Liputan6.com, Jakarta Cara menanam kacang tanah agar berbuah lebat dimulai dari tanah gembur yang kaya kalsium dan pemilihan benih unggul. Kedua hal ini menjadi fondasi terbentuknya banyak polong berisi penuh di dalam tanah.
Setelah ditanam, perawatan seperti pembumbunan, penyiraman teratur, dan pemupukan tinggi fosfor-kalium ikut menentukan hasil. Menerapkan cara menanam kacang tanah agar berbuah lebat secara konsisten membuat satu tanaman mampu menghasilkan puluhan polong.
Secara umum, kacang tanah (Arachis hypogaea) tumbuh optimal di dataran rendah bersuhu hangat dengan sinar matahari penuh sepanjang hari. Tanaman ini tergolong legum pengikat nitrogen, sehingga mampu menyediakan sebagian haranya sendiri dan umumnya menghasilkan setidaknya 30 polong per tanaman.
Advertisement
Menyiapkan Lahan dan Media Tanam yang Gembur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424003/original/015149600_1764129367-pexels-fotios-photos-1301856.jpg)
Langkah awal cara menanam kacang tanah agar berbuah lebat adalah menyiapkan media tanam yang gembur, subur, dan berdrainase baik. Tanah yang remah memudahkan ginofor atau bakal buah menembus permukaan dan membentuk polong di dalam tanah.
-
Gemburkan dan olah tanah: Cangkul atau bajak tanah sedalam kurang lebih 20 cm sampai remah. Struktur yang gembur membuat akar dan ginofor leluasa masuk ke dalam tanah.
-
Perbaiki pH dan tambahkan kalsium: Kacang tanah menyukai pH tanah sekitar 5-6,3. Taburkan kapur pertanian atau dolomit beberapa minggu sebelum tanam untuk menaikkan pH sekaligus menambah kalsium.
-
Campurkan pupuk organik matang: Masukkan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang agar tanah kaya bahan organik dan subur. Pupuk yang belum matang bisa menghasilkan panas dan mengganggu akar muda.
-
Buat bedengan dan saluran drainase: Bentuk bedengan dengan tinggi sekitar 20-30 cm dan lengkapi saluran air. Bedengan mencegah genangan yang membuat akar dan ginofor membusuk.
-
Pilih lokasi terbuka: Tempatkan lahan di area yang menerima sinar matahari langsung minimal 6-8 jam sehari. Cahaya penuh sangat penting untuk pembentukan polong.
-
Siapkan pot dalam untuk lahan sempit: Jika menanam di rumah, gunakan wadah setinggi minimal 30 cm dengan lubang drainase dan media gembur. Ruang yang lapang memberi tempat bagi ginofor untuk berkembang.
Merujuk publikasi University of Florida IFAS, kebutuhan kalsium kacang tanah tergolong sangat tinggi karena polongnya menyerap hara langsung dari tanah di sekitarnya, bukan dari hara yang diangkut oleh akar. Kekurangan kalsium memicu polong busuk dan polong hampa (pops) sehingga hasil panen anjlok.
Tammy Sons, ahli hortikultura, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Kacang tanah membutuhkan suhu panas serta tanah berpasir yang kaya humus. Tanaman ini sebenarnya tidak rewel, tetapi memang butuh waktu, dan perkecambahannya cukup menantang sehingga tanah sebaiknya dijaga sehangat mungkin."
Agar media makin ideal, campuran tanah, kompos, dan sekam dengan perbandingan seimbang bisa dipakai. Anda dapat menyimak teknik menyuburkan tanah di halaman serta pilihan campuran pupuk dan tanah untuk kebun yang tepat. Bagi pemula, memahami dasar berkebun di pekarangan rumah juga akan sangat membantu.
Advertisement
Memilih Benih Unggul dan Menanam Kacang Tanah dengan Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984171/original/063267400_1730185598-IMG-20230227-WA0052-617450006.jpg)
Setelah lahan siap, pemilihan benih dan teknik tanam menjadi penentu berikutnya; inilah inti cara menanam kacang tanah agar berbuah lebat yang kerap disepelekan pemula. Benih bermutu dan jarak tanam yang pas akan menghasilkan populasi tanaman yang sehat dan produktif.
-
Pilih varietas unggul: Gunakan varietas produktif yang berbiji dua atau lebih per polong, seperti Gajah, Kelinci, atau Garuda. Varietas unggul cenderung tahan penyakit dan berumur panen relatif cepat.
