Liputan6.com, Jakarta - Warna sprei ternyata bukan sekadar persoalan estetika ketika membicarakan kutu kasur, karena sejumlah penelitian menunjukkan bahwa serangga kecil ini dapat memberikan respons berbeda terhadap warna tertentu saat memilih tempat berlindung. Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Medical Entomology, kutu kasur (Cimex lectularius) terutama menunjukkan preferensi terhadap tempat persembunyian berwarna merah dan hitam, meskipun respons mereka dapat berubah berdasarkan usia, jenis kelamin, kondisi makan, hingga apakah mereka berada sendirian atau berkelompok.
Meski begitu, temuan tersebut tidak berarti mengganti warna sprei tertentu akan langsung membuat kasur terbebas dari kutu. Penelitian dilakukan menggunakan tempat berlindung atau harborage berwarna di laboratorium, bukan dengan menguji sprei di kamar tidur secara langsung, sehingga warna sebaiknya dipahami sebagai salah satu petunjuk visual yang dapat memengaruhi perilaku kutu, bukan faktor utama munculnya infestasi. Bahkan, peneliti menekankan bahwa hasil tersebut belum cukup untuk menyarankan orang menghindari sprei merah atau warna tertentu sebagai metode pencegahan.
1. Merah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331421/original/069509900_1787542691-e6b94656-1467-48e7-9375-72a135b6a3f1.jpg)
Merah menjadi warna yang paling menonjol dalam penelitian mengenai respons visual kutu kasur. Dalam percobaan yang membandingkan sejumlah tempat persembunyian berwarna, sekitar 28,5 persen kutu memilih tempat berwarna merah, menjadikannya pilihan tertinggi dibandingkan warna lain yang diuji. Pada kelompok kutu yang menyerupai kondisi agregasi alami, tempat berlindung merah bahkan dipilih sekitar 35,5 persen dari waktu pengamatan.
Menariknya, ketertarikan terhadap merah pada warna sprei tidak sebaiknya langsung diasumsikan terjadi karena merah menyerupai darah. Para peneliti awalnya memang mempertimbangkan kemungkinan tersebut, tetapi kemudian menduga bahwa warna merah lebih menyerupai tubuh kutu kasur yang telah mengisap darah. Karena kutu kasur diketahui sering berkumpul dalam kelompok, warna tersebut mungkin memberikan isyarat visual yang menyerupai keberadaan kutu lainnya.
Temuan lain juga memperkuat posisi merah sebagai warna yang cukup menarik bagi kutu. Penelitian Rutgers University menemukan bahwa tempat persembunyian dari kertas berwarna merah dan hitam lebih disukai dibandingkan kuning, hijau, biru, dan putih, sementara perangkap dengan permukaan merah atau hitam juga lebih menarik daripada perangkap berwarna putih. Namun, kondisi kamar nyata tentu jauh lebih kompleks karena kutu juga merespons panas tubuh, karbon dioksida, bau, tekstur, dan keberadaan celah untuk bersembunyi.
Advertisement
2. Hitam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331422/original/051303000_1787542699-80010f94-ca66-466e-9cdc-0788a9cb4e9f.jpg)
Hitam merupakan pilihan berikutnya yang konsisten muncul dalam sejumlah penelitian mengenai preferensi kutu kasur. Dalam sebuah studi, sekitar 23,4 persen kutu memilih tempat persembunyian hitam, sedangkan kutu yang diuji secara individual menunjukkan kecenderungan yang lebih kuat lagi dengan sekitar 30 persen memilih warna tersebut.
Jika memiliki warna sprei hitam, bukan berarti kasur otomatis lebih berisiko mengalami infestasi. Salah satu dugaan mengapa kutu menyukai hitam adalah karena warna tersebut memberikan kesan area gelap dan terlindung, kondisi yang sesuai dengan perilaku kutu kasur yang gemar bersembunyi pada siang hari sebelum keluar mencari inang. Penelitian juga menunjukkan bahwa kutu mampu membedakan warna dalam kondisi cahaya sangat redup, meskipun kemampuan tersebut tidak bekerja dalam kegelapan total.
