Liputan6.com, Jakarta Ubi yakon adalah umbi manis asal Pegunungan Andes yang kini mulai dilirik pekebun rumahan di Indonesia. Cara menanam ubi yakon tergolong mudah karena tanaman ini tahan banting dan tidak menuntut perawatan rumit.
Kunci keberhasilannya terletak pada penggunaan rimpang atau mahkota sebagai bibit, bukan umbi konsumsinya. Dengan media tanam gembur dan lokasi cukup sinar matahari, cara menanam ubi yakon bisa dilakukan langsung di pekarangan maupun di dalam pot, bahkan cocok untuk mengisi kebun umbi yakon di pekarangan.
Ubi yakon (Smallanthus sonchifolius) masih berkerabat dekat dengan bunga matahari dan berasal dari kawasan Andes seperti Kolombia, Bolivia, Ekuador, dan Peru. Berdasarkan panduan Gardening Know How, rasa manis umbi ini berasal dari inulin yang tidak dapat diproses tubuh, sehingga manisnya terasa di lidah tetapi tidak ikut dimetabolisme sebagai gula.
Advertisement
Cara Menyiapkan Bibit dan Media Tanam Ubi Yakon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382038/original/032568800_1792931688-Gemini_Generated_Image_aenyc2aenyc2aeny.jpg)
Persiapan yang matang menjadi fondasi utama sebelum menanam. Memahami cara menanam ubi yakon dimulai dari mengenali bagian tanaman yang tepat untuk dijadikan bibit sekaligus menyiapkan media tumbuh yang gembur dan subur.
Dilansir dari University of Florida IFAS Extension, tanaman yakon menghasilkan dua jenis organ bawah tanah, yaitu bonggol atau rimpang di pangkal batang yang dipakai untuk perbanyakan, serta umbi besar berwarna kekuningan di bawahnya yang bercita rasa manis untuk dikonsumsi. Bonggol yang sudah bertunas dipisahkan, ditempatkan di pot kecil berisi media, lalu dipindahkan ke lahan saat tanaman muda sudah cukup kuat.
-
Pilih rimpang atau mahkota, bukan umbi konsumsi: Yakon tidak diperbanyak dari biji, melainkan dari rimpang di bawah permukaan tanah. Umbi konsumsi hanya berperan sebagai organ penyimpanan dan tidak akan bertunas jika tidak ada potongan mahkota yang menempel.
-
Tunaskan rimpang lebih dulu: Jika memakai rimpang yang belum bertunas, simpan di tempat gelap dan tutup tipis dengan pasir yang lembap hingga muncul tunas. Cara ini menghindarkan bibit dari pembusukan sekaligus mempercepat pertumbuhan awal.
-
Semai di pot kecil: Mulailah potongan mahkota di dalam pot berukuran sekitar 15 cm berisi kompos, letakkan di tempat terang yang bebas embun beku. Untuk pemula, teknik menyemai ini mirip prinsip menyemai benih sayuran sebelum dipindah ke wadah besar.
-
Racik media tanam gembur: Yakon menyukai tanah subur berdrainase baik dengan pH sekitar 6,0 hingga 7,5. Anda bisa mencampur tanah lapisan atas, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan seimbang. Pelajari juga cara meracik media tanam organik agar akar lebih leluasa berkembang.
-
Tentukan lokasi penuh sinar matahari: Sebagai patokan sederhana, lokasi yang cocok untuk tomat juga cocok untuk yakon. Berikan penyinaran penuh sekitar 6 sampai 8 jam sehari dan penyiraman teratur.
Untuk sumber nutrisi tambahan yang murah, Anda dapat menyiapkan pupuk dari bahan sekitar rumah, misalnya dengan membuat pupuk kompos sendiri dari sisa dapur. Baca juga: panduan membuat media tanam organik yang kaya hara.
Advertisement
Langkah-Langkah Menanam Ubi Yakon yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382039/original/040628300_1792931688-Gemini_Generated_Image_wcve5uwcve5uwcve.jpg)
Setelah bibit bertunas dan media siap, tahap berikutnya adalah penanaman. Berikut langkah-langkah cara menanam ubi yakon yang bisa Anda ikuti agar tanaman tumbuh sehat sejak awal.
-
Tentukan waktu tanam: Di daerah beriklim dingin, yakon ditanam setelah bahaya embun beku berlalu dan tanah menghangat minimal 15 derajat Celsius. Kabar baiknya, pertumbuhan yakon tidak dipengaruhi panjang hari, sehingga di wilayah tanpa embun beku ia dapat ditanam kapan saja sepanjang tahun, termasuk di iklim tropis Indonesia.
