Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti perbedaan harga telur ayam yang mencolok antara tingkat peternak dan konsumen. Berdasarkan keterangannya, harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp 20.000–Rp 21.000 per kilogram (kg), sedangkan di tingkat konsumen sempat mencapai Rp 40.000–Rp 45.000 per kg.
Amran menilai kondisi tersebut sebagai anomali harga. Pasalnya, harga telur di tingkat peternak seharusnya berada di kisaran Rp 26.000–Rp 30.000 per kg. Sementara itu, konsumen justru harus membayar jauh lebih mahal.
"Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp 40.000–Rp 45.000. Ini di atas harga tertinggi, ada anomali," ujar Amran usai rapat koordinasi terkait ketahanan pangan di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Advertisement
Amran mengatakan, kondisi tersebut terjadi ketika produksi telur ayam nasional mengalami surplus, bahkan sudah mencapai tahap ekspor. Pemerintah pun menyoroti rantai distribusi yang diduga menyebabkan harga di tingkat konsumen tinggi, sementara harga di tingkat peternak justru rendah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menduga terdapat pihak perantara (middleman) yang melakukan praktik tertentu sehingga memicu kenaikan harga telur dan daging ayam ras.
Menurut Tito, harga kedua komoditas tersebut sempat mengalami kenaikan sekitar dua pekan sebelumnya, tetapi belakangan mulai menurun. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Kapolri dan Kepala Bareskrim Polri untuk menertibkan dugaan praktik dalam rantai pasok tersebut.
Â
Pemerintah Bantu Peternak Tekan Biaya Produksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291503/original/085124500_1783566809-tel4.jpg)
Selain menyoroti rantai distribusi, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu peternak, terutama dalam menekan biaya produksi. Salah satunya melalui penyediaan bahan pakan berupa bungkil kedelai impor (soybean meal) seharga Rp 8.630 per kg.
Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga dari pihak swasta yang mencapai Rp 10.000–Rp 12.000 per kg. Pemerintah mengimpor bahan pakan tersebut untuk disalurkan langsung kepada peternak.
Pemerintah juga menyalurkan jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog. Jagung bersubsidi ini ditujukan bagi peternak kecil untuk membantu menekan biaya pakan.
Selain itu, Kementerian Pertanian berencana menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) untuk membangun pabrik pengolahan tepung telur di dalam negeri. Pembangunan pabrik tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu tahun.
"Kemudian yang ketiga adalah rencana kita karena ada impor tepung telur dari negara lain, insyaallah kita akan bangun, mudah-mudahan satu tahun. Kami bersama BUMN, ada Pak Anton di sini, itu kita akan bangun dan tidak terlalu mahal pabriknya. Satu tahun selesai, impornya nanti kita stop," ujar Amran.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382447/original/017524100_1792996400-Anies_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486120/original/097525000_1769575957-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-28T114945.709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382280/original/090010700_1792986930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-26T105247.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382609/original/021046700_1793002939-IMG_3823.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1266698/original/072341500_1466133659-titokarnavian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380664/original/008856800_1792729943-IMG20261023094107.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380797/original/076974700_1792738762-drajad_wibowo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380670/original/032806300_1792730590-IMG20261023093400.jpg)