Perusahaan Hilirisasi Riset UGM Siap IPO, Targetkan Rp 45,22 Miliar

Swayasa Prakarsa (SWAP), perusahaan hilirisasi riset UGM, segera IPO dengan menawarkan 323 juta saham dan target dana Rp 45,22 miliar.

Diterbitkan 23 Agustus 2026, 21:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), perusahaan yang didirikan sebagai motor komersialisasi hasil riset Universitas Gadjah Mada (UGM), memasuki tahapan menuju penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Perseroan telah memperoleh izin publikasi untