Liputan6.com, Papua - Fenomena hujan es sempat membuat geger penduduk di Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Terkait fenomena alam langka itu, BMKG Wilayah V Jayapura menyebut, hujan es di wilayah Lanny Jaya terjadi akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus yang cukup kuat.
Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura Arif Setiawan di Jayapura, Senin (24/8/2026) mengatakan, awan Cumulonimbus merupakan awan konvektif yang dapat tumbuh menjulang tinggi dan memiliki arus udara naik yang kuat sehingga kondisi tersebut menyebabkan munculnya butiran air di dalam awan terbawa ke bagian awan yang sangat dingin, kemudian membeku dan membentuk butiran es.
"Apalagi Kabupaten Lanny Jaya berada di daerah pegunungan dengan ketinggian cukup tinggi hingga dapat mendukung terjadinya hujan es," katanya.
Advertisement
Arif juga mengatakan, semakin tinggi suatu wilayah maka suhu udara umumnya semakin rendah sehingga ketika butiran es jatuh dari awan menuju permukaan, proses pencairannya dapat berlangsung lebih lambat dibandingkan di wilayah yang lebih rendah dan lebih hangat.
Akibat jika lapisan udara yang dilalui butiran es cukup dingin menyebabkan butiran tersebut saat mencapai permukaan masih dalam bentuk es.
Secara umum, Airf menjelaskan, pada periode musim kemarau, pemanasan permukaan pada siang hari dapat menjadi lebih kuat yang dapat menyebabkan udara di dekat permukaan menjadi lebih hangat dan naik, sehingga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif, terutama apabila kondisi atmosfer mendukung, sedangkan sore hingga malam hari, suhu udara kemudian menurun akibat pelepasan panas dari permukaan bumi.
Menurutnya, hujan es tidak semata-mata disebabkan musim kemarau atau suhu malam yang dingin, karena faktor utama yang perlu diperhatikan adalah adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus yang kuat, serta kondisi suhu dan dinamika atmosfer yang memungkinkan terbentuk dan bertahannya butiran es hingga mencapai permukaan.
"Hujan es di Kabupaten Lanny Jaya dapat terjadi ketika awan Cumulonimbus berkembang kuat dan menghasilkan butiran es, serta suhu udara di sekitar yang relatif rendah akibat kondisi topografi pegunungan yang berada pada wilayah yang tinggi, hal ini membantu mengurangi pencairan butiran es sebelum mencapai permukaan," kata Arif Setiawan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331500/original/076683900_1787547059-cek_fakta_-_petugas_haji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331792/original/006211200_1787564500-hujan_es.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331228/original/049773400_1787523752-20260824042306.mmi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321825/original/071104600_1786505831-pal6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330753/original/055036000_1787437259-Pulau_Puah_diguncang_gempa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330250/original/008020200_1787363280-20260822083311.mmi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329311/original/075363100_1787238737-Tugas__48_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938376/original/004974400_1645165608-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328296/original/070514400_1787159940-potensi_hujan.jpg)