Liputan6.com, Jakarta - Peralatan dapur yang sebaiknya jangan lagi digunakan perlu segera disingkirkan jika rusak, berkarat, retak, atau terlalu kotor. Meski terlihat sepele, kondisi tersebut dapat membuat alat dapur kurang aman dan berisiko membawa kotoran, bakteri, atau serpihan ke makanan yang disajikan.
Setiap alat dapur memiliki masa pakai berbeda. Pisau yang terlalu tumpul dapat lebih mudah tergelincir, sementara talenan penuh goresan bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Karena itu, penting memeriksa kondisi alat secara berkala dan menggantinya saat sudah tidak layak digunakan.
Selain menjaga keamanan makanan, membuang alat yang sudah rusak juga membantu dapur tetap rapi dan nyaman. Dilansir Liputan6.com dari laman Martha Stewart, Alicia Sokolowski, presiden dan co-CEO AspenClean dan Sarah McAllister, ahli kebersihan sekaligus pendiri dan CEO GoCleanCo, menyarankan agar beberapa peralatan diganti ketika menunjukkan tanda kerusakan yang sulit diperbaiki atau tidak lagi higienis, Senin (24/8/2026).
Advertisement
1. Talenan yang Penuh Goresan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209449/original/016903400_1746433588-cutting-board-gray-background.jpg)
Talenan menjadi salah satu peralatan yang paling sering digunakan ketika menyiapkan makanan. Mulai dari memotong sayuran, buah, daging, hingga bahan makanan lainnya, permukaannya terus bersentuhan dengan pisau.
Seiring pemakaian, talenan dapat dipenuhi goresan dan sayatan. Permukaan yang terlalu kasar dan rusak dapat menjadi tempat terselipnya sisa makanan serta kotoran yang sulit dibersihkan secara menyeluruh.
Sarah McAllister, pakar kebersihan sekaligus pendiri dan CEO GoCleanCo, menyarankan untuk mengganti talenan ketika permukaannya mulai terlihat kasar dan penuh bekas potongan. Langkah ini menjadi pilihan lebih aman daripada terus menggunakannya.
Advertisement
2. Pisau yang Sudah Terlalu Tumpul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4857861/original/064321900_1717915438-pexels-goumbik-952366.jpg)
Pisau yang kehilangan ketajamannya mungkin terasa masih bisa digunakan. Namun, pisau tumpul justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena membutuhkan tenaga lebih besar saat memotong.
Alicia Sokolowski, presiden sekaligus co-CEO AspenClean, menjelaskan bahwa pisau tumpul lebih berbahaya karena pengguna harus memberikan tekanan lebih kuat dan pisau dapat tergelincir.
Jika pisau masih bisa diasah, lakukan penajaman secara rutin. Namun, apabila kondisinya sudah terlalu rusak dan tidak dapat kembali tajam, sebaiknya ganti dengan pisau baru.
3. Wajan Antilengket yang Mengelupas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491226/original/084893300_1770088664-unnamed__14_.jpg)
Wajan antilengket memang praktis digunakan untuk memasak karena makanan tidak mudah menempel. Namun, lapisannya tidak dirancang untuk bertahan selamanya.
Ketika permukaan wajan mulai tergores parah atau lapisan antilengket mengelupas, alat tersebut sebaiknya tidak lagi digunakan. McAllister menyarankan untuk mengganti wajan ketika lapisan Teflon atau pelapis antilengket lainnya mulai terkelupas.
Kerusakan lapisan juga membuat permukaan wajan tidak lagi bekerja optimal. Daripada mempertahankan wajan yang sudah rusak, menggantinya dapat menjadi pilihan yang lebih aman untuk aktivitas memasak sehari-hari.
Advertisement
4. Spatula dan Sendok Kayu yang Retak
Sendok dan spatula kayu memang menjadi peralatan favorit karena tidak mudah merusak permukaan peralatan masak. Sayangnya, material kayu dapat mengalami retak atau pecah setelah digunakan dalam waktu lama.
Retakan kecil dapat membuat sisa makanan masuk ke celah yang sulit dibersihkan. Kondisi tersebut berpotensi membuat kotoran dan bakteri tertinggal di dalam alat.
Menurut McAllister, tanda seperti retakan, sobekan, noda membandel, dan bau yang tidak biasa menjadi alasan untuk mengganti peralatan kayu. Jangan menunggu sampai kerusakannya semakin parah sebelum menggantinya.
5. Spons dan Sikat Cuci yang Sudah Kotor
Spons pencuci piring mungkin terlihat bersih setelah digunakan, tetapi benda ini terus terpapar air, sisa makanan, minyak, dan kotoran. Kondisi lembap membuat spons menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang.
Sokolowski menyebut spons sebagai salah satu benda yang dapat menjadi sarang bakteri di dapur karena terus bersentuhan dengan kelembapan dan partikel makanan.
Jika tetap menggunakan spons, McAllister menyarankan untuk menggantinya sekitar seminggu sekali. Alternatif lainnya adalah menggunakan kain lap yang dapat dicuci setelah setiap pemakaian sehingga lebih mudah menjaga kebersihannya.
Advertisement
6. Loyang yang Sudah Berkarat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508483/original/050061200_1771577321-unnamed-27.jpg)
Loyang yang sering digunakan dapat mengalami perubahan warna, noda membandel, hingga karat. Ketika titik-titik karat mulai terlihat, sebaiknya jangan mengabaikannya.
