Liputan6.com, Jakarta - Kacang panjang merupakan salah satu komoditas sayuran yang tidak pernah kehilangan peminat di pasaran. Sayuran ini mudah ditemukan di berbagai masakan rumahan hingga kuliner tradisional, sehingga permintaannya relatif stabil sepanjang tahun. Kondisi ini menjadikan kacang panjang sebagai tanaman yang potensial untuk dibudidayakan, baik secara skala rumah tangga maupun agribisnis.
Di tengah tren urban farming dan berkebun di pekarangan rumah, menanam kacang panjang menjadi pilihan menarik karena perawatannya relatif mudah dan hasilnya bisa dinikmati sendiri. Namun, tidak sedikit pekebun yang mengeluhkan tanaman kacang panjang tumbuh subur tetapi buahnya sedikit atau cepat berhenti berproduksi.
Permasalahan tersebut umumnya terjadi karena teknik budidaya yang kurang tepat. Oleh karena itu, memahami cara menanam kacang panjang agar berbuah lebat sejak tahap persiapan hingga perawatan menjadi kunci utama keberhasilan budidaya tanaman ini. berikut ulasan Liputan6.com, Minggu (28/12/2025).
Advertisement
Kenali Morfologi Kacang Panjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4968200/original/023417400_1728881758-20241010_094142.jpg)
Sebelum memulai budidaya, penting untuk mengenal morfologi kacang panjang agar perawatan dan pemupukan dapat dilakukan secara optimal. Kacang panjang (Vigna sinensis L. atau Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis) berasal dari wilayah India dan Afrika, kemudian menyebar ke Asia termasuk Indonesia. Di beberapa daerah Jawa, tanaman ini dikenal sebagai kacang lanjaran.
Tanaman kacang panjang berbentuk perdu dengan batang yang memanjat. Daunnya tersusun tiga helai, sedangkan bunganya berwarna biru muda dengan bentuk menyerupai kupu-kupu. Buahnya berbentuk polong panjang, berwarna hijau, dengan panjang berkisar antara 10 hingga 50 cm. Kacang panjang dapat dibudidayakan secara monokultur maupun tumpang sari karena memiliki bintil akar yang mengandung bakteri pengikat nitrogen, sehingga berperan dalam menyuburkan tanah.
Apa Saja Syarat Tumbuh Kacang Panjang?
Salah satu keunggulan kacang panjang adalah kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan. Tanaman ini dapat tumbuh optimal pada ketinggian 0–800 mdpl dengan suhu ideal sekitar 25°C dan kisaran suhu toleransi antara 18–32°C. Curah hujan yang sesuai berkisar 600–2.000 mm per tahun.
Jenis tanah yang cocok untuk kacang panjang adalah tanah latosol, regosol, maupun aluvial dengan tekstur lempung berpasir dan drainase baik. pH tanah ideal berada pada kisaran 5,5–6,5. Waktu tanam yang dianjurkan adalah awal musim hujan atau awal musim kemarau, agar ketersediaan air mencukupi selama fase pertumbuhan.
Advertisement
Persiapan Benih Kacang Panjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3928054/original/028913200_1644375643-healthy-5347549_1280.jpg)
Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh kualitas benih. Benih kacang panjang yang baik memiliki daya kecambah di atas 80%, berasal dari varietas murni, berukuran seragam, bernas, mengilap, dan bebas dari hama serta penyakit. Benih juga harus bersih dari kotoran atau campuran benih lain.
Sebelum ditanam, benih dapat direndam dalam larutan berbahan organik yang berfungsi sebagai desinfektan alami dan perangsang tumbuh. Proses perendaman dilakukan selama beberapa jam, kemudian benih yang mengapung dibuang, sedangkan benih tenggelam dikeringanginkan hingga siap tanam. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya kecambah dan mengurangi risiko penyakit sejak awal pertumbuhan.
Persiapan Lahan Tanam
Lahan yang subur dan gembur sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Tanah perlu dicangkul atau dibajak hingga kedalaman lebih dari 5 cm agar struktur tanah menjadi remah. Setelah itu, buat bedengan dengan tinggi sekitar 10–20 cm untuk memperbaiki drainase.
