Liputan6.com, Jakarta Resep cumi crispy telur asin jadi jawaban saat Anda ingin menghadirkan sensasi restoran seafood langsung dari dapur rumah. Perpaduan cumi yang digoreng garing dengan saus kuning telur asin yang gurih, creamy, dan sedikit berbutir memang sulit ditolak. Hidangan ini melejit bersama tren salted egg yang menyapu Asia Tenggara beberapa tahun terakhir, mulai dari restoran Chinese food di Malaysia dan Singapura hingga warung seafood di Indonesia. Kabar baiknya, membuat cumi crispy telur asin sendiri jauh lebih hemat dan tidak serumit yang dibayangkan, asalkan Anda paham beberapa trik kunci pada cumi dan sausnya.
Kunci utama kesuksesan hidangan ini terletak pada tekstur cumi dan pengolahan sausnya. Cumi harus dibalut tepung dengan pas dan digoreng dalam minyak panas menggunakan api besar dalam waktu singkat agar lapisannya renyah di luar namun dagingnya tetap empuk dan tidak menjadi alot.
Sementara itu, saus telur asin dibuat dengan menghaluskan kuning telur asin matang yang kemudian ditumis bersama mentega, bawang putih cincang, dan cabai rawit untuk menciptakan keseimbangan rasa gurih yang kaya serta sedikit sentuhan pedas. Berikut resep cumi crispy telur asin yang tidak alot saat dingin, dirangkum Liputan6.com, Senin (26/10/2026).
Advertisement
Â
Sekilas tentang cumi crispy telur asin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382669/original/005127700_1793005905-b98baf76-ab89-4dbf-a74d-ddb06400c149.jpg)
Telur asin pada dasarnya adalah telur bebek yang diawetkan dengan cara direndam air garam atau dibungkus abu bergaram, sehingga kuningnya menjadi masir dan gurih. Ketika kuning telur asin ditumis bersama mentega dan bawang putih, muncul saus keemasan yang creamy, dan inilah pembeda cumi crispy telur asin dari cumi goreng tepung biasa yang hanya mengandalkan kriuk lapisan tepung.
Berbeda pula dengan cumi saus padang yang pedas berbasis cabai dan tomat, atau cumi hitam yang mengandalkan tinta, versi telur asin bermain pada rasa gurih-asin yang lembut. Anda bisa membandingkannya sendiri lewat aneka olahan cumi sederhana maupun beragam resep cumi populer lainnya.
Cumi termasuk bahan laut yang mudah diolah. Dikutip dari La Cucina Italiana, "Di antara keluarga kerang, cumi adalah yang paling mudah disiapkan dan jelas paling lezat." Sebagai bahan, cumi juga tergolong ramah untuk konsumsi rutin.
Sebagaimana disampaikan FDA, cumi termasuk seafood rendah merkuri dibanding banyak jenis ikan sehingga aman dinikmati secara berkala. Popularitas menu ini juga terlihat dari banyaknya pencari resep masakan seafood cumi dan olahan seafood yang sehat, termasuk saat orang mencari tumis cumi yang empuk sebagai pembanding.
Advertisement
Bahan-bahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382670/original/009610300_1793005905-d57ea662-cfab-4419-b8a8-4e3dbc3523ac.jpg)
Bahan utama
- 300 gram cumi segar ukuran sedang, potong cincin 1-1,5 cm
- 1 buah jeruk nipis, ambil airnya
- 1/2 sdt baking soda untuk merendam
- 1 butir telur ayam, kocok lepas
- 150 gram tepung bumbu serbaguna (tepung kentucky)
- 3 sdm tepung maizena
- minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
Bumbu saus telur asin
- 4 butir kuning telur asin matang, kukus dan haluskan
- 3 sdm mentega tawar
- 4 siung bawang putih, cincang halus
- 8 buah cabai rawit merah, iris serong (sesuai selera)
- 3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya lalu iris halus
- 1 batang daun bawang, iris halus
- 1/2 sdt gula pasir
- 1/4 sdt kaldu bubuk
- garam dan merica secukupnya
- 3 sdm susu cair (opsional, untuk tekstur creamy)
Cara membuat cumi crispy telur asin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382671/original/013752200_1793005905-3df82f03-254d-44ce-bd9a-12ee0681d8a4.jpg)
- Bersihkan cumi, buang tulang rawan dan kantong tintanya, lalu potong berbentuk cincin selebar 1-1,5 cm.
