Liputan6.com, Jakarta Gulai pucuk labu santan menjadi salah satu hidangan berkuah santan yang digemari karena perpaduan rasa gurih dan tekstur lembut dari daun muda labu. Resep gulai pucuk labu santan ini mengandalkan bumbu rempah khas Nusantara yang meresap sempurna, menghasilkan cita rasa kaya tanpa meninggalkan kesan berat di lidah.
Pucuk labu dikenal sebagai sayuran yang mudah ditemukan di pasar tradisional dan kerap diolah menjadi santapan sehari-hari di berbagai daerah. Kandungan serat dan nutrisinya menjadikan sayuran ini pilihan sehat, sementara teksturnya yang lembut setelah dimasak membuatnya cocok dipadukan dengan kuah santan kental dan bumbu yang kuat.
 Mengolah pucuk labu menjadi hidangan bersantan membutuhkan teknik pemilihan daun dan takaran bumbu yang tepat agar hasilnya maksimal. Resep gulai pucuk labu santan berikut menyajikan panduan lengkap mulai dari bahan hingga langkah memasak, sehingga hidangan gurih dan lembut ini bisa dihadirkan di meja makan dengan mudah.
Advertisement
Sekilas tentang Gulai Pucuk Labu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379492/original/039237700_1792635121-6e40db52-aa0b-467a-abc5-29f8ddfe3014.jpg)
Pucuk labu adalah bagian ujung batang, sulur, dan daun muda dari tanaman labu. Teksturnya lembut ketika dimasak dan rasanya cenderung manis-segar. Berbeda dengan olahan labu siam yang lebih renyah berair atau beragam olahan labu kuning yang manis dan legit, pucuk labu memberi tekstur lembut mirip bayam ketika sudah layu.
Sebagai anggota keluarga gulai, hidangan ini berkuah kuning berbumbu kunyit yang lebih ringan daripada gulai berdaging. Bandingkan dengan sayur lodeh yang memuat aneka sayuran dalam kuah encer, atau sayur bersantan kuning lain yang mengandalkan kunyit sebagai pewarna alami. Opor pun berbeda karena kuahnya cenderung putih tanpa dominasi kunyit.
Gulai identik dengan kuliner Nusantara, terutama tradisi masakan Padang. Kata gulai sendiri kerap dikaitkan dengan pengaruh kari India lewat istilah Tamil "kolambu" yang berarti campuran berbumbu. Keluarga gulai pun sangat luas, mulai dari gulai kimpul berbahan umbi hingga gulai ayam santan, dan versi sayur seperti gulai pucuk labu membuktikan gulai tidak selalu berat serta berdaging.
Kandungan gizi pucuk labu dan labu kuning
Selain lezat, bahan utama gulai ini juga bernutrisi. Daun labu kaya vitamin A, C, dan K serta mineral seperti zat besi, kalsium, dan magnesium, ditambah antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif. Dilansir dari Healthline, labu kuning tinggi beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A, rendah kalori, dan mengandung kalium.
Nilai gizi inilah yang membuat labu kuning sering dimanfaatkan menjadi menu gurih dari labu kuning, menu bergizi untuk anak, sampai hidangan penutup seperti puding. Pucuk labu melengkapinya dengan serat dan kesan segar.
Advertisement
Bahan-Bahan
Bahan utama
- 300 gram pucuk labu (daun dan sulur muda), siangi
- 200 gram labu kuning muda, potong dadu 2 cm
- 400 ml santan encer
- 200 ml santan kental
Bumbu halus
- 6 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 4 buah cabai merah keriting
- 2 buah cabai rawit merah (sesuai selera)
- 3 cm kunyit, bakar sebentar
- 2 cm jahe
- 3 butir kemiri, sangrai
- 1 sdt ketumbar bubuk
Bumbu aromatik dan pelengkap
- 2 cm lengkuas, geprek
- 1 batang serai, geprek
- 2 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 1 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt gula pasir
- 1/2 sdt kaldu bubuk (opsional)
Cara Membuat Gulai Pucuk Labu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379493/original/053325000_1792635121-0cf1c8f4-be7e-4828-a36d-95965448257a.jpg)
- Siangi pucuk labu dengan memetik daun dan ujung sulur yang muda, buang serat kasar pada batang, lalu cuci bersih dan tiriskan.
- Kupas labu kuning muda, potong dadu sekitar 2 cm, cuci, lalu tiriskan.
- Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, kemiri, dan ketumbar hingga benar-benar lembut.
- Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus bersama lengkuas, serai, daun salam, dan daun jeruk hingga harum dan matang, ditandai warna bumbu yang menua dan minyak keluar.
- Tuang santan encer sambil diaduk perlahan searah agar santan tidak pecah, lalu didihkan dengan api sedang.
- Masukkan potongan labu kuning lebih dulu karena teksturnya lebih keras, masak hingga setengah empuk.
- Masukkan pucuk labu, aduk perlahan, dan masak hingga daun layu serta empuk.
- Tuang santan kental, kecilkan api, dan aduk terus perlahan agar kuah tetap mulus dan tidak pecah.
- Bumbui dengan garam, gula, dan kaldu bubuk, lalu koreksi rasa.
- Masak hingga kuah sedikit mengental dan bumbu meresap, serta labu empuk saat ditusuk garpu, kemudian angkat.
