Kisah M A Hasibuan Dampingi UMKM Naik Kelas, Medan Berlumpur Tak jadi Penghalang

Kepala Unit BRI Sigambal M A Hasibuan rutin turun ke lapangan mendampingi UMKM agar berkembang dan naik kelas.

Diterbitkan 09 September 2026, 17:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Labuhanbatu - Tantangan semakin terasa ketika hujan turun. Sejumlah ruas jalan yang harus dilewati berubah menjadi medan berlumpur. Namun, kondisi tersebut tak menghalangi Hasibuan untuk tetap mendatangi langsung para pelaku usaha.

Sebagai Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, Sumatera Utara, Hasibuan telah hampir dua tahun menjalankan tugas tersebut. Ia rutin terjun ke lapangan untuk melihat kondisi usaha para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mendengarkan persoalan mereka, sekaligus memahami kebutuhan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis.

Bagi Hasibuan, menemui nasabah secara langsung bukan semata bagian dari rutinitas pekerjaan. Dari setiap kunjungan, ia berhadapan dengan beragam cerita masyarakat, mulai dari mereka yang berupaya mempertahankan usaha, pedagang yang membutuhkan tambahan modal, hingga keluarga yang menggantungkan sumber penghasilan pada bisnis yang dirintis dengan tekun.

“Menjadi Kepala Unit BRI bukan sekadar profesi, melainkan sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan kehidupan masyarakat,” ujar Hasibuan.

 

Memahami Kebutuhan UMKM dari Dekat

Menurut Hasibuan, kondisi dan kebutuhan pelaku usaha tidak selalu dapat dipahami hanya melalui dokumen maupun angka yang tercantum dalam pengajuan pembiayaan.

Dengan mendatangi tempat usaha dan berdialog secara langsung, ia dapat memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi nasabah. Dengan demikian, pembiayaan maupun solusi yang diberikan diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pendekatan itu pula yang mendorong Hasibuan membangun kedekatan dengan nasabah. Pembicaraan tidak sebatas mengenai kebutuhan modal, tetapi juga berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Ia turut memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan serta pemanfaatan layanan perbankan.

Bagi Hasibuan, akses terhadap modal menjadi salah satu pintu awal bagi UMKM untuk berkembang. Jika diberikan kepada usaha yang tepat dan dikelola secara baik, pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk menambah modal kerja, meningkatkan kapasitas, hingga memperbesar skala bisnis.

“Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga. Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

Dari KUR hingga Beralih ke Kredit Komersial

Pendampingan tersebut turut menunjukkan hasil pada perkembangan sejumlah nasabah yang sebelumnya memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sejalan dengan pertumbuhan skala bisnis dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan, beberapa nasabah secara bertahap mampu beralih menggunakan kredit komersial.

Bagi Hasibuan, perubahan tersebut bukan hanya berkaitan dengan jenis pembiayaan yang digunakan nasabah. Perkembangan itu juga menunjukkan bahwa usaha yang bermula dari skala kecil memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh apabila memperoleh akses dan dukungan yang sesuai.

“Ketika melihat nasabah yang awalnya usaha kecil kemudian berkembang dan mampu meningkatkan skala usahanya, tentu ada rasa bangga. Artinya, apa yang kita lakukan bersama memberikan hasil,” ujarnya.

 

Dorong Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Layanan Digital

Selain pendampingan usaha dan akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan masyarakat turut menjadi perhatian.

Hasibuan memperkenalkan berbagai layanan BRI, antara lain BRImo, QRIS, dan BRILink Agen. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan transaksi dengan lebih mudah, aman, dan efisien.

Bagi UMKM, penggunaan layanan digital diharapkan tak sekadar memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung operasional usaha sehari-hari serta memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kedekatan insan BRI, termasuk Kepala Unit BRI dengan masyarakat, menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan.

“Bagi BRI, inklusi keuangan bukan hanya tentang membuka akses terhadap produk dan layanan perbankan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, insan BRI memiliki peran penting untuk hadir, mendengarkan, dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar Dhanny.

Dhanny menilai UMKM memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memberikan akses pembiayaan hingga meningkatkan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan digital.

“Kami ingin BRI hadir sebagai partner yang menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan usahanya. Ketika usaha nasabah tumbuh, naik kelas, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, di situlah kami melihat makna dari kehadiran BRI di tengah masyarakat,” imbuh Dhanny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6