Liputan6.com, Jakarta - Resep keripik kentang renyah tahan lama ala jajanan kemasan bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membuat camilan gurih sendiri di rumah. Dengan bahan sederhana dan teknik pengolahan yang tepat, irisan kentang dapat menghasilkan tekstur tipis, garing, dan ringan saat digigit. Rasanya pun bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari asin gurih hingga pedas berbumbu.
Salah satu tantangan membuat keripik kentang rumahan adalah mempertahankan kerenyahannya setelah dingin. Keripik yang awalnya garing bisa berubah lembek jika masih menyimpan banyak air atau disimpan ketika belum benar-benar dingin. Karena itu, pemilihan kentang, ketebalan irisan, proses perendaman, dan cara menggoreng perlu diperhatikan.
Kabar baiknya, Anda tidak memerlukan mesin khusus untuk membuat keripik kentang yang renyah. Pisau tajam, baskom, wajan, dan wadah kedap udara sudah cukup. Kuncinya terletak pada langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten agar hasilnya menyerupai keripik kentang kemasan. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (27/10/2026).
Advertisement
Â
Â
Resep Keripik Kentang Renyah Tahan Lama ala Jajanan Kemasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992102/original/083637400_1730812292-Screenshot_2024-11-05_200451.jpg)
Resep ini menggunakan teknik perendaman air dingin, pengeringan menyeluruh, dan penggorengan bertahap. Metodenya merujuk pada resep keripik kentang Food Network Kitchen, yang sama-sama menekankan pentingnya membilas atau merendam irisan kentang, mengeringkannya sebelum digoreng, serta memasak dalam beberapa kelompok agar hasilnya renyah merata.
Informasi resep
- Persiapan: 40–50 menit, termasuk perendaman dan pengeringan
- Memasak: sekitar 30–45 menit, tergantung jumlah dan ukuran wajan
- Hasil: sekitar 1 wadah sedang, bergantung pada ukuran kentang dan susut selama penggorengan
- Tingkat kesulitan: mudah
Bahan-bahan
- 1 kg kentang, pilih yang padat, segar, dan tidak bertunas
- 1–2 liter air dingin untuk merendam, atau secukupnya hingga kentang terendam
- 2 sdm cuka putih untuk membantu mempertahankan bentuk irisan (opsional)
- 1–2 sdt garam, sesuaikan dengan seleraMinyak goreng secukupnya untuk menggoreng
- Bumbu tabur sesuai selera, seperti bubuk bawang putih, cabai, atau keju (opsional)
Cara Membuat Keripik Kentang
1. Pilih dan iris kentang dengan ukuran seragam.
Kupas kentang, kemudian cuci hingga bersih. Iris menggunakan pisau tajam atau alat pengiris khusus agar ketebalannya merata, sekitar 1–2 mm untuk menghasilkan keripik tipis ala jajanan kemasan. Gunakan pelindung tangan jika memakai alat pengiris.
Ketebalan yang seragam membantu kentang matang dalam waktu hampir bersamaan. Irisan yang terlalu tebal cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering, sedangkan irisan yang terlalu tipis mudah berubah kecokelatan sebelum seluruh kelembapannya keluar.
2. Rendam kentang dalam air dingin.
Masukkan irisan kentang ke dalam baskom berisi air dingin. Pisahkan irisan yang saling menempel, lalu aduk perlahan agar pati di permukaannya terlepas. Rendam selama sekitar 30 menit.
The Spruce Eats menjelaskan bahwa perendaman membantu mengurangi pati berlebih di permukaan kentang. Langkah ini juga membantu mengurangi kecenderungan irisan saling menempel ketika digoreng.
Jika ingin menggunakan cuka putih, campurkan sekitar 2 sendok makan ke dalam air rendaman. Bahan ini bersifat opsional, sehingga Anda tetap bisa membuat keripik tanpa cuka.
3. Bilas dan keringkan sampai benar-benar tidak basah.
Buang air rendaman, lalu bilas irisan kentang dengan air bersih. Tiriskan menggunakan saringan dan tata di atas kain dapur bersih atau tisu dapur. Tepuk perlahan permukaannya sampai tidak ada air yang tersisa.
