Liputan6.com, Jakarta - Upaya penyelundupan ratusan satwa liar melalui jalur darat kembali terungkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. 991ekor burung liar yang disembunyikan di dalam bagasi bus antarkota berhasil digagalkan petugas gabungan saat pemeriksaan di kawasan Seaport Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Jumat (21/8/2026) malam.
Ratusan satwa tersebut ditemukan dalam operasi gabungan yang melibatkan Pos KSDA Pelabuhan Bakauheni Seksi KSDA Wilayah III Balai KSDA Bengkulu, Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, serta tim K9 Wildlife Detection Dog (WDD) dari Yayasan Jaringan Satwa Indonesia.
Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho mengatakan, patroli dilakukan sebagai bagian dari pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar di jalur transportasi yang kerap menjadi titik rawan penyelundupan.
Advertisement
"Benar, patroli gabungan ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar, terutama di jalur transportasi yang menjadi titik potensial lalu lintas satwa," kata Agung saat dikonfirmasi, Minggu (23/8/2026).
Pengungkapan kasus itu bermula pukul 21.18 WIB saat petugas memeriksa bus PO Kramat Jati rute Palembang-Bandung bernomor polisi B 7081 IGD.
Saat pemeriksaan bagasi, petugas menemukan dua kardus besar, 18 keranjang plastik putih, dan lima kardus kecil yang mencurigakan. Setelah dibuka, seluruh wadah tersebut ternyata berisi ratusan burung liar.
"Dari hasil identifikasi awal, satwa yang diamankan terdiri atas 12 jenis burung. Dua di antaranya merupakan satwa yang dilindungi," sebutnya.
Dari total 991 ekor burung yang ditemukan, sebagian besar merupakan merbah cerukcuk, burung madu sriganti, perkutut jawa, gelatik batu kelabu, ciblek, jalak kebo hingga beberapa jenis burung kicau lainnya.
Petugas juga menemukan dua ekor serindit melayu (Loriculus galgulus) dan 14 ekor cica daun sumatra (Chloropsis venusta) yang masuk kategori satwa dilindungi.
"Berdasarkan keterangan awal pengemudi, seluruh burung tersebut diangkut dari Palembang, Sumatera Selatan, dengan tujuan Bandung, Jawa Barat," bebernya.
Namun, saat diperiksa petugas, pengiriman satwa itu tidak dilengkapi dokumen wajib seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) maupun Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SATS-DN).
"Dalam pemeriksaan petugas, seluruh satwa tersebut tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan," kata Agung.
Perwakilan Yayasan Jaringan Satwa Indonesia, Anggraini Puspa Wardhani, menyebut anjing pelacak K9-WDD memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi keberadaan satwa liar yang sengaja disembunyikan di kendaraan maupun barang bawaan.
"K9-WDD memiliki kemampuan untuk membantu petugas mendeteksi keberadaan satwa yang disembunyikan di dalam kendaraan maupun barang bawaan," ujarnya.
Saat ini, pengemudi dan kondektur bus beserta kendaraan dan 991 ekor burung yang menjadi barang bukti telah diamankan ke Polsek KSKP Bakauheni untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, seluruh satwa yang disita akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan identifikasi lanjutan sebelum ditentukan langkah penanganannya, termasuk kemungkinan pelepasliaran bagi satwa yang memenuhi syarat.
"Pihak terkait dalam kasus ini masih menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tandasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329037/original/095568800_1787217508-Screenshot_2026-08-20_160444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309638/original/028473800_1785232963-cek_fakta_-_bansos_balita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331234/original/024621100_1787526116-1001592789.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331232/original/041446500_1787525360-Plt_Rektor_Unsoed_Ali_Rokhman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331229/original/042780000_1787524292-IMG-20260823-WA0057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5760524/original/087829100_1778663506-1001251527.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331210/original/013707000_1787505078-1001592761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330240/original/033513100_1787360250-un9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331159/original/065921700_1787493435-1001591532.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331167/original/078802700_1787495701-IMG_2161.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331165/original/047604700_1787494963-IMG-20260823-WA0059.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331139/original/042468600_1787488476-1044941.jpg)