Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Pesisir Barat Lampung, Ini Analisis BMKG

Getaran gempa terasa hingga Krui dan Liwa.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 20:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 4,1 mengguncang Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Kamis (27/8/2026). Getaran gempa dirasakan warga di sejumlah daerah, mulai dari Bengkunat, Krui hingga Liwa.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 18.33.48 WIB. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 5,54 Lintang Selatan (LS) dan 103,63 Bujur Timur (BT).

Lokasi episenter berjarak sekitar 52 kilometer barat daya Pesisir Barat dengan kedalaman 25 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan,, gempa tersebut tergolong dangkal. Gempa dipicu aktivitas sesar aktif yang berada di bawah laut.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut,” kata Hartant.

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima BMKG, getaran gempa paling kuat dirasakan di Bengkunat dengan skala intensitas III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Sensasinya bahkan disebut seperti ada truk yang sedang melintas.

Sementara di Krui, gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI. Adapun di Liwa, getaran berada pada skala II MMI.

Pada intensitas II MMI, gempa dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

Hingga beberapa saat setelah gempa terjadi, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat guncangan tersebut.

“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ujar Hartanto.

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Pesisir Barat dan sekitarnya.

“Hingga pukul 19.08 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” kata Hartanto.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai perkembangan gempa hanya melalui kanal resmi BMKG.