Sokolowski menyarankan mengganti loyang yang sudah menunjukkan tanda karat. Karat dapat berpindah ke makanan, memengaruhi rasa, dan berpotensi menimbulkan masalah jika terus dibiarkan.
Meski beberapa noda pada loyang masih dapat dibersihkan, karat yang sudah menyebar atau sulit dihilangkan menjadi tanda bahwa alat tersebut sebaiknya dipensiunkan dari dapur.
7. Sarung Tangan Oven yang Mulai Tipis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160115/original/066224300_1741770760-people-cooking-enjoying-food_23-2149257436.jpg)
Sarung tangan oven berfungsi melindungi tangan dari panas ketika mengangkat loyang, memegang gagang wajan, atau membuka peralatan masak yang baru digunakan.
Namun, perlindungannya dapat berkurang setelah sering dipakai. Lubang, bagian yang menipis, atau jahitan yang mulai rusak membuat panas lebih mudah mencapai tangan.
Menurut Sokolowski, sarung tangan oven yang sudah memiliki lubang atau bagian tipis tidak lagi memberikan perlindungan maksimal terhadap luka bakar. Karena itu, jangan menunggu sampai rusak total untuk menggantinya.
Advertisement
8. Pembuka Kaleng yang Berkarat atau Tidak Lancar
Pembuka kaleng yang sudah tua dapat menjadi sulit digunakan. Pisau pembuka yang tumpul, berkarat, atau bergerak tidak lancar juga dapat meningkatkan risiko cedera ketika membuka kemasan.
Sokolowski mengingatkan bahwa pembuka kaleng berkarat berpotensi memindahkan serpihan logam atau bakteri ke makanan. Selain itu, alat yang tidak bekerja dengan baik dapat membuat proses membuka kaleng menjadi lebih berisiko.
Jika pembuka kaleng mulai macet, sulit diputar, atau menunjukkan tanda karat, sebaiknya segera diganti dengan alat yang masih berfungsi dengan baik.
9. Kuas Oles dari Serat Alami yang Sulit Dibersihkan
Kuas oles atau basting brush biasa digunakan untuk mengoleskan saus, minyak, cairan marinasi, kocokan telur, hingga sari daging pada makanan.
Kuas dengan serat alami yang sulit dibersihkan dapat menyimpan sisa makanan di antara bulu-bulunya. Jika tidak dicuci secara menyeluruh setelah digunakan, sisa makanan tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Berbeda dengan kuas silikon yang relatif lebih mudah dibersihkan, kuas dengan serat yang sulit dicuci sebaiknya diganti ketika sudah terlihat kotor, berubah bentuk, atau tidak dapat dibersihkan dengan baik.
Advertisement
10. Peralatan Dapur yang Tidak Pernah Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329254/original/057629500_1787230776-470.webp)
Tidak semua peralatan dapur yang perlu disingkirkan berkaitan langsung dengan risiko kesehatan. Peralatan yang sudah lama tidak pernah digunakan juga dapat membuat lemari dan laci semakin penuh.
Coba periksa kembali berbagai alat yang tersimpan di dapur. Jika ada spatula, pisau, pembuka makanan, atau peralatan lain yang hanya memenuhi ruang tanpa pernah digunakan, pertimbangkan untuk membuang atau mendonasikannya jika masih layak.
Dapur yang lebih ringkas akan membuat aktivitas memasak terasa lebih nyaman. Laci yang tidak penuh juga memudahkan setiap peralatan ditemukan dan mengurangi barang-barang yang berantakan.
Kapan Peralatan Dapur Sebaiknya Diganti?
Tidak semua peralatan harus langsung dibuang hanya karena sudah lama digunakan. Perhatikan kondisi fisiknya terlebih dahulu. Retakan, karat, lapisan yang mengelupas, bagian yang menipis, bau tidak sedap, serta kerusakan yang sulit dibersihkan merupakan beberapa tanda penting.
Selain itu, perhatikan fungsi alat. Pisau yang tidak lagi dapat diasah, pembuka kaleng yang macet, atau sarung tangan oven yang kehilangan kemampuan melindungi tangan sebaiknya segera diganti.
Dengan rutin mengecek kondisi peralatan, dapur tidak hanya menjadi lebih rapi, tetapi juga lebih aman untuk menyiapkan makanan sehari-hari.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Peralatan Dapur yang Sebaiknya Jangan Lagi Digunakan
Kapan talenan harus diganti?
Talenan sebaiknya diganti ketika permukaannya sudah penuh goresan, retak, kasar, atau sulit dibersihkan.
Apakah pisau tumpul berbahaya?
Ya. Pisau yang terlalu tumpul membutuhkan tekanan lebih besar sehingga dapat meningkatkan risiko tergelincir saat digunakan.
Kapan wajan antilengket sebaiknya dibuang?
Wajan sebaiknya diganti ketika lapisan antilengketnya mulai mengelupas atau mengalami kerusakan parah.
Seberapa sering spons dapur perlu diganti?
Jika menggunakan spons untuk mencuci piring, McAllister menyarankan menggantinya sekitar seminggu sekali, terutama jika sudah kotor atau berbau.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331500/original/076683900_1787547059-cek_fakta_-_petugas_haji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329037/original/095568800_1787217508-Screenshot_2026-08-20_160444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309638/original/028473800_1785232963-cek_fakta_-_bansos_balita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314419/original/026585500_1785746265-12.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553146/original/001461500_1775901327-gigit_mainan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5199385/original/089960100_1745580189-kimchi-ready-eat-black-plate_1150-35692.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5404538/original/082530400_1762409352-gal9.jpg)