Preferensi terhadap hitam juga dapat berubah berdasarkan jenis kelamin dan kondisi serangga. Dalam salah satu pengujian, kutu jantan menunjukkan kecenderungan yang cukup tinggi terhadap merah dan hitam, sedangkan kutu betina memiliki pola pilihan yang berbeda terhadap beberapa panjang gelombang warna. Fakta ini menunjukkan bahwa respons terhadap warna sprei tidak dapat disederhanakan menjadi aturan bahwa semua kutu selalu memilih warna yang sama dalam setiap kondisi.
3. Oranye
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331423/original/003062000_1787542705-9f5bcffc-cea4-4f70-a0e2-d5ec78a1ea15.jpg)
Oranye memiliki posisi yang lebih unik dibandingkan merah dan hitam karena bukan termasuk dua warna dengan preferensi keseluruhan paling kuat. Penelitian menemukan bahwa ketertarikan terhadap tempat persembunyian berwarna oranye menjadi lebih tinggi pada kutu kasur yang sudah makan dibandingkan kutu yang sedang kelaparan, menunjukkan bahwa status nutrisi dapat mengubah respons visual serangga tersebut.
Karena itu, menyebut oranye sebagai warna sprei yang pasti menarik semua kutu kasur perlu dilakukan dengan hati-hati. Respons terhadap warna ini bersifat lebih kondisional dibandingkan merah dan hitam, sehingga seseorang tidak perlu buru-buru mengganti sprei oranye hanya karena khawatir kutu akan datang. Warna bukan magnet yang dapat membuat kutu kasur tiba-tiba muncul dari luar rumah tanpa adanya jalur penyebaran atau sumber infestasi sebelumnya.
Temuan mengenai oranye justru memperlihatkan betapa kompleksnya perilaku kutu kasur. Para peneliti menemukan bahwa pilihan tempat berlindung dapat berubah menurut jenis kelamin, tahap perkembangan, status makan, serta apakah kutu berada sendirian atau dalam kelompok. Jadi, dalam konteks warna sprei, oranye lebih tepat disebut sebagai warna yang menunjukkan preferensi dalam kondisi tertentu, bukan sebagai warna utama yang secara konsisten paling menarik kutu kasur.
Advertisement
4. Biru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331424/original/080898700_1787542710-10ce3bc7-6e5a-44d1-aa8a-da669f341a27.jpg)
Biru sebenarnya masih memerlukan penjelasan yang lebih spesifik karena penelitian tidak menemukan bahwa kutu dewasa secara umum lebih menyukai tempat persembunyian biru dibandingkan merah dan hitam. Bahkan, penelitian Rutgers University menunjukkan merah dan hitam lebih disukai daripada biru, bersama dengan warna kuning, hijau, dan putih ketika digunakan sebagai pilihan tempat berlindung.
Meski demikian, biru menarik perhatian dalam aspek berbeda dari siklus hidup kutu kasur. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Medical Entomology melaporkan bahwa proporsi telur yang diletakkan lebih tinggi di bawah tempat berlindung berwarna biru, merah, dan hitam dibandingkan beberapa warna lainnya yang diuji. Dengan kata lain, hubungan biru dengan perilaku kutu lebih terlihat pada aktivitas peletakan telur daripada sebagai pilihan tempat bersembunyi utama bagi seluruh kutu dewasa.
Pemilik warna sprei biru pun tidak perlu menganggap temuan tersebut sebagai alasan untuk mengganti perlengkapan tempat tidur. Eksperimen menggunakan struktur tempat berlindung berwarna dalam kondisi laboratorium, sehingga tidak membuktikan bahwa kutu akan memilih kamar hanya karena spreinya berwarna biru. Untuk mencegah kutu kasur, pemeriksaan jahitan kasur, rangka tempat tidur, celah furnitur, dan barang bawaan setelah bepergian tetap jauh lebih penting daripada memilih warna tertentu.
Mengapa Kutu Kasur Lebih Menyukai Warna Tertentu?
Kutu kasur ternyata tidak sepenuhnya bergantung pada penciuman atau rangsangan kimia ketika bergerak di lingkungannya. Eksperimen menunjukkan bahwa Cimex lectularius mampu membedakan warna dan mendeteksi objek dalam kondisi pencahayaan yang sangat rendah, meskipun kemampuan tersebut tidak bekerja dalam kondisi gelap total.
