BMKG Sebut Sejumlah Kota Besar Berpotensi Hujan, Cek Daftarnya

BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Diterbitkan 01 September 2026, 09:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG memprediksi hujan lebat di Padang pada 1 September 2026 akibat konvergensi.
  • Banyak kota besar lain di Indonesia diprakirakan hanya berawan pada tanggal tersebut.
  • Sembilan daerah di NTB berstatus awas kekeringan meteorologis sejak 31 Agustus.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Selasa (1/9/2026).

Dilansir dari Antara, prakirawan Selly Brilian menerangkan, secara umum daerah konvergensi terbentuk di perairan barat Aceh, perairan barat Sumatera Utara, pesisir barat Sumatera Barat, Sumatera Utara, dari Sumatera Selatan hingga Riau, Jawa Timur hingga Jawa Tengah, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Natuna, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Selat Makassar bagian selatan, serta dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan kota besar yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang pada hari ini hanyalah Padang.

Adapun kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni Banda Aceh, Jambi, Pangkalpinang, Palembang, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Denpasar, Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, dan Merauke.

 

Sembilan Daerah NTB Berstatus Awas Kekeringan

Sebelumnya, pada Senin (31/8), BMKG menetapkan sembilan dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) berstatus awas kekeringan meteorologis seiring periode hari tanpa hujan yang semakin panjang di wilayah tersebut.

"Hanya Kota Mataram yang saat ini belum masuk status awas kekeringan karena masih level siaga, sedangkan sembilan daerah lainnya sudah berada di level awas kekeringan meteorologis," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini di Mataram, Senin.

Suci mengatakan daerah yang masuk level awas kekeringan meteorologis tersebut adalah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, serta Kota Bima, dengan cakupan total mencapai 38 kecamatan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6