Pria Berhelm Diamuk Pendemo, Diduga Provokator Bawa Sajam

Peristiwa terjadi setelah sejumlah anggota DPR RI menyampaikan sambutan dari atas mobil komando.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 13:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pria berhelm diamuk massa demo AMPB di depan DPR RI.
  • Ia dituding provokator, bawa golok, dan menolak RUU Perampasan Aset.
  • Polisi amankan pria; identitas dan tuduhan senjata tajam belum terkonfirmasi.

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berhelm menjadi sasaran amukan massa saat demo Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Pria tersebut dituding sebagai provokator yang menyusup ke tengah massa sambil membawa senjata tajam jenis golok.

Peristiwa terjadi setelah sejumlah anggota DPR RI menyampaikan sambutan dari atas mobil komando. Mereka kemudian dikawal petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR untuk kembali ke gedung.

Saat anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka berjalan menuju gedung, massa mengerumuninya untuk menyampaikan keresahan terkait pembahasan RUU Perampasan Aset.

Di tengah kerumunan, seorang pria yang mengenakan helm tiba-tiba berteriak dan menyampaikan penolakannya terhadap target pengesahan RUU Perampasan Aset pada Desember 2026. Menurutnya, tenggat tersebut terlalu lama.

Pernyataan itu membuat sejumlah peserta aksi tersulut emosi. Pria tersebut kemudian dituding sebagai provokator yang sengaja memancing kericuhan di tengah aksi.

 

Pria Diamuk Massa

Sejumlah massa lantas menghampiri dan mengerumuninya. Pria itu menjadi sasaran pukulan dan tendangan hingga helm yang dikenakannya terlepas. Ia kemudian terjatuh dan tersungkur di tengah kerumunan.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung berupaya mengamankan pria tersebut dan meredam amarah massa. Situasi sempat memanas sebelum sejumlah peserta aksi lainnya ikut membantu menenangkan kerumunan.

Pria tersebut akhirnya berhasil dibawa keluar dari tengah massa. Hingga berita ini ditulis, identitas pria tersebut belum diketahui.

Begitu pula dengan tudingan bahwa yang bersangkutan membawa senjata tajam jenis golok masih belum dapat dipastikan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6