-
Buat lubang tanam yang lapang: Gali lubang berdiameter sekitar 30 cm dengan kedalaman serupa, lalu kembalikan sekitar 15 cm tanah ke dalamnya agar rimpang tumbuh pada media yang lebih empuk.
-
Atur jarak tanam: Beri jarak antartanaman sekitar 80 sampai 100 cm dengan jarak antarbaris sekitar 1,2 meter karena tanaman dapat mencapai tinggi 1,5 hingga 2,5 meter dan butuh ruang cukup luas. Prinsip pengaturan jarak antar tanaman ini penting agar umbi punya ruang membesar.
-
Tanam rimpang dengan tunas menghadap atas: Letakkan rimpang atau umbi bibit pada lubang dangkal dengan tunas mengarah ke atas. Cukup benamkan dangkal dan tutup dengan media, lalu berikan mulsa tipis di permukaannya. Prinsipnya sama seperti menanam umbi lain dengan tunas menghadap ke atas.
-
Timbun dan siram secukupnya: Tutup lubang, lalu tandai lokasinya agar Anda tidak lupa titik tanam. Siram hingga media lembap merata untuk memancing perakaran baru.
-
Alternatif menanam di pot: Rimpang yang sudah bertunas dapat ditanam di pot besar minimal berukuran 20 liter berisi media tanam bernutrisi. Metode ini mirip cara menanam umbi di dalam pot maupun menanam kentang dari umbinya di pot yang praktis di lahan sempit.
Sebagaimana disampaikan Garden Organic, yakon bersifat rentan seperti dahlia dan harus diperlakukan serupa, sebab umbinya hanyalah organ penyimpanan yang tidak akan tumbuh tanpa potongan mahkota yang menempel. Bagi yang lahannya terbatas, teknik berkebun di polybag juga bisa menjadi pilihan.
Cara Merawat Ubi Yakon hingga Waktunya Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382040/original/049164300_1792931688-Gemini_Generated_Image_wg1fzhwg1fzhwg1f.jpg)
Perawatan menentukan besar dan manisnya hasil panen. Bagian tersulit dari cara menanam ubi yakon justru bukan menanamnya, melainkan menjaga kelembapan, nutrisi, dan kesehatan tanaman selama sekitar 180 sampai 240 hari hingga siap dipanen.
-
Penyiraman teratur: Yakon memiliki area daun yang luas sehingga banyak kehilangan air, meski tanaman yang sudah mapan cukup toleran terhadap kekeringan. Perawatannya ringan dan hanya perlu penyiraman sesekali saat musim kering. Terapkan cara menyiram tanaman yang benar agar media lembap tetapi tidak becek.
-
Pemupukan berimbang: Beri pupuk seimbang secara bulanan, dengan nitrogen tinggi di awal musim untuk memicu kanopi daun yang besar sebagai penopang pembentukan umbi. Namun hindari pupuk bernitrogen terlalu tinggi menjelang pembesaran umbi karena justru mendorong pertumbuhan daun dan menyedot energi dari umbi, sehingga menambahkan pupuk tinggi kalium lebih dianjurkan. Anda bisa memanfaatkan pupuk dari bahan dapur seperti ampas kopi maupun teknik merawat umbi agar tidak busuk.
-
Pembumbunan pangkal: Timbun tanah di sekitar pangkal tanaman seiring musim berjalan untuk melindungi mahkota yang sedang berkembang.
-
Pasang ajir atau penyangga: Perawatan yakon mudah, tetapi tanaman tumbuh sangat tinggi sehingga kadang perlu diberi ajir. Batangnya dapat menjulang hingga sekitar 2,4 meter.
-
Kendalikan hama secara alami: Yakon umumnya cukup tahan terhadap hama dan penyakit, meski hama umum bunga matahari sesekali dapat mengganggu. Gunakan pestisida nabati dan langkah mengusir hama secara alami. Steve Rice, pemilik Lawn Kings, dikutip dari Lawn Love menyatakan, "Pengendalian organik lebih seperti mengemudikan kapal daripada menginjak rem. Anda butuh kesabaran dan konsistensi agar berhasil."
-
Panen di waktu yang tepat: Ketika tanaman mulai berbunga atau daunnya menguning dan mengering, itulah saatnya memanen. Gali setiap tanaman dengan hati-hati dan letakkan sekop sekitar 30 cm dari batang utama agar tidak melukai umbi yang bisa menjulur cukup jauh dari pangkalnya.
Merujuk Hobby Farms, satu tanaman yakon bahkan mampu menghasilkan sampai 22 pon atau sekitar 10 kg umbi menurut riset Master Gardeners di California.
