Beauty Sleep Bukan Mitos, Ini Cara Memaksimalkan Regenerasi Kulit Saat Tidur Malam

Beauty sleep membantu mendukung regenerasi kulit saat tidur melalui pemulihan sel dan produksi kolagen.

Diterbitkan 25 Oktober 2026, 21:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rutinitas skincare malam sering menjadi bagian penting dalam perawatan kecantikan, mulai dari membersihkan wajah hingga mengaplikasikan pelembap. Ada satu kebiasaan mendasar yang turut berperan dalam menjaga kondisi kulit, yaitu mendapatkan tidur berkualitas.

Istilah beauty sleep bukan sekadar ungkapan populer karena tubuh tetap menjalankan berbagai proses pemulihan ketika seseorang beristirahat. Tidur merupakan periode ketika tubuh memperbaiki dirinya, termasuk kulit sebagai lapisan terluar yang berhadapan langsung dengan lingkungan.

Aliran darah ke kulit meningkat selama tidur, sementara proses pembentukan kembali kolagen dan pemulihan kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet turut berlangsung. Kolagen merupakan protein struktural yang membantu menjaga kekuatan dan elastisitas kulit, melansir Healthline, Jumat, 23 Oktober 2026.

Tidur berkualitas mendukung pemulihan tubuh, sementara pergantian sel kulit dan produksi kolagen turut berperan dalam pemeliharaan jaringan. Kualitas tidur yang buruk dapat terlihat pada penampilan saat bangun pagi. Kurang tidur dapat menimbulkan mata bengkak, lingkaran gelap di bawah mata, kulit yang tampak lebih pucat, serta garis halus yang lebih terlihat.

Selain itu, kurang tidur berkualitas dapat membuat kulit tampak lebih kering, kemerahan, dan lelah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perawatan kulit tidak berhenti pada pemilihan produk.

Tidur yang cukup dan berkualitas menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung pemulihan kulit, meskipun hasilnya tidak dapat diseragamkan untuk setiap orang. Rutinitas malam yang baik perlu memperhatikan kebutuhan istirahat tubuh sekaligus perawatan kulit yang sesuai.

Pentingnya Tidur Berkualitas untuk Kulit

Proses pemulihan kulit berlangsung seiring dengan mekanisme tubuh selama tidur. Pergantian sel melibatkan pelepasan sel kulit lama dan munculnya sel baru ke permukaan. Produksi kolagen turut meningkat pada fase tidur dalam, ketika detak jantung dan pernapasan melambat sebagai bagian dari siklus tidur.

Kualitas tidur yang buruk berpotensi membuat kemampuan kulit untuk pulih dari tekanan lingkungan, termasuk paparan matahari, lebih rendah. Tampilan kulit pun dapat terlihat kurang segar ketika tubuh tidak memperoleh istirahat yang dibutuhkan.

Durasi tidur tetap perlu diperhatikan, tetapi jumlah jam saja tidak selalu menggambarkan kualitas istirahat. Tidur selama delapan jam belum tentu berarti seseorang mendapatkan tidur yang nyenyak sepanjang periode tersebut. Konsistensi jadwal, suasana kamar, serta kebiasaan sebelum tidur turut memengaruhi pengalaman beristirahat.

Bersihkan Wajah dan Jaga Kelembapan Sebelum Tidur

Membersihkan wajah merupakan salah satu langkah utama sebelum tidur. Gunakan pembersih yang lembut untuk mengangkat kotoran, sisa makeup, dan minyak berlebih tanpa menggosok kulit terlalu keras. Membiarkan residu menempel semalaman dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat, iritasi, dan munculnya jerawat.

Pelembap juga membantu mempertahankan hidrasi kulit selama tidur. Beberapa jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit, termasuk pelembap dengan tekstur lebih kaya bagi orang yang membutuhkan tambahan kelembapan, contohnya masker tidur, dapat menjadi pilihan tambahan.

Rutinitas malam tidak harus terdiri dari banyak tahapan atau produk mahal. Membersihkan wajah, mengaplikasikan pelembap, dan mempertahankan kebiasaan tidur yang konsisten menjadi dasar yang lebih penting daripada menumpuk terlalu banyak produk sekaligus.

Bangun Kebiasaan Malam yang Mendukung Beauty Sleep

Persiapan sebelum tidur dapat dilakukan dengan membangun ritual relaksasi, menjaga kamar tetap sejuk, mandi air hangat, serta menghindari penggunaan ponsel sekitar satu jam sebelum tidur. Posisi tidur juga dapat menjadi pertimbangan dalam perawatan kulit.

Melansir E! News, tidur telentang menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi tekanan berkepanjangan pada wajah. Bagi orang yang kerap mengalami kantung mata, posisi kepala sedikit lebih tinggi saat tidur dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi penumpukan cairan di sekitar mata.

Pilihan sarung bantal juga dapat dipertimbangkan. Bahan satin atau sutra memiliki permukaan yang lebih licin dibandingkan dengan katun bertekstur kasar sehingga dapat membantu mengurangi gesekan dan tekanan pada kulit.

Â