-
Seleksi benih berkualitas: Pilih biji dari kacang tua yang mengkilap, utuh, tidak keriput, berlubang, atau berjamur. Benih sehat memiliki daya kecambah yang jauh lebih tinggi.
-
Rendam dan seleksi benih: Rendam biji dalam air hangat selama beberapa jam untuk merangsang perkecambahan. Buang benih yang mengapung dan gunakan yang tenggelam.
-
Inokulasi dengan Rhizobium: Campurkan benih dengan inokulan bakteri Rhizobium jika tersedia, terutama pada lahan yang belum pernah ditanami kacang tanah. Bakteri ini membantu pembentukan bintil akar pengikat nitrogen.
-
Atur jarak dan kedalaman tanam: Buat lubang sedalam sekitar 3 cm dengan jarak tanam 40 x 10 cm atau 25 x 25 cm. Jarak yang cukup memberi ruang bagi ginofor untuk masuk ke tanah.
-
Tanam satu biji per lubang: Masukkan satu biji per lubang, lalu tutup tipis dengan tanah halus tanpa dipadatkan berlebihan. Siram secukupnya agar media lembap.
Dalam kondisi optimal, benih biasanya berkecambah dalam 4-7 hari setelah tanam. Untuk panduan menyeluruh, simak pula ulasan cara menanam kacang tanah dari benih hingga panen dan langkah dasar menanam kacang tanah bagi pemula. Jika lahan terbatas, Anda juga bisa mencoba menanam kacang tanah dalam wadah di rumah.
Martin Walsh, pakar benih dari Baker Creek, dikutip dari Homes and Gardens, menjelaskan, "Polong kacang tanah terbentuk di ujung bagian yang disebut ginofor, yang muncul dari pangkal bunga yang telah dibuahi. Ginofor ini kemudian menembus tanah, dan polong mulai membesar di ujungnya."
Merawat Kacang Tanah agar Berbuah Lebat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365325/original/066456700_1791173445-cp0ZCyBbA1FSIt0D5SQyGB7fMPSWCa7Jolx5Ntjo.jpg)
Perawatan rutin adalah penentu utama hasil akhir, dan di sinilah letak rahasia cara menanam kacang tanah agar berbuah lebat. Fokus perawatan diarahkan pada kelembapan tanah, pembumbunan, pengendalian gulma, serta pasokan fosfor, kalium, dan kalsium.
-
Lakukan penyulaman: Pantau tanaman pada umur 4-7 hari, lalu ganti benih yang mati atau tumbuh abnormal dengan benih baru. Populasi yang lengkap menjaga potensi hasil tetap maksimal.
-
Siram secara teratur: Jaga tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang, terutama saat musim kemarau. Air yang berlebihan membuat akar dan ginofor mudah membusuk.
-
Bersihkan gulma (penyiangan): Cabut rumput liar di sekitar tanaman agar tidak bersaing memperebutkan hara dan cahaya. Lakukan penyiangan sejak dini sebelum gulma tumbuh lebat.
-
Lakukan pembumbunan: Saat tanaman mencapai tinggi 10-15 cm dan mulai berbunga, timbun tanah di sekeliling pangkal batang. Gundukan ini memudahkan ginofor masuk tanah dan membentuk banyak polong.
-
Beri pupuk fosfor dan kalium: Saat memasuki fase berbunga, utamakan pupuk kaya fosfor dan kalium, bukan nitrogen tinggi. Nitrogen berlebih membuat daun rimbun, tetapi polong justru sedikit.
-
Tambahkan sumber kalsium: Berikan kalsium tambahan, misalnya dari dolomit atau serbuk cangkang telur, menjelang pembentukan polong. Kalsium mendukung terbentuknya polong yang berisi penuh.
- Fokuskan nutrisi pada skala rumahan (opsional): Jika Anda menanam di pot atau pekarangan rumah, Anda bisa membuang cabang bawah yang sangat lemah atau tidak produktif. Meskipun jarang diterapkan di perkebunan luas karena padat karya, teknik ini sangat efektif pada skala kecil agar energi tanaman terfokus penuh pada pembentukan ginofor di cabang utama.