Penambahan bahan organik seperti kompos matang atau pupuk organik granul dianjurkan untuk meningkatkan kandungan hara dan aktivitas mikroorganisme tanah. Tanah yang telah diberi perlakuan sebaiknya didiamkan selama beberapa hari sebelum tanam agar proses penguraian bahan organik berlangsung optimal.
Cara Menanam Kacang Panjang
Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam sedalam sekitar 3–4 cm dan diameter ±3 cm. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 30 × 70 cm agar tanaman tidak saling berebut nutrisi. Masukkan dua butir benih ke setiap lubang tanam, kemudian tutup dengan tanah dan siram hingga lembap.
Metode tanam langsung di lahan lebih disarankan dibandingkan penyemaian di polybag, karena kacang panjang memiliki sistem perakaran dangkal yang kurang baik jika dipindahkan. Teknik ini juga banyak direkomendasikan dalam literatur pertanian dan panduan budidaya tanaman legum.
Perawatan Kacang Panjang Agar Berbuah Lebat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2779052/original/018774400_1555313613-yardlong-beans-1098530_1920.jpg)
Perawatan rutin sangat menentukan keberhasilan cara menanam kacang panjang agar berbuah lebat. Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama pada musim kemarau, yakni pagi dan sore hari. Pada musim hujan, penyiraman disesuaikan dengan kondisi kelembapan tanah.
Penyulaman dilakukan saat tanaman berumur sekitar 7 hari untuk mengganti benih yang tidak tumbuh. Penyiangan gulma perlu dilakukan setiap 1–2 minggu agar tanaman tidak berkompetisi dalam menyerap nutrisi. Pendangiran dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk menggemburkan tanah di sekitar perakaran.
Karena bersifat merambat, kacang panjang membutuhkan ajir atau lanjaran setinggi ±2 meter. Ajir dipasang saat tanaman berumur sekitar 10 hari atau ketika tinggi tanaman mencapai 25 cm. Selain itu, pemangkasan pucuk dan cabang yang kurang produktif pada umur 3–4 minggu dapat merangsang pertumbuhan generatif dan meningkatkan jumlah bunga serta buah.
Pemupukan Kacang Panjang
Pemupukan sebaiknya mengutamakan pupuk organik karena mampu memperbaiki struktur tanah dan menjaga keseimbangan mikroorganisme. Pada fase awal pertumbuhan (7–28 hari), pemupukan difokuskan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif, yaitu akar, batang, dan daun.
Memasuki umur sekitar 30 hari, pemupukan diarahkan pada perbaikan kesuburan tanah dengan penambahan bahan organik padat atau cair. Setelah tanaman mulai berbunga dan berbuah (>30 hari), pemupukan dilakukan secara berkala untuk menunjang pembentukan polong dan memperpanjang masa panen. Unsur fosfor dan kalium lebih dibutuhkan pada fase ini dibandingkan nitrogen.
Dengan pemupukan dan perawatan yang tepat, kacang panjang dapat mulai dipanen sekitar 45–60 hari setelah tanam dan terus berproduksi selama beberapa bulan.
Advertisement
FAQ Seputar Kacang Panjang
1. Berapa lama kacang panjang mulai berbuah?
Kacang panjang mulai berbuah sekitar 45–60 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi lingkungan.
2. Apakah kacang panjang bisa ditanam di pot?
Bisa, asalkan menggunakan pot besar dengan drainase baik dan dilengkapi ajir untuk rambatan.
3. Mengapa bunga kacang panjang rontok?
Bunga rontok bisa disebabkan oleh kekurangan air, stres suhu, atau kekurangan unsur hara tertentu.
4. Seberapa sering kacang panjang dipanen?
Panen dapat dilakukan setiap 2–3 hari sekali agar tanaman terus merangsang pembentukan buah baru.
5. Apakah kacang panjang cocok untuk tumpang sari?
Ya, kacang panjang sangat cocok sebagai tanaman tumpang sari karena membantu meningkatkan kandungan nitrogen tanah.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314568/original/051669400_1785750475-cek_fakta_-_prabowo_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321099/original/046540500_1755663228-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__75_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454502/original/084911200_1766561161-kacang_panjang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)