Tahap ini tidak boleh dilewatkan. Air yang menempel pada kentang dapat menyebabkan minyak memercik saat penggorengan. Selain itu, kelembapan berlebih membuat proses penggorengan kurang efektif untuk menghasilkan keripik yang garing.
Pastikan kentang tidak hanya terlihat kering di bagian atas, tetapi juga tidak menyimpan banyak air di sela-sela irisannya. Pisahkan irisan yang bertumpuk agar proses pengeringan lebih merata.
4. Panaskan minyak dengan suhu yang sesuai.
Siapkan wajan yang cukup dalam, lalu tuangkan minyak dalam jumlah memadai agar irisan kentang bisa terendam. Panaskan minyak hingga sekitar 170–180 derajat Celsius. Jika tidak memiliki termometer, uji dengan satu irisan kentang; minyak yang siap akan menimbulkan gelembung di sekelilingnya.
Food Network Kitchen menggunakan suhu sekitar 182 derajat Celsius untuk menggoreng keripik kentang tipis. Suhu tersebut dapat dijadikan acuan, tetapi sesuaikan dengan ketebalan irisan dan kondisi peralatan.
5. Goreng sedikit demi sedikit.
Masukkan kentang dalam kelompok kecil. Jangan memenuhi wajan karena terlalu banyak irisan dapat menurunkan suhu minyak dan membuat kentang lebih mudah saling menempel.
Aduk perlahan menggunakan sutil berlubang agar setiap irisan terkena minyak secara merata. Goreng hingga warnanya kuning keemasan dan gelembung minyak mulai berkurang. Untuk irisan tipis, prosesnya dapat berlangsung beberapa menit, tetapi waktu sebenarnya bergantung pada ketebalan, suhu minyak, dan jumlah kentang.
Jangan menunggu kentang berubah cokelat tua. Keripik yang terlalu gelap cenderung memiliki rasa lebih pahit atau gosong. Angkat ketika sudah garing dan berwarna keemasan, sebab warnanya masih dapat sedikit berubah setelah diangkat.
6. Tiriskan minyak dan dinginkan keripik.
Angkat keripik menggunakan saringan atau penjepit, kemudian letakkan di atas rak atau wadah beralas tisu dapur. Sebisa mungkin, sebarkan dalam satu lapisan agar uap panas tidak terperangkap di antara tumpukan keripik.
Biarkan hingga dingin sepenuhnya. Keripik yang baru diangkat dari minyak belum tentu langsung mencapai tekstur paling renyah. Karena itu, jangan terburu-buru memasukkannya ke dalam wadah tertutup.
7. Tambahkan bumbu dan simpan dengan benar.
Jika ingin membuat keripik rasa balado, keju, atau bawang, gunakan bumbu tabur yang kering. Tambahkan secukupnya setelah keripik ditiriskan dan masih sedikit hangat agar bumbu menempel. Hindari saus atau bumbu cair karena dapat meningkatkan kelembapan.
Setelah dingin sepenuhnya, masukkan keripik ke dalam wadah kedap udara yang bersih dan kering. Simpan di tempat sejuk, kering, serta jauh dari paparan sinar matahari langsung.
Keripik kentang rumahan dapat bertahan sekitar satu minggu dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering. Namun, hasil rumahan bisa berbeda, terutama jika masih ada kelembapan atau wadah sering dibuka.
Advertisement
Tips agar Keripik Kentang Tetap Renyah dan Tidak Mudah Melempem
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5046399/original/038771500_1733912546-45.jpg)
Selain mengikuti resep, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar keripik kentang rumahan memiliki tekstur yang mendekati produk kemasan.
- Pilih kentang yang kondisinya baik. Gunakan kentang yang padat, tidak bertunas, dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Kentang yang mulai bertunas atau menghijau sebaiknya tidak digunakan.
- Jangan melewatkan proses pengeringan. Semakin banyak air yang terbawa ke penggorengan, semakin sulit memperoleh hasil yang konsisten. Keringkan irisan secara menyeluruh sebelum dimasukkan ke minyak.
- Jaga suhu minyak tetap stabil. Goreng secara bertahap dan beri jeda jika suhu minyak turun. Cara ini membantu kentang matang lebih merata.
