14.000 Mangrove Jadi Benteng Pesisir Kubu Raya

14.000 mangrove ditanam untuk menjaga pesisir sekaligus menggerakkan ekonomi warga.

Diterbitkan 01 September 2026, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PT Angkasa Pura menanam 14.000 mangrove untuk perkuat ekosistem pesisir.
  • Penanaman di Ekowisata Pelangi Kapuas Park, wujud komitmen TJSL perusahaan.
  • Program ini investasi jangka panjang untuk lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Liputan6.com, Jakarta - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio menanam 14.000 pohon mangrove di Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penanaman tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem pesisir sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Deputy Regional Human Capital & Business Support Kantor Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia, Muhamad Haikal, mengatakan penanaman dipusatkan di kawasan Ekowisata Pelangi Kapuas Park, Kecamatan Sungai Kakap.

"Penanaman dipusatkan di kawasan Ekowisata Pelangi Kapuas Park, Kecamatan Sungai Kakap, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," kata Haikal, dilansir Antara, Selasa (1/9/2026).

Menurut dia, program tersebut diarahkan untuk menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon di kawasan pesisir Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program InJourney Green-Fokus Alam yang mendorong pelaksanaan aksi lingkungan secara berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Haikal mengatakan pemilihan Sungai Kupah sebagai lokasi penanaman mempertimbangkan potensi kawasan tersebut sebagai destinasi ekowisata mangrove yang dikembangkan bersama masyarakat setempat.

"Penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan, melainkan investasi jangka panjang bagi ekosistem pesisir dan masyarakat," ujarnya.

 

Memberikan Manfaat Ekologis

Dia menegaskan penanaman 14.000 pohon mangrove tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan memberikan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang.

“Penanaman 14.000 pohon mangrove ini bukan sekadar program seremonial penghijauan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Haikal.

Menurut Haikal, keberadaan bandara dan operasional perusahaan diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga manfaat bagi kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi PT Angkasa Pura Indonesia dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta tokoh masyarakat.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain perwakilan Balai Pengelolaan Ekosistem Mangrove dan Gambut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubu Raya, Camat Sungai Kakap, serta Kepala Desa Sungai Kupah.

Selain memulihkan fungsi ekologis kawasan pesisir, penanaman mangrove diharapkan memperkuat daya tarik Pelangi Kapuas Park sebagai kawasan edukasi dan wisata alam.

Pengembangan ekowisata tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas wisata. Pada saat yang sama, keterlibatan warga dalam pengelolaan kawasan mangrove diharapkan dapat semakin diperkuat.

PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program TJSL yang berkelanjutan dan inklusif serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6