- Jaga kelembapan mikro saat puncak pembungaan: Saat bunga mulai mekar, hindari penyiraman berlebihan atau menyemprot langsung ke area bunga. Kacang tanah sebenarnya adalah tanaman yang menyerbuk sendiri (self-pollinated) bahkan sebelum bunganya membuka penuh (cleistogamy). Pengurangan air pada fase ini bertujuan untuk menjaga kelembapan mikro di sekitar kanopi daun agar tidak terlalu basah, sehingga mencegah timbulnya jamur busuk bunga.
Dilansir dari Savvy Gardening, begitu tanaman mulai berbunga, kadar kalsium sebaiknya ditingkatkan menggunakan pupuk berbasis gipsum, sembari mewaspadai hama seperti kutu daun dan kutu kebul yang merusak daun.
Harris, peneliti kacang tanah di Georgia, dikutip dari Farm Progress, menegaskan, "Kalsium harus larut dalam air dan masuk langsung menembus kulit polong menuju biji yang sedang berkembang."
Mengacu pada laporan Peanut Grower, contoh tanah untuk uji kalsium sebaiknya diambil dari zona pembentukan polong pada kedalaman sekitar 7-8 cm, dan penambahan kalsium dianjurkan bila kadarnya rendah atau rasio kalsium terhadap kalium kurang dari 3:1. Pada skala rumahan, kebutuhan ini bisa dibantu dengan dolomit atau serbuk cangkang telur yang ditabur di sekitar pangkal tanaman.
Dena Malsom, Chief Marketing Officer National Peanut Board, dikutip dari Homes and Gardens, menuturkan, "Kacang tanah justru membutuhkan air paling sedikit, sebagian karena akarnya yang panjang memungkinkan tanaman mencari air dari dalam tanah."
Prinsip pemupukan ini mirip dengan tanaman polong lain; Anda bisa membandingkannya dengan cara merawat tanaman kacang panjang agar panen melimpah. Teknik serupa juga berlaku saat menyuburkan tanaman cabai yang pertumbuhannya lambat.
Advertisement
Memanen dan Mengeringkan Kacang Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127803/original/023594800_1739184393-isai-dzib-TysS85XkjgI-unsplash.jpg)
Memanen di waktu yang tepat menyempurnakan seluruh rangkaian cara menanam kacang tanah agar berbuah lebat. Panen yang terlalu cepat membuat polong belum terisi penuh, sedangkan terlalu lambat membuat polong mudah lepas di dalam tanah.
-
Kenali umur panen: Kacang tanah umumnya siap dipanen pada umur 90-110 hari, tergantung varietasnya. Varietas unggul cenderung lebih cepat dibanding varietas biasa.
-
Perhatikan ciri fisik tanaman: Tanda siap panen meliputi daun menguning dan rontok, batang mengeras, serta polong terasa padat saat ditekan. Kulit bagian dalam polong juga berubah kecoklatan.
-
Kondisikan kelembapan tanah jelang panen: Pastikan tanah tidak terlalu basah ataupun terlalu kering saat dipanen. Hindari membiarkan tanah mengering total hingga keras selama berminggu-minggu sebelum panen, karena tanah yang keras akan membuat tangkai polong putus dan buahnya tertinggal di dalam tanah saat dicabut. Jika tanah terlalu keras, siram sedikit atau gunakan garpu taman untuk melonggarkan tanah di sekitar perakaran sebelum tanaman diangkat.
-
Cabut seluruh tanaman: Angkat tanaman secara utuh dan hati-hati, bukan dengan menggali satu per satu polong. Mengangkat utuh membuat sebagian besar polong tetap menempel pada tanaman.
-
Keringkan dan simpan dengan benar: Jemur tanaman beserta polongnya hingga benar-benar kering, lalu simpan di wadah kering. Penyimpanan yang terlalu lembap memicu jamur dan racun aflatoksin.
Sebagaimana dikutip dari Clemson Cooperative Extension, tanah di bawah kanopi tanaman sebaiknya tidak diganggu setelah ginofor mulai masuk, dan gulma cukup ditekan dengan mulsa serta jarak tanam yang rapat agar tajuk cepat menaungi tanah. Metode panen ini juga cocok diterapkan saat Anda menanam kacang tanah di galon maupun ketika merawat jagung dalam pot di lahan terbatas.
Kesalahan Umum yang Membuat Kacang Tanah Gagal Berbuah Lebat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5033506/original/066196500_1733211723-2150361170.jpg)
Meski terlihat mudah, ada sejumlah kesalahan yang membuat cara menanam kacang tanah agar berbuah lebat tidak membuahkan hasil. Mengenali dan menghindari kesalahan berikut akan menjaga produktivitas tanaman tetap tinggi.