- Lumuri cumi dengan air jeruk nipis dan rendam dalam larutan baking soda selama 5 menit, lalu bilas bersih dan keringkan dengan tisu dapur hingga benar-benar kering.
- Kukus kuning telur asin selama 5 menit hingga lembut, lalu haluskan dengan garpu sampai tidak bergerindil.
- Kocok lepas telur ayam, celupkan cumi ke dalamnya, lalu gulingkan ke campuran tepung bumbu dan maizena sambil dikepal ringan agar lapisannya tebal.
- Panaskan minyak hingga 170-180 derajat Celsius, lalu goreng cumi tahap pertama selama 1-2 menit hingga pucat keemasan dan angkat.
- Naikkan suhu minyak hingga sekitar 190 derajat Celsius, goreng ulang cumi selama 30-60 detik hingga keemasan dan renyah, lalu tiriskan di atas rak kawat.
- Lelehkan mentega di wajan, lalu tumis bawang putih cincang hingga harum dan berwarna pucat keemasan.
- Masukkan irisan daun jeruk dan cabai rawit, tumis hingga wangi, lalu tambahkan kuning telur asin halus dan aduk cepat hingga saus berbusa dan berbutir.
- Bumbui dengan gula, kaldu bubuk, garam, dan merica, tuang susu cair bila ingin tekstur lebih creamy, lalu aduk rata.
- Masukkan cumi goreng ke dalam saus, aduk cepat hingga seluruh permukaan terbalut rata, taburi daun bawang, dan sajikan selagi hangat.
Advertisement
Tips agar cumi crispy telur asin maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382672/original/017715700_1793005905-ec579c85-2ab4-4e30-834f-1fc83f8b8159.jpg)
Kunci cumi crispy telur asin ada pada tekstur cuminya. Cumi mengandung kolagen yang hanya matang sempurna lewat dua cara, yaitu cepat dengan api besar 2-3 menit atau lambat dengan api kecil lebih dari 30 menit, tanpa jalan tengah.[1]https://spice.alibaba.com/spice-basics/how-to-cook-squid Kate Itrich-Williams, pengembang resep, dikutip dari Anova Culinary menyatakan, "Cumi bisa jadi rumit dimasak di atas kompor; perlu nyaris tak tersentuh panas atau dimasak perlahan berjam-jam." Untuk gorengan crispy, metode cepat di minyak panas jelas paling praktis.
- Keringkan cumi sebelum menepung. Berdasarkan catatan Food.com, kelembapan berlebih membuat cumi berubah alot, sehingga cumi wajib dikeringkan dulu agar tepung menempel dan hasilnya garing.
- Jangan memasak berlebihan. Mengacu pada riset Culinary Institute of America, cumi yang dimasak terlalu lama akan mengerut dan menjadi keras; cukup goreng cepat sesuai waktu yang disarankan.
- Goreng dua kali. Menggoreng cumi dua kali (double frying) membantu lapisan cepat keemasan sekaligus membuatnya tetap renyah lebih lama.[2]https://tasteasianfood.com/salted-egg-squid/
- Kukus kuning telur asin. Kuning telur asin sebaiknya dikukus 5-10 menit atau dimicrowave sebentar hingga lembut, lalu dihaluskan agar mudah menyatu menjadi saus.[3]https://grumpyrecipes.com/crispy-salted-egg-calamari/
- Seimbangkan rasa. Takar telur asin secukupnya agar tidak menutupi manis alami cumi; rasa asin yang berlebihan justru membuat sausnya terasa berat.
Cara memilih cumi segar
Pilih cumi yang beraroma laut segar, bukan amis menyengat, dengan daging kokoh dan permukaan mengilap. Jika memungkinkan, beli cumi utuh lalu bersihkan sendiri karena cumi cincin siap pakai kadang sudah tersimpan lama. Untuk urusan tekstur, panduan memasak cumi agar tidak alot maupun cara masak cumi asin bisa jadi acuan tambahan.
