu menunjukkan keinginan untuk segera membeli.

2. Menunggu Diskon atau Potongan Harga

Sebagian orang memasukkan barang ke keranjang karena ingin memantau perubahan harga. Mereka berharap produk yang diincar memperoleh potongan harga saat promosi bulanan, tanggal kembar, atau periode tertentu yang diselenggarakan toko.

Menunggu diskon bisa menjadi cara untuk mengatur pengeluaran. Akan tetapi, kebiasaan ini juga membuat seseorang terus menunda pembelian meskipun barang tersebut sudah masuk daftar belanja.

Agar tidak terus menunggu, tentukan batas harga yang sesuai dengan anggaran. Jika harga produk sudah memenuhi batas tersebut dan barang memang dibutuhkan, keputusan bisa dibuat tanpa harus menunggu setiap promosi.

3. Belum Memastikan Barang yang Dibutuhkan

Orang yang memasukkan barang ke keranjang tanpa membelinya mungkin masih berusaha menentukan kebutuhan. Mereka bisa tertarik pada suatu produk setelah melihatnya di halaman rekomendasi, tetapi belum mengetahui apakah barang tersebut benar-benar diperlukan.

Keranjang belanja kemudian menjadi tempat untuk menyimpan pilihan sementara. Dengan cara ini, mereka bisa kembali melihat produk tersebut ketika sudah memiliki waktu untuk mempertimbangkan fungsinya.

Untuk menghindari pembelian yang tidak direncanakan, periksa kembali alasan memilih barang tersebut. Jika produk tidak membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari atau rencana yang sudah dibuat, pembelian bisa ditunda.

4. Sering Berubah Pikiran Setelah Melihat Pilihan Lain

Pilihan produk yang tersedia di toko online bisa membuat seseorang terus mencari alternatif. Setelah memasukkan satu barang ke keranjang, mereka mungkin menemukan produk lain dengan harga, fungsi, atau spesifikasi yang berbeda.

Situasi ini membuat keputusan pembelian tertunda karena setiap pilihan perlu dipertimbangkan kembali. Akibatnya, keranjang bisa berisi beberapa produk yang sebenarnya memiliki fungsi serupa.

Untuk mengatasinya, tentukan kriteria sebelum mulai berbelanja. Misalnya, sesuaikan pilihan dengan anggaran, fungsi, dan kebutuhan. Dengan batas tersebut, proses memilih barang tidak harus dimulai dari awal setiap kali menemukan produk lain.

5. Menggunakan Keranjang sebagai Daftar Keinginan

Tidak semua orang menggunakan keranjang belanja untuk membeli barang dalam waktu dekat. Sebagian menjadikannya tempat menyimpan produk yang ingin dilihat kembali ketika memiliki dana atau membutuhkan barang tersebut.

Kebiasaan ini memungkinkan seseorang mengumpulkan pilihan tanpa harus langsung mengeluarkan uang. Keranjang juga membantu mereka mengingat nama produk, harga, dan toko tempat barang itu dijual.

Meski demikian, daftar yang terus bertambah bisa membuat seseorang sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. Memeriksa isi keranjang secara berkala membantu menentukan produk mana yang masih perlu disimpan dan mana yang sudah tidak relevan.

6. Mempertimbangkan Pengeluaran Sebelum Membayar

Memasukkan barang ke keranjang tidak selalu berakhir dengan pembelian karena seseorang bisa berubah pikiran setelah melihat jumlah pembayaran. Harga produk yang semula terlihat sesuai anggaran mungkin bertambah setelah biaya pengiriman atau biaya lain dihitung.

Pada tahap ini, mereka mulai menilai apakah pengeluaran tersebut sepadan dengan kebutuhan. Jika jumlah pembayaran melampaui anggaran, meninggalkan keranjang bisa menjadi keputusan untuk menjaga pengeluaran.

Kebiasaan memeriksa total belanja sebelum membayar membantu seseorang mengetahui jumlah uang yang akan dikeluarkan. Langkah ini juga memberi kesempatan untuk menghapus barang yang tidak diperlukan dan mempertahankan produk yang masuk prioritas.

7. Membutuhkan Waktu untuk Memutuskan Pembelian

Sebagian orang tidak langsung membeli barang karena ingin memikirkan keputusan tersebut terlebih dahulu. Mereka mungkin sudah membaca deskripsi produk, melihat ulasan pembeli, dan memeriksa harga, tetapi masih membutuhkan waktu sebelum melakukan pembayaran.

Keraguan bisa muncul karena informasi produk belum mencukupi atau ada pertanyaan mengenai ukuran, bahan, fungsi, dan cara penggunaan. Dalam kondisi ini, menunda pembelian memberi kesempatan untuk mencari informasi tambahan.

Agar proses tersebut tidak berlangsung tanpa arah, tetapkan waktu untuk mengevaluasi barang yang tersimpan. Periksa kembali kebutuhan, anggaran, dan informasi produk sebelum menentukan keputusan. Dengan begitu, keranjang belanja bisa digunakan sebagai alat bantu memilih barang, bukan sekadar tempat menyimpan produk.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Memasukkan Barang ke Keranjang Belanja Online

1. Mengapa orang memasukkan barang ke keranjang tetapi tidak membelinya?

Ada beberapa alasan, seperti ingin membandingkan harga, menunggu diskon, mempertimbangkan kebutuhan, atau menemukan biaya tambahan saat pembayaran.

2. Apakah meninggalkan barang di keranjang belanja termasuk perilaku konsumtif?

Tidak selalu. Seseorang bisa menggunakan keranjang untuk membandingkan produk atau menyusun daftar belanja. Penilaiannya perlu mempertimbangkan kebiasaan belanja secara keseluruhan.

3. Apakah memasukkan barang ke keranjang berarti ingin membelinya?

Belum tentu. Keranjang bisa digunakan untuk menyimpan produk sementara sebelum seseorang menentukan pilihan.

4. Bagaimana cara mengurangi kebiasaan menunda pembelian?

Tentukan anggaran, susun daftar kebutuhan, bandingkan produk berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan, dan tentukan waktu untuk mengambil keputusan.

5. Bagaimana cara mengetahui apakah barang di keranjang benar-benar dibutuhkan?

Periksa fungsi barang, alasan ingin membelinya, ketersediaan dana, dan apakah produk tersebut sudah dimiliki. Jika tidak ada kebutuhan yang jelas, pembelian bisa ditunda.