Ciri Orang yang Lebih Suka Kirim Voice Note daripada Ketik Chat Menurut Psikologi

Ciri orang yang suka kirim voice note ternyata berkaitan dengan cara mengekspresikan emosi dan membangun kedekatan.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernah punya teman yang hampir selalu membalas chat dengan rekaman suara, bahkan ketika pertanyaannya sebenarnya cukup dijawab dengan beberapa kata? Kebiasaan mengirim voice note memang bisa membuat pengalaman berkomunikasi terasa sangat berbeda, karena penerima bukan hanya menangkap isi pesan, tetapi juga mendengar intonasi, jeda, kecepatan berbicara, sampai perubahan nada yang dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai maksud pengirimnya.

Menariknya, ciri orang yang lebih suka kirim voice note daripada ketik chat tidak bisa begitu saja digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang, tetapi preferensi tersebut dapat memperlihatkan kecenderungan tertentu dalam gaya komunikasi. Mengutip dari Psychology Today menjelaskan bahwa suara membawa petunjuk vokal yang tidak tersedia dalam pesan teks. Pesan suara juga banyak digunakan karena dinilai mampu membawa tone, kedekatan, dan nuansa emosional tanpa tuntutan melakukan panggilan secara langsung.

1. Lebih Nyaman Mengekspresikan Emosi Lewat Suara

Salah satu ciri orang yang lebih suka mengirim voice note adalah kemungkinan mereka merasa lebih leluasa menunjukkan emosi melalui suara daripada tulisan. Ketika berbicara, seseorang bisa memperpanjang kata, tertawa, berhenti sejenak, atau mengubah intonasi untuk menunjukkan apakah ia sedang bercanda, serius, antusias, kecewa, atau sekadar ingin menekankan bagian tertentu dari cerita.

Hal tersebut cukup masuk akal dari sudut pandang psikologi komunikasi karena suara memiliki petunjuk emosional yang tidak dimiliki teks. Penelitian dari psikolog Michael Kraus yang menemukan bahwa dalam sejumlah eksperimen, informasi yang diperoleh hanya melalui suara bahkan dapat membantu seseorang menilai keadaan emosional lawan bicara secara cukup akurat.

Karena itulah, orang yang merasa chat tertulis terlalu datar mungkin lebih tertarik memakai pesan suara untuk percakapan tertentu. Namun, kebiasaan tersebut tidak otomatis berarti seseorang lebih emosional daripada pengguna chat lainnya, melainkan bisa menunjukkan bahwa ia lebih nyaman menggunakan unsur vokal sebagai bagian penting dari proses menyampaikan dan memahami perasaan.

2. Menyukai Komunikasi yang Terasa Lebih Personal

Bagi sebagian orang, menerima kalimat panjang dalam bentuk tulisan dan mendengar kalimat yang sama melalui suara dapat memberikan pengalaman yang berbeda. Suara membuat penerima mengetahui bagaimana pengirim mengucapkan sebuah kalimat, sehingga pesan terkadang terasa seperti percakapan langsung meskipun sebenarnya tetap dikirim dan didengarkan pada waktu yang berbeda.

Komunikasi melalui audio memungkinkan seseorang menangkap tone, jeda, dan infleksi yang dapat membantu menciptakan rasa kehadiran dalam sebuah percakapan. Komunikasi suara juga dianggap dapat mendukung percakapan yang spontan dan lebih mendalam dengan tekanan sosial yang relatif lebih rendah daripada komunikasi video.

Kecenderungan mencari pengalaman komunikasi yang lebih personal inilah yang mungkin membuat seseorang lebih suka voice note. Mengutip dari laman TIME, pesan suara digambarkan sebagai medium yang berada di antara panggilan telepon dan teks, karena tetap memberikan fleksibilitas komunikasi asinkron sekaligus mempertahankan unsur emosional dari mendengar suara seseorang.

3. Cenderung Spontan dalam Menyampaikan Pikiran

Ada orang yang membutuhkan waktu untuk menyusun kalimat sebelum mengirim chat, tetapi ada pula yang merasa pikirannya jauh lebih mudah mengalir ketika berbicara. Mereka mungkin memulai sebuah cerita tanpa susunan yang terlalu kaku, berhenti beberapa detik ketika mengingat sesuatu, kemudian melanjutkan pembicaraan sebagaimana ketika sedang mengobrol secara langsung.