- Sajikan gulai pucuk labu selagi hangat bersama nasi putih.
Advertisement
Tips agar Hasil Maksimal
- Pilih pucuk yang muda. Daun dan sulur muda yang belum mengeras paling ideal karena teksturnya lembut, jadi buang bagian batang tua yang berserat keras supaya tidak alot.
- Bersihkan serat dan bulu halusnya. Batang labu yang berbulu dan berserat sebaiknya dikupas atau ditarik seratnya, meski bulu tersebut akan melunak setelah dimasak.
- Keringkan pucuk sebelum dimasak. Setelah dicuci, tiriskan hingga benar-benar kering agar pucuk matang oleh bumbu dan tidak terlalu berair.
- Jaga agar santan tidak pecah. Aduk perlahan searah dan kecilkan api begitu santan kental masuk, trik yang sama dipakai pada banyak resep gulai ayam bersantan supaya kuahnya mulus. Simpan sisa gulai di wadah tertutup dalam kulkas dan panaskan kembali dengan api kecil.
- Jangan memasak pucuk terlalu lama. Masukkan pucuk labu di tahap akhir dan masak sebentar saja supaya warnanya tetap hijau dan nutrisinya terjaga.
Variasi dan Substitusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379494/original/062261200_1792635121-7210a880-143c-472f-aec0-57d617cc6cfc.jpg)
Versi tanpa santan
Bagi kamu yang membatasi santan, sebagian atau seluruh santan bisa diganti dengan susu rendah lemak, susu evaporasi, atau kaldu yang sedikit dikentalkan. Rasanya tetap gurih meski profilnya lebih ringan. Ada beragam cara membuat gulai tanpa santan yang bisa kamu jadikan acuan.
Versi pedas dengan ikan teri
Untuk sentuhan gurih ala pesisir, tambahkan ikan teri yang sudah digoreng sebentar bersama cabai rawit ekstra. Perpaduan ini dekat dengan gaya pucuk labu di semenanjung Malaysia dan memberi rasa umami yang memperkuat kuah santan.
Tambahan protein nabati atau hewani
Gulai pucuk labu juga enak diperkaya tahu, telur rebus, atau udang. Kalau ingin sepenuhnya nabati, tahu jadi pilihan praktis, mirip pendekatan gulai berbahan tahu, sedangkan penyuka telur bisa meniru cita rasa gulai telur. Sesuaikan waktu memasak agar tekstur tiap bahan tetap pas.
Gulai pucuk labu membuktikan bahwa bahan sederhana dari kebun bisa disulap menjadi hidangan bersantan yang hangat dan bergizi. Dengan pucuk yang dipilih muda, bumbu yang ditumis matang, dan santan yang dijaga agar tidak pecah, kamu bisa menghadirkan sajian rumahan bercita rasa Nusantara kapan saja. Selamat mencoba dan nikmati selagi hangat bersama nasi putih di meja makan keluarga.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Resep Gulai Pucuk Labu Santan
1. Apa itu pucuk labu dan bagian mana yang digunakan untuk gulai? Pucuk labu adalah daun dan sulur muda tanaman labu dengan tekstur lembut mirip bayam ketika layu. Bagian muda inilah yang dipakai, sementara batang tua berserat dibuang.
2. Apa perbedaan gulai pucuk labu dengan sayur lodeh atau opor? Gulai pucuk labu berkuah kuning berbumbu kunyit dan lebih ringan dari gulai berdaging, berbeda dengan lodeh yang berisi aneka sayuran atau opor berkuah putih tanpa kunyit.
3. Apa saja kandungan gizi pada pucuk labu dan labu kuning? Daun labu kaya vitamin A, C, K, zat besi, kalsium, magnesium, dan antioksidan. Labu kuning tinggi beta-karoten, rendah kalori, dan mengandung kalium yang baik untuk tubuh.
4. Bagaimana cara agar santan pada gulai pucuk labu tidak pecah? Tuang santan sambil diaduk perlahan searah, baik santan encer maupun santan kental. Kecilkan api begitu santan kental masuk agar kuah tetap mulus dan tidak pecah.
5. Apakah gulai pucuk labu bisa dibuat tanpa santan? Bisa, santan dapat diganti susu rendah lemak, susu evaporasi, atau kaldu kental agar tetap gurih namun lebih ringan, sesuai kebutuhan bagi yang membatasi konsumsi santan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379491/original/029200100_1792635121-171cd3f4-321f-4343-99cc-c9f505f2285d.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377779/original/046655100_1792478715-Gemini_Generated_Image_s5iu4xs5iu4xs5iu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377444/original/082712200_1792464150-66ace5ac-18c0-4b7e-babc-06a996facf1f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562563/original/053850400_1776832753-8bb4a0c2-6026-471e-9647-0b626ca7b2d0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381037/original/029183700_1792750857-Gemini_Generated_Image_aggqzqaggqzqaggq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257615/original/066219600_1781249697-pexels-guvo59-30506288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380779/original/094703900_1792738399-Gemini_Generated_Image_v3i0lnv3i0lnv3i0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380744/original/085236300_1792736925-99fd03ec-fe1a-4b66-914a-7fa262dca0ec.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290457/original/069623600_1783482040-e49b4bab-47a4-4afe-9a4b-2fcaba578a83.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380009/original/005841600_1792656150-60d96278-d828-4cdd-959d-ec0ea58dae05.jpg)