-
Menanam di tanah dingin atau terlalu basah: Benih yang ditanam di tanah dingin dan jenuh air mudah membusuk sebelum berkecambah. Pastikan tanah hangat dan tidak tergenang.
-
Memakai kacang sangrai sebagai benih: Kacang panggang, goreng, atau asin tidak akan tumbuh karena embrionya sudah rusak. Gunakan kacang mentah berkualitas benih.
-
Memberi pupuk nitrogen berlebihan: Nitrogen berlebih memicu daun rimbun, tetapi jumlah polong justru menurun. Kacang tanah mengikat nitrogennya sendiri, jadi fokuskan pada fosfor, kalium, dan kalsium.
-
Melewatkan pembumbunan dan kalsium: Tanpa pembumbunan saat berbunga, ginofor sulit masuk tanah dan polong gagal terbentuk. Kekurangan kalsium di fase ini membuat polong hampa.
-
Menyiram berlebihan saat berbunga: Membasahi bunga saat penyerbukan dapat menggagalkan pembentukan bakal buah. Kurangi penyiraman pada masa ini.
-
Memanen terlalu dini: Panen sebelum polong terisi penuh menghasilkan biji kecil dan banyak polong kosong. Tunggu hingga ciri-ciri matang terpenuhi.
-
Menyimpan dalam kondisi lembap: Polong yang disimpan sebelum benar-benar kering berisiko berjamur. Keringkan sempurna sebelum penyimpanan.
Konsistensi perawatan juga tidak kalah penting dari teknik itu sendiri. George Boyhan, ahli hortikultura, dikutip dari University of Georgia, menyatakan, "Dengan begitu, ketika Anda melangkah keluar pintu, Anda melihat tanaman Anda, sehingga Anda lebih rajin menyianginya dan menyiraminya."
Prinsip menghindari kesalahan ini berlaku pula untuk tanaman polong lain, misalnya saat mempraktikkan cara menanam kacang panjang agar berbuah lebat atau menanam kacang polong di rumah. Untuk hunian minim lahan, pertimbangkan pula ide berkebun di lahan sempit dan sistem rak bertingkat yang hemat tempat.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Kacang Tanah
Berapa lama kacang tanah mulai berbuah hingga panen?
Kacang tanah umumnya mulai berbunga sekitar umur 30 hari dan siap dipanen pada umur 90–110 hari atau sekitar 3–4 bulan, tergantung varietas dan perawatannya. Bunga yang telah dibuahi akan membentuk ginofor yang menembus tanah untuk menjadi polong.
Apa penyebab kacang tanah tidak berbuah atau polongnya kosong?
Penyebab paling umum adalah kekurangan kalsium (memicu polong hampa atau pops), tidak dilakukannya pembumbunan, serta pemberian pupuk nitrogen yang berlebihan. Tanah yang terlalu padat juga menyulitkan ginofor masuk ke dalam tanah. Selain itu, penyiraman berlebihan saat berbunga dapat membuat area kanopi terlalu lembap sehingga memicu jamur yang membusukkan bunga.
Apakah kacang tanah bisa ditanam di pot atau polybag?
Bisa, asalkan menggunakan wadah yang cukup dalam (minimal kedalaman 30 cm), memiliki lubang drainase yang baik, dan diisi media gembur yang poros. Pilihan ini cocok untuk lahan sempit dan tetap dapat menghasilkan polong jika pembumbunan serta pemupukan kalsium dilakukan dengan benar.
Dengan menerapkan seluruh langkah di atas, hasil panen kacang tanah dari kebun sendiri bisa dinikmati dalam berbagai olahan. Anda dapat mengolahnya menjadi kacang tanah rebus yang empuk, apalagi kacang tanah dikenal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Baca juga: jenis kacang untuk camilan sehat dan cara mengolah kacang tanah untuk penderita kolesterol agar hasil kebun semakin bermanfaat untuk keluarga.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365329/original/084253000_1791173450-xynnmHduOhkbUUnQykm8w0NR1pEyeG7zEOqx8rjp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354846/original/034440000_1790065260-eaCUSjZjMQ9ZQHvomNAZLaRzl0o0JndkPQHzXnyd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365340/original/050208400_1791173475-b5GIoS6csIZ2RqaXcIU0hySgPHGAy3ZAwvs37VNO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367285/original/082269600_1791342266-HL_Kol.jpg)