Mengacu pada Thompson & Morgan, rata-rata satu tanaman menghasilkan 3,5 sampai 4 kg umbi, dan umbi tersimpan sangat baik di karung kertas di tempat sejuk dan kering, serta cenderung makin manis seiring waktu penyimpanan. Prinsip pengendalian hama organik yang sabar ini juga berlaku untuk tanaman kebun lainnya.
Advertisement
Manfaat Ubi Yakon yang Membuatnya Layak Ditanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382041/original/057924300_1792931688-Gemini_Generated_Image_z5c62z5c62z5c62z.jpg)
Selain relatif mudah dibudidayakan, ubi yakon menyimpan sederet manfaat yang membuatnya makin populer sebagai tanaman pangan fungsional. Beth Czerwony, ahli diet terdaftar, dikutip dari Cleveland Clinic menyatakan, "Ini justru bisa membantu membuat mikrobioma usus Anda menjadi lebih sehat."
-
Pemanis alami rendah kalori: Rasa manisnya berasal dari inulin yang tidak dimetabolisme tubuh sehingga tidak ikut diserap sebagai gula.
-
Ramah bagi penderita diabetes: Sifat manis tanpa metabolisme gula ini menjadi kabar baik bagi mereka yang menjaga berat badan maupun penderita diabetes. Simak ulasan manfaatnya untuk membantu penderita diabetes dan mengatur kadar gula darah.
-
Mendukung kesehatan pencernaan: Kandungan fruktooligosakarida dan inulin bekerja sebagai prebiotik, yakni makanan bagi bakteri baik yang menyehatkan usus besar dan membantu pencernaan.
-
Membantu manajemen berat badan: Sebagaimana dilaporkan Healthline, dalam sebuah studi, perempuan yang mengonsumsi sirup yakon mengalami penurunan lingkar pinggang, kadar insulin puasa turun 42 persen, dan resistensi insulin berkurang 67 persen.
-
Menjaga kolesterol dan jantung: Inulin membantu menurunkan kadar kolesterol dengan mengurangi penyerapan kolesterol jahat di dalam tubuh. Baca selengkapnya soal manfaat ubi yakon untuk kesehatan dan khasiat akar yakon.
-
Bisa diolah menjadi sirup: Umbinya dapat dimasak menjadi sirup yakon yang rendah kalori dan tahan disimpan berbulan-bulan.
-
Mudah dirawat dan hasil melimpah: Tanaman ini berpemeliharaan rendah dan hanya membutuhkan penyiraman sesekali di masa kering.
Daphne Oz, penulis dan pegiat kuliner, dikutip dari Good Morning America menyatakan, "Ini memang pemanis, tetapi juga prebiotik." Meski begitu, konsumsinya tetap perlu bijak karena serat fermentasinya bisa memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ubi Yakon
Berapa lama ubi yakon bisa dipanen?
Ubi yakon umumnya membutuhkan sekitar 180 sampai 240 hari atau kurang lebih 6 hingga 7 bulan hingga siap panen. Tandanya terlihat ketika tanaman mulai berbunga atau daunnya menguning dan mengering secara alami.
Apakah ubi yakon bisa ditanam di dalam pot?
Bisa. Rimpang yang sudah bertunas dapat ditanam di pot besar berukuran minimal sekitar 20 liter berisi media tanam yang subur. Menanam di pot juga memudahkan pemantauan air serta membuat proses panen lebih rapi.
Apakah ubi yakon cocok ditanam di iklim tropis Indonesia?
Cocok. Pertumbuhan yakon tidak dipengaruhi panjang hari, sehingga di wilayah tanpa embun beku ia bisa ditanam kapan saja. Tanaman ini menyukai kehangatan dan beradaptasi baik di kondisi tropis serta subtropis, asalkan terhindar dari suhu beku.
Pada akhirnya, keberhasilan berkebun umbi ini lebih ditentukan konsistensi ketimbang kerumitan teknik. Casey Hentges, ahli hortikultura Oklahoma State University Extension, dikutip dari Oklahoma State University Extension menyatakan, "Apa pun yang Anda tanam, hal yang paling penting adalah menumbuhkan rasa percaya diri Anda sebagai pekebun." Dengan langkah bertahap dan perawatan yang telaten, cara menanam ubi yakon dapat menjadi kegiatan berkebun yang memuaskan sekaligus menyediakan cadangan pangan sehat di rumah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354848/original/083171500_1790065267-kUxrT7cmNUvbvMq7pIEossN67rpSWQF16mQ7jRUo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365322/original/002608500_1791173441-1wu6ylVCrp8MZloBOA0MnNersi1uYMGcpOGF2sLR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373157/original/021232400_1791953477-Gemini_Generated_Image_l2ovfcl2ovfcl2ov.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372688/original/060820700_1791887192-Gemini_Generated_Image_dbo9rrdbo9rrdbo9.jpg)