Respons visual tersebut kemungkinan membantu kutu kasur ketika mencari tempat berlindung. Dalam penelitian, warna merah dan hitam secara konsisten menjadi pilihan utama dibandingkan sejumlah warna lain. Akan tetapi, preferensinya tidak selalu sama karena umur, jenis kelamin, status makan, dan kondisi kelompok dapat memengaruhi respons setiap kutu.
Ini juga menjelaskan mengapa menyebut satu atau beberapa warna sebagai penyebab infestasi kurang tepat. Warna hanyalah salah satu rangsangan visual yang bisa memengaruhi perilaku kutu kasur dalam kondisi tertentu. Dalam kehidupan nyata, serangga tersebut juga merespons berbagai petunjuk lain dari lingkungan sekitarnya.
Advertisement
Apakah Menghindari Warna Sprei Tertentu Bisa Mencegah Kutu Kasur?
Menghindari merah, hitam, ungu, atau oranye tidak dapat dijadikan cara utama untuk mencegah kutu kasur. Penelitian warna yang sering dikutip dilakukan dengan menyediakan tempat persembunyian buatan dengan warna berbeda, bukan membandingkan tempat tidur dengan sprei berwarna tertentu di dalam rumah.
Artinya, seseorang tetap dapat menemukan kutu kasur pada sprei putih, hijau, kuning, atau warna lainnya apabila serangga tersebut memang sudah masuk ke kamar. Kutu kasur biasanya bersembunyi di lokasi sempit dan terlindung seperti sambungan kasur, celah rangka tempat tidur, bagian belakang headboard, atau berbagai celah di sekitar area tidur.
Bahkan warna terang dapat memberikan keuntungan praktis karena bercak kecil, noda, atau serangga lebih mudah terlihat saat melakukan pemeriksaan. Karena itu, ketika memilih sprei untuk kamar, pertimbangan kenyamanan dan kemudahan mendeteksi tanda-tanda kutu kasur bisa lebih berguna dibandingkan berusaha memilih warna yang dianggap tidak disukai serangga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Warna Sprei yang Disukai Kutu Kasur
1. Warna apa yang paling disukai kutu kasur?
Merah dan hitam merupakan dua warna yang menunjukkan preferensi paling konsisten sebagai tempat berlindung dalam penelitian laboratorium.
2. Apakah sprei merah bisa menyebabkan munculnya kutu kasur?
Tidak, warna sprei merah tidak menyebabkan infestasi karena kutu harus terlebih dahulu masuk ke rumah melalui barang, furnitur, pakaian, koper, atau jalur lainnya.
3. Warna apa yang cenderung dihindari kutu kasur?
Dalam penelitian laboratorium, kutu kasur menunjukkan kecenderungan menghindari tempat persembunyian berwarna kuning dan hijau.
4. Apakah menggunakan sprei kuning bisa mencegah kutu kasur?
Tidak, memilih warna sprei kuning tidak dapat dijadikan metode pencegahan atau pembasmian kutu kasur meskipun warna tersebut kurang disukai dalam eksperimen.
5. Apa yang paling efektif untuk mencegah kutu kasur?
Pemeriksaan kasur dan furnitur secara rutin, menjaga barang bawaan setelah bepergian, serta menangani infestasi sejak dini jauh lebih penting daripada mengandalkan pemilihan warna.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331500/original/076683900_1787547059-cek_fakta_-_petugas_haji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329037/original/095568800_1787217508-Screenshot_2026-08-20_160444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309638/original/028473800_1785232963-cek_fakta_-_bansos_balita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331419/original/064388100_1787542428-6aced2e1-068d-4b8e-b934-dfed5ae4b4b3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331287/original/010871200_1787536618-pexels-cottonbro-7417505.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4163304/original/068543100_1663574974-nylos-TEpcivXIa8I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331032/original/022951800_1787471389-10336701271127275168.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326720/original/081458300_1787034637-01M09G39WCY5NEW776KZB7KGH6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327368/original/060174100_1787106965-tadeusz-lakota-P6vDUuzL90w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330656/original/015712700_1787398840-pexels-soc-nang-d-ng-2150345854-34689953.jpg)