Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan

Penghijauan Jaksel diperluas melalui penanaman pohon dan perawatan vegetasi untuk meningkatkan kualitas udara.

Diterbitkan 18 September 2026, 20:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkot Jaksel memperluas penghijauan untuk kualitas udara dan lingkungan nyaman.
  • Penanaman 10 pohon tabebuya pink di Taman Casuarina bagian program Jumat Menanam.
  • Pemkot juga pangkas pohon rawan tumbang demi keselamatan dan estetika lingkungan.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Selatan memperluas penghijauan Jaksel sebagai upaya meningkatkan kualitas udara sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan (Tamhut Jaksel), pemerintah menanam sebanyak 10 pohon tabebuya pink di Taman Casuarina, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, pada Senin.

Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Selatan Herlina Merinda mengatakan penghijauan kembali dilakukan karena masih terdapat area yang dinilai dapat dimanfaatkan untuk menambah vegetasi.

“Bulan Juli lalu ita bersama teman-teman Pramuka Saka Wanabakti juga sudah melakukan penghijauan di sini. Kami merasa masih cukup area untuk dihijaukan, sehingga kembali menanam disini,” kata Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Selatan Herlina Merinda, melansir Antara, Jumat, (18/9/2026).

Penanaman tersebut menjadi bagian dari program Jumat Menanam yang secara rutin digencarkan untuk memperbanyak ruang terbuka hijau di wilayah Jakarta Selatan.

Selain membuat kawasan lebih asri, kegiatan penghijauan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi. Keberadaan ruang terbuka hijau juga diharapkan dapat memberikan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Herlina mengatakan penambahan vegetasi menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan, terutama di lokasi yang masih terlihat gersang atau kurang sejuk.

“Kita akan terus melakukan penanaman di lokasi-lokasi yang terlihat kurang sejuk atau gersang. Sebab, kita ketahui musim kemarau berkepanjangan ini membuat beberapa tanaman terlihat gersang, walaupun penyiraman dan perawatan rutin dilakukan,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi musim kemarau berkepanjangan membuat sejumlah tanaman membutuhkan perhatian lebih melalui penyiraman dan perawatan rutin. Karena itu, keberlanjutan penghijauan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga tanaman yang telah ditanam.

Herlina meminta warga ikut menjaga lingkungan sekitar, salah satunya dengan melakukan penyiraman tanaman secara rutin selama musim kemarau.

“Semoga upaya kita bersama ini dapat membuat Jakarta Selatan sebagai kota yang semakin lestari, indah, berkelanjutan, dan nyaman ditinggali,” ucapnya.

Perawatan Vegetasi Jaga Kenyamanan dan Keselamatan

Selain melakukan penanaman, Pemkot Jakarta Selatan juga melakukan pemangkasan terhadap pohon yang dinilai rawan tumbang ketika terjadi cuaca ekstrem atau curah hujan tinggi.

Pemangkasan dilakukan terhadap pohon yang berada di sekitar akses infrastruktur, seperti saluran air dan sisi jalan, terutama pohon yang telah keropos, kering, atau mati.

Kegiatan tersebut dilakukan petugas lapangan dan tim reaksi cepat di seluruh wilayah kecamatan Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan warga sekaligus mempertahankan estetika lingkungan perkotaan.

Melalui penambahan ruang terbuka hijau dan perawatan vegetasi secara berkelanjutan, Pemkot Jakarta Selatan berupaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sejuk, sehat, dan mendukung kualitas hidup masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6