Tim SAR Jalan Kaki Sisir Pulau dan Pesisir Cari Jurnalis Hilang

Pencarian hari kedelapan rombongan jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda difokuskan menyisir jalur darat dan titik ditemukannya benda-benda.

Diterbitkan 15 September 2026, 10:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pandeglang - Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dengan berjalan kaki disepanjang Carita hingga Anyer. Kemudian tracking ke pulau disekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mungkin disinggahi oleh lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1.

Dimana, delapan orang tersebut hilang kontak sejak Senin (7/9/2026), saat memotret erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

"Penyisiran darat kita sudah lakukan ke seluruh area Pulau Sertung dan hasil masih nihil. Kemudian untuk Pulau Rakata juga sudah kita lakukan penyisiran darat, Pulau Panjang kita sudah lakukan penyisiran darat," ujar Kasie Ops Basarnas Banten, Risky Dwi, Selasa (15/9/2026).

Sedangkan untuk pencarian didalam air, masih terkendala wilayah yang terlalu luas. Kemudian, belum ditemukan titik potensial jika kapal Arupadhatu 1 tenggelam. Sehingga, pencarian masih dilakukan di atas permukaan laut dan daratan.

"Untuk penyelaman kita terkendala karena memang luas area kita yang terlalu luas dan kita tidak ketahui posisi terakhir kapal tersebut ada di mana," terangnya.

Tim SAR Gabungan mempersempit areal pencarian di wilayah Selat Sunda, dengan acuan penemuan life jacket dan material lainnya, meski setelah diteliti belum berkaitan dengan kapal Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang dan hingga kini masih hilang kontak.

"Kita memfokuskan titik-titik dimana barang-barang ataupun yang kita ketemukan di Sektor X kemarin itu, coba kita sisir kembali," jelasnya.

 

Pencarian Diperpanjang

Sebelumnya, operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda diperpanjang selama tiga hari. Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian hingga Kamis, 17 September 2026, lusa.

"Dan hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Senin (14/9/2026).

Pencarian selama tiga hari ke depan masih akan menggunakan kekuatan yang sama, baik personel maupun peralatan. Namun, pengerahan sejumlah peralatan akan disesuaikan dengan kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian.

Salah satunya penggunaan helikopter untuk pemantauan dari udara. Pengerahan helikopter harus mempertimbangkan kondisi angin serta keberadaan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

"Tetap kita menggunakan metode menggunakan kapal ya, termasuk juga pemantauan melalui udara. Semua itu tergantung nanti kondisi cuaca seperti apa," jelasnya.

Al Amrad berharap perpanjangan operasi SAR dapat meningkatkan peluang ditemukannya lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

"Jadi kita sudah tadi menyampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh, itu kita evaluasi kembali apa yang menjadi tantangan-tantangan kita dan objek yang mana yang belum kita lalui," terangnya.