- Pastikan keripik sudah dingin sebelum disimpan. Uap panas yang terperangkap dalam wadah bisa mengembun dan membuat keripik kehilangan kerenyahannya.
- Hindari membuka wadah terlalu sering. Setiap kali wadah dibuka, udara lembap dapat masuk. Jika membuat keripik dalam jumlah banyak, lebih baik membaginya ke beberapa wadah kecil.
- Teknik pengolahan tersebut sejalan dengan panduan Serious Eats dalam resep Extra-Crunchy Potato Chips karya J. Kenji López-Alt. Sumber tersebut menekankan bahwa pati dan gula berlebih pada kentang dapat memengaruhi warna serta hasil akhir penggorengan. Pembilasan, pengaturan suhu, dan penggorengan hingga kelembapan berkurang menjadi bagian penting untuk memperoleh tekstur garing.
Perlu diingat, keripik rumahan tanpa bahan pengawet tidak otomatis memiliki daya simpan sama dengan produk industri. Ketahanan sebenarnya dipengaruhi oleh kadar air, kebersihan alat, kondisi penyimpanan, dan seberapa rapat kemasannya. Jika keripik berbau tengik, berubah penampilan secara tidak wajar, atau menunjukkan tanda kerusakan, sebaiknya jangan dikonsumsi.
Tanya Jawab Seputar Keripik Kentang
1. Mengapa keripik kentang buatan sendiri tidak renyah?
Penyebab yang umum adalah irisan terlalu tebal, kentang belum kering sebelum digoreng, suhu minyak tidak sesuai, atau keripik disimpan saat masih hangat. Perbaiki tahapan tersebut agar hasilnya lebih garing.
2. Berapa lama kentang perlu direndam sebelum digoreng?
Sekitar 30 menit dalam air dingin dapat dijadikan patokan. Perendaman membantu melepaskan pati berlebih di permukaan kentang. Setelah itu, bilas dan keringkan irisan sebelum digoreng.
3. Apakah keripik kentang harus menggunakan kapur sirih?
Tidak harus. Air dingin saja sudah dapat membantu mengurangi pati di permukaan irisan. Cuka putih juga bisa digunakan sebagai bahan opsional. Pastikan setiap bahan yang digunakan memang ditujukan untuk keperluan pangan.
4. Berapa lama keripik kentang rumahan bisa disimpan?
Sebagai acuan, Ricardo Cuisine menyebutkan sekitar satu minggu dalam wadah kedap udara yang disimpan di tempat sejuk dan kering. Namun, daya simpannya tidak selalu sama. Untuk menjaga mutu, buat dalam jumlah yang dapat dihabiskan dan pastikan keripik benar-benar kering serta dingin sebelum disimpan.
5. Bagaimana cara membuat keripik kentang dengan rasa seperti jajanan kemasan?
Selain menghasilkan tekstur garing, gunakan bumbu tabur kering dengan takaran sesuai selera. Bubuk bawang putih, cabai, balado, dan keju dapat menjadi pilihan. Taburkan sedikit demi sedikit, lalu aduk perlahan agar rasa merata tanpa membuat keripik menjadi lembap.
Â
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4095487/original/098267400_1658337488-pexels-yan-krukov-9069287.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3231777/original/096814900_1599546476-freestocks-_3Q3tsJ01nc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578226/original/050320100_1782536534-Q9pPAyic8jv7cpBl4fRIrUpKD9FkIl7fODAhUgsZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3351861/original/013118500_1610946046-group-people-working-out-business-plan-office_1303-15773.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992863/original/010888600_1730875128-Bocoran_Spesifikasi_Honda_PCX_2025__Tampilan_Baru_dengan_Fitur_Menarik__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842735/original/061305900_1716688323-Perempuan_takut_gagal.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382151/original/097236700_1792975122-baab6efa-6425-4e09-9527-e980c1f5dc52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383009/original/061804100_1793060320-0ab43603-c976-4864-adc1-5459e045270c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4136675/original/031041300_1661494892-adem-ay-Tk9m_HP4rgQ-unsplash_1_.jpg)