Pencarian Nelayan Hilang di Selat Bali Berakhir Duka

Seorang nelayan hilang selama empat hari usai perahunya hancur.

Diterbitkan 14 September 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Operasi pencarian marathon selama empat hari terhadap seorang nelayan asal Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, Bali, berakhir duka. Korban, I Gusti Putu Sugiarta (38), yang hilang setelah perahunya hancur menghantam batang kayu di Perairan Pulukan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di muara Pantai Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026).

​Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, mengatakan, pencarian hari ketiga dan keempat sempat terkendala cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di Selat Bali.

"Meski begitu, Tim SAR Gabungan memusatkan penyisiran sejak pagi dari wilayah Pantai Pengambengan dengan mengerahkan armada RIB 01 Gilimanuk, RIB 02 Banyuwangi, serta dibantu dua perahu keluarga korban yang menyisir hingga perbatasan perairan Jawa," kata Dewa Hendri, Senin (14/9/2026).

Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan lokal di kawasan muara Pantai Banyuwangi tanpa identitas terpasang pada jenazah. Pihak SAR Banyuwangi berkoordinasi dengan Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana. Keluarga korban yang langsung menuju lokasi membenarkan identitas jenazah sebagai I Gusti Putu Sugiarta.

"Jenazah dipindahkan menggunakan perahu keluarga dan tiba di Pantai Pengambengan untuk dievakuasi ke RSU Negara menggunakan ambulans Polres Jembrana,";tambahnya

​Hendri Gunawan, menambahkan, penutupan operasi SAR ini setelah seluruh proses evakuasi berjalan lancar. Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi lintas wilayah dan instansi, meliputi Pos SAR Jembrana, Basarnas Banyuwangi, TNI AL Pos Pengambengan, Polairud Polres Jembrana, serta persatuan nelayan setempat.