IHSG Sepekan Bakal Menguat, Investor Cermati The Fed hingga Harga Emas

Analis prediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat selama sepekan. Berikut sentimen yang akan mempengaruhi IHSG sepekan.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham pekan ini. IHSG sepekan akan dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal dan internal. Salah satu sentimen yang mempengaruhiyakni arah kebijakan the Federal Reserve (the Fed).

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, IHSG masih berpeluang menguat pada pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran level support dan resistance 6.373-6.628.

Terkait sentimen yang akan pengaruhi IHSG, Herditya menuturkan, salah satunya investor akan mencermati Jackson Hole Symposium yang akan memberikan arah kebijakan the Federal Reserve (the Fed) ke depan. Selain itu, ia menuturkan, investor juga akan mencermati perihal jelang rebalancing MSCI Agustus 2026 yang akan efektif awal September 2026. "Di sisi lain, investor juga akan mencermati harga komoditas emas dan minyak mentah dunia yang diperkirakan masih berpeluang menguat,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Saat ditanya mengenai dampak perubahan klasifikasi  saham pada FTSE terutama turun kelas, Herditya memperkirakan akan menyebabkan tekanan jual karena rebalancing yang dilakukan oleh fund manager terutama saat masa efektif berlangsung.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18-21 Agustus 2026, IHSG melompat 1,93% ke level 6.525,69 dari posisi 6.401,88 pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar melambung 1,81% menjadi Rp 11.449 triliun dari Rp 11.243 triliun.

Herditya menuturkan, menuturkan, selama sepekan IHSG naik 1,93% ke 6.525 dan disertai dengan munculnya volume pembelia, sehingga IHSG mampu ditutup di atas moving average (MA) 20 harian. Ia mengatakan, IHSG sepekan dipengaruhi sejumlah sentimen.

Pertama, BI Rate diputuskan tetap di level 5,75% sesuai harapan konsensus, di mana diperkirakan hal itu untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan inflasi. Kedua, FOMC Minutes yang terjadi pada pekan ini masih terdapat pendapat hawkish dari tiga gubernur the Federal Reserve (the Fed).

"Namun demikian, secara probabilitas masih menunjukkan Fed Rate akan tetap di 3,5%-3,75%,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

 

Perdagangan Saham

Faktor ketiga, penguatan harga komoditas emas setelah pemerintah Amerika Serikat melakukan buyback sehingga imbal hasil obligasi pemerintah AS turun. Faktor keempat, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat kembali  memanasnya Timur Tengah. Faktor kelima, defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 yang berada US$ 12,49 miliar atau setara dengan 3,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami kenaikan tertinggi 47,90% menjadi 50,30 miliar saham dari 34,01 miliar saham pada pekan lalu.

Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian melambung 5,52% menjadi 2,21 juta kali transaksi dari 2,09 juta kali transaksi. Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian naik 2,36% menjadi Rp 15,57 triliun dari Rp 15,21 triliun pada pekan lalu.

Selain itu, investor asing melakukan aksi beli saham Rp 2,23 triliun pada pekan ini. Pekan lalu, investor asing melakukan aksi jual saham Rp 1,58 triliun.

 

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    The Fed adalah salah satu bank sentral di AS yang tertua dan berdiri sejak tahun 1913 melalui kongres.
    The Fed
  • IHSG Sepekan
  • Perdagangan Saham