Menyimpan dan menghangatkan kembali
Merujuk Slurrp, cumi crispy telur asin paling nikmat disantap langsung setelah digoreng; sisanya simpan dalam wadah kedap udara di kulkas maksimal 2 hari, lalu panaskan ulang di oven agar kembali renyah. Hindari menyimpan cumi yang sudah tersiram saus dalam waktu lama karena kerenyahannya cepat menurun.
Pertanyaan Seputar Resep Cumi Crispy Telur Asin
1. Bagaimana cara membuat cumi crispy agar tidak alot?
Potong cumi sesuai selera, lalu keringkan permukaannya sebelum dibalut tepung. Goreng dalam minyak yang sudah panas selama beberapa menit hingga lapisan tepung berwarna keemasan. Hindari menggoreng cumi terlalu lama karena panas berlebih dapat membuat teksturnya alot.
2. Mengapa cumi crispy menjadi lembek setelah dicampur saus telur asin?
Cumi crispy bisa menjadi lembek karena terlalu lama terendam saus atau saus yang digunakan terlalu encer. Untuk menjaga kerenyahannya, masukkan cumi ke dalam saus sesaat sebelum disajikan dan aduk cepat hingga terbalut merata.
3. Bagaimana cara membuat saus telur asin yang gurih dan creamy?
Haluskan kuning telur asin yang sudah matang, lalu tumis bersama mentega dan bawang putih cincang hingga harum. Tambahkan sedikit susu cair atau krim jika ingin tekstur lebih creamy. Aduk dengan api kecil sampai saus mengental dan bumbui sesuai selera.
4. Apakah cumi crispy telur asin bisa dibuat tanpa susu cair?
Bisa. Kamu dapat menggunakan sedikit air, kaldu, atau tambahan mentega untuk membantu mengatur kekentalan saus. Pastikan cairan ditambahkan sedikit demi sedikit agar saus telur asin tidak terlalu encer dan tetap bisa melapisi cumi dengan baik.
5. Bagaimana cara menghilangkan bau amis pada cumi sebelum digoreng?
Bersihkan cumi dari isi perut, tulang transparan, dan kantong tinta jika masih ada. Bilas dengan air mengalir, lalu lumuri dengan sedikit air jeruk nipis selama sekitar 5–10 menit. Tiriskan dan keringkan sebelum dibumbui agar cumi tidak berbau amis dan lapisan tepung lebih mudah menempel.
6. Apakah cumi crispy telur asin bisa disimpan untuk dimakan nanti?
Bisa, tetapi tekstur terbaiknya diperoleh saat baru matang. Jika ingin menyimpan sisa hidangan, masukkan ke wadah tertutup dan simpan di kulkas setelah tidak lagi panas mengepul. Untuk mempertahankan kerenyahan, sebaiknya simpan cumi goreng dan saus telur asin secara terpisah, lalu panaskan kembali sebelum disajikan.
7. Apa yang bisa digunakan sebagai pengganti kuning telur asin?
Kuning telur asin memiliki rasa gurih dan tekstur khas yang sulit ditiru sepenuhnya. Namun, kamu bisa menggunakan campuran kuning telur rebus, mentega, sedikit garam, dan kaldu bubuk sebagai alternatif. Rasanya tidak akan persis sama, tetapi tetap menghasilkan saus gurih untuk cumi crispy.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486120/original/097525000_1769575957-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-28T114945.709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382280/original/090010700_1792986930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-26T105247.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382668/original/099135700_1793005904-bd2c5d51-5d27-4269-a45c-a53bc64a66cd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377604/original/056735500_1792470931-alexandra-mendivil--uvzOTNdn3U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361090/original/029554500_1790675482-01M3P56AB656R1KX9YWG807BD0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365641/original/063434700_1791187297-01M45AJV0F6AMJ4G4S5ANSP3SY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378570/original/054050000_1792552036-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381556/original/048449600_1792830095-tempe_goreng_kemangi_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381423/original/022934200_1792815902-tahu_slawi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379491/original/029200100_1792635121-171cd3f4-321f-4343-99cc-c9f505f2285d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377421/original/069487000_1792462255-Gemini_Generated_Image_gqf89dgqf89dgqf8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381341/original/081823000_1792809197-Gemini_Generated_Image_hf764xhf764xhf76.jpg)