Karakter komunikasi seperti ini sangat cocok dengan format voice note. Dibandingkan mengetik, berbicara memungkinkan seseorang menyampaikan gagasan secara spontan tanpa harus terlalu sering menghapus, mengedit, atau memikirkan apakah susunan kalimat yang ditulis sudah terdengar tepat bagi penerimanya.

Komunikasi audio juga dapat memungkinkan percakapan yang lebih spontan dengan tekanan sosial lebih rendah dibandingkan video. Bagi sejumlah pengguna, pesan suara menjadi alternatif yang nyaman karena menawarkan kemudahan berbicara tanpa tuntutan seperti pada panggilan telepon langsung.

4. Ingin Maksud Pesannya Lebih Mudah Dipahami

Pernah menerima chat pendek seperti "ya sudah" lalu bertanya-tanya apakah pengirimnya sedang marah? Masalah semacam ini sangat umum dalam komunikasi berbasis teks karena pembaca tidak memiliki akses terhadap intonasi, ekspresi wajah, atau nada suara yang sebenarnya dimaksud oleh orang yang mengirim pesan tersebut.

Memang salah satu kelemahan komunikasi teks adalah tidak adanya tone dan bahasa tubuh, sehingga sebuah pesan lebih mudah disalahartikan. Sebaliknya, suara memberikan tambahan informasi berupa intonasi dan infleksi yang membantu penerima memperoleh konteks lebih banyak mengenai bagaimana suatu kalimat seharusnya dimaknai.

Hal tersebut dapat menjadi salah satu alasan seseorang beralih ke voice note ketika pembicaraan mulai panjang, sensitif, atau rawan menimbulkan salah paham. Bahkan sebuah penelitian eksperimental menemukan bahwa pesan suara dapat mengurangi bias interpretasi negatif dibandingkan email dalam situasi ketika penggunaan suara memang berhasil mengurangi ambiguitas pesan, meskipun efeknya tidak selalu sama dalam setiap kondisi.

5. Menyukai Percakapan yang Lebih Mendalam

Orang yang senang bercerita panjang mungkin merasa kotak chat terlalu membatasi cara mereka menyampaikan sesuatu. Membahas pengalaman pribadi, konflik di tempat kerja, kejadian lucu sepanjang hari, atau sebuah pendapat yang membutuhkan konteks terkadang terasa lebih natural ketika diceritakan melalui suara daripada dituangkan menjadi banyak paragraf.

Dengan komunikasi audio, memungkinkan seseorang memberikan perhatian lebih besar terhadap petunjuk vokal karena tidak perlu memproses informasi visual pada saat bersamaan. Kondisi tersebut dapat mendukung proses mendengarkan yang lebih mendalam dan membuat percakapan berbasis suara terasa lebih terlibat bagi sebagian orang.

Voice note juga dapat menghadirkan pengalaman kedekatan yang sulit sepenuhnya digantikan oleh pesan tertulis. Karena alasan tersebut, seseorang yang menyukai percakapan panjang dan penuh cerita mungkin lebih tertarik memakai pesan suara ketika ingin menyampaikan sesuatu yang dianggap terlalu kompleks atau terlalu personal untuk ditulis secara singkat.

6. Lebih Memperhatikan Nuansa dalam Komunikasi

Bagi orang tertentu, makna sebuah percakapan bukan sekadar berasal dari pilihan katanya, melainkan juga dari bagaimana kata-kata tersebut diucapkan. Kalimat yang sama dapat terdengar hangat, sinis, datar, serius, atau bercanda hanya karena perubahan tekanan maupun tinggi rendahnya suara ketika seseorang mengucapkannya.

Kemampuan suara dalam membawa nuansa tersebut menjadi salah satu alasan voice note menawarkan komunikasi yang lebih kaya daripada teks. Suara akan memberikan petunjuk mengenai keadaan emosional seseorang, bahkan hanya dengan mendengarkan suara saja dapat menghasilkan pembacaan emosi yang cukup akurat dalam situasi tertentu.

Orang yang sangat memperhatikan bagaimana pesannya diterima mungkin merasa lebih nyaman menggunakan rekaman suara ketika nada menjadi bagian penting dari pesan tersebut. Namun, hal ini tetap merupakan kecenderungan komunikasi dan tidak berarti pengguna voice note pasti memiliki kemampuan membaca emosi yang lebih tinggi daripada orang yang lebih memilih mengetik.

