Liputan6.com, Jakarta - Industri estetika di Indonesia terus berkembang seiring bertambahnya klinik kecantikan, produk perawatan, serta inovasi prosedur medis. Perubahan tersebut turut mendorong munculnya pendekatan baru dalam merawat tanda-tanda penuaan, salah satunya regenerative aesthetics.
Pendekatan ini menempatkan proses biologis kulit sebagai bagian penting dalam perawatan. Pasien tidak hanya mengejar perubahan tampilan secara instan, tapi mulai mempertimbangkan kualitas kulit yang lebih sehat, elastis, dan tampak natural.
Perkembangan tersebut juga mendorong dokter mengedepankan bukti ilmiah dalam menentukan pilihan terapi. Dokter kulit, kelamin, dan estetika, sekaligus Founder BMDERMA Clinic, dr. Deasy Lius, Sp.DVE, menjelaskan bahwa evidence-based medicine membantu dokter menentukan terapi dengan mempertimbangkan hasil penelitian, keahlian medis, serta kebutuhan pasien.
Advertisement
"Pemilihan perawatan medis tentunya bukan didasarkan oleh tren semata atau klaim pemasaran tanpa bukti jurnal," kata Deasy dalam keterangannya pada Lifestyle Liputan6.com, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ia menilai, pasien perlu lebih kritis ketika menerima informasi mengenai prosedur estetika dari media sosial. Pengalaman influencer maupun brand ambassador dapat menjadi referensi, tapi informasi tersebut tidak menggantikan konsultasi dan pertimbangan medis sebelum menjalani tindakan.
Perubahan perilaku pasien juga muncul di tengah derasnya promosi layanan estetika melalui media sosial. Konsumen semakin mudah menemukan berbagai pilihan treatment dan dapat membandingkan prosedur berdasarkan popularitas, pengalaman pengguna, dan klaim hasil.
Kondisi tersebut berpotensi menggeser keputusan estetika dari pendekatan yang dipimpin dokter menjadi pilihan yang lebih berorientasi pada permintaan konsumen. Regenerative aesthetics menawarkan perspektif berbeda dengan mendukung proses biologis kulit.
Stimulasi Mekanisme Regeneratif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4974203/original/020502200_1729468042-Depositphotos_714280512_S.jpg)
Pendekatan tersebut berfokus pada stimulasi mekanisme regeneratif sehingga perbaikan berlangsung secara bertahap dan tidak semata-mata mengejar perubahan volume wajah.
Dokter Lanny Juniarti, Dipl. AAAM, mengatakan karakteristik bahan yang digunakan dalam prosedur estetika turut menentukan respons biologis kulit. Ia mencontohkan PLLA-LASYNPROÂ yang dikembangkan Nordberg Medical sebagai bio-activator kulit untuk membantu proses peremajaan dan pengencangan.
"Berdasarkan penelitian, kandungan dari PLLA-LASYNPROÂ yang unik, bulat sempurna, dan tersebar merata terbukti memberikan manfaat dan minim inflamasi karena perawatan ini bekerja secara regeneratif," ujar dr. Lanny.
Ia menambahkan, tubuh merespons karakteristik material yang masuk ke dalam jaringan melalui proses biologis. Karena itu, penelitian terhadap suatu produk menjadi bagian penting dalam menentukan keamanan dan manfaat perawatan estetika.
Â
Advertisement
Hasil Lebih Natural
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)
Dokter Elfin, M. Biomed (AAM), melihat perubahan preferensi pasien yang kini menginginkan hasil lebih natural. Menurut dia, semakin banyak pasien mencari kulit yang lebih sehat, kuat, elastis, dan tampak muda tanpa menghasilkan perubahan wajah yang berlebihan.
"Pendekatan regeneratif seperti ini menjadi pilihan karena bekerja dengan mendukung proses biologis kulit, sehingga hasilnya berkembang secara bertahap dan tetap terlihat harmonis tanpa memberikan kesan wajah yang berlebihan," tutur Elfin.
Dokter Jeffri Setiawan, Dipl. AAAM, mengaitkan kecenderungan tersebut dengan popularitas quiet luxury dalam dunia estetika.
"Sebagai bagian dari tren quiet luxury dalam estetika, hasil perawatannya berkembang secara bertahap melalui stimulasi fibroblas dan pembentukan matriks ekstraseluler, sehingga memberikan perbaikan kualitas kulit yang tampak lebih natural dan selaras dengan proses biologis tubuh," kata Jeffri.
Â
Berbasis Riset
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331645/original/087370500_1787556109-DSC04086.jpg)
Nordberg Medical, perusahaan bioteknologi asal Swedia yang berdiri pada 2017, membawa pendekatan regenerative medical aesthetics ke Indonesia melalui pengembangan biomaterial berbasis riset.
Perusahaan tersebut mengembangkan platform Research & Development serta bekerja sama dengan Karolinska Institute dan Research Institute of Sweden (RISE). Pihaknya juga memperkenalkan PLLA-LASYNPRO yang telah memperoleh izin edar Kementerian Kesehatan RI dan digunakan di lebih dari 35 negara.
Perusahaan mengembangkan teknologi tersebut sebagai bagian dari fokusnya pada regenerative biomaterial science untuk bidang estetika. Perkembangan regenerative aesthetics sekaligus menempatkan pasien pada posisi yang membutuhkan literasi lebih baik.
Dokter tetap memegang peran penting dalam menentukan diagnosis, memilih produk, serta menyusun prosedur berdasarkan kondisi dan kebutuhan setiap individu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331500/original/076683900_1787547059-cek_fakta_-_petugas_haji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938138/original/024760100_1725606734-Depositphotos_215739172_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331723/original/079923300_1787561623-Sarinah-GA_05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331603/original/033023600_1787552659-519c208c-acb2-47ed-b089-308af2dbbfaa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331709/original/062724000_1787560903-7aa2309f-76c9-40ab-8e97-ede92f57c994.jpg)