7. Menyukai Komunikasi yang Santai dan Minim Tekanan

Telepon memberikan kesempatan berbicara langsung, tetapi bentuk komunikasi tersebut juga mengharuskan kedua orang tersedia pada saat yang sama. Pesan teks memang lebih fleksibel, tetapi tidak memiliki unsur suara, sehingga voice note akhirnya menjadi pilihan tengah bagi orang yang ingin tetap berbicara tanpa harus meminta penerima langsung menjawab.

Penggunaan pesan suara tidak menuntut perhatian secara langsung dan terus-menerus seperti panggilan telepon. Hal tersebut membuat komunikasi terasa lebih fleksibel karena pengirim dapat berbicara saat memiliki kesempatan, sedangkan penerima bisa memilih waktu yang nyaman untuk mendengarkannya.

Melansir dari Psychology Today, komunikasi audio memiliki tekanan sosial lebih rendah daripada video karena seseorang tidak perlu terus memikirkan penampilan atau interaksi visualnya. Dengan karakter seperti ini, tidak mengherankan jika sebagian orang menggunakan voice note ketika ingin menjaga percakapan tetap personal tetapi tidak ingin memberikan tekanan agar lawan bicara segera merespons.

8. Lebih Suka Hubungan yang Terasa Dekat daripada Sekadar Bertukar Informasi

Dalam sebuah hubungan, komunikasi tidak selalu dilakukan hanya untuk menyampaikan kabar penting. Mengirim cerita kecil mengenai perjalanan pulang, kejadian lucu saat bekerja, atau keluhan sederhana melalui rekaman suara terkadang memiliki fungsi sosial tersendiri karena penerima dapat merasakan kehadiran orang yang berbicara melalui suaranya.

Dengan menggunakan voice note, akan memberi rasa kedekatan dan keintiman dalam komunikasi jarak jauh. Cerita tersebut menggambarkan pesan suara sebagai bentuk komunikasi yang mampu menangkap momen sehari-hari sekaligus memberikan pengalaman mendengar seseorang secara langsung tanpa mengharuskan keduanya melakukan panggilan pada waktu yang sama.

9. Cenderung Mengutamakan Kepraktisan untuk Pesan Panjang

Mengetik satu atau dua kalimat mungkin tidak menjadi masalah, tetapi situasinya berbeda ketika seseorang harus menjelaskan cerita yang membutuhkan beberapa paragraf. Dalam kondisi seperti itu, menekan tombol rekam lalu berbicara selama beberapa menit dapat terasa jauh lebih praktis daripada mengetik setiap kalimat secara manual melalui layar ponsel.

Pengguna pesan suara melihat format ini sebagai solusi bagi berbagai kebutuhan, termasuk memberikan jeda dari layar dan memungkinkan orang sibuk berbicara tanpa harus terikat pada panggilan telepon. Kombinasi fleksibilitas dan kemudahan tersebut membuat voice note menarik terutama ketika informasi yang ingin disampaikan cukup panjang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Lebih Suka Kirim Voice Note

1. Kenapa seseorang lebih suka voice note daripada chat?

Sebagian orang merasa berbicara lebih cepat dan natural, sekaligus memungkinkan mereka menyampaikan intonasi, emosi, dan konteks yang sulit dituangkan melalui tulisan.

2. Apakah orang yang suka voice note berarti ekstrovert?

Tidak selalu. Belum ada dasar ilmiah yang cukup untuk menyimpulkan seseorang ekstrovert hanya berdasarkan kebiasaan mengirim pesan suara.

3. Apakah voice note lebih baik daripada pesan teks?

Tidak ada yang selalu lebih baik karena keduanya memiliki kelebihan berbeda; voice note kaya akan tone dan nuansa, sedangkan teks lebih mudah dipindai dan dibaca kembali.

4. Mengapa voice note terasa lebih personal?

Karena penerima dapat mendengar suara, nada bicara, jeda, tawa, dan berbagai petunjuk vokal lain yang tidak tersedia dalam pesan tertulis.

5. Apakah terlalu sering mengirim voice note bisa mengganggu?

Bisa, terutama apabila rekamannya terlalu panjang atau penerima sedang berada dalam situasi yang sulit untuk mendengarkan audio, sehingga kenyamanan kedua pihak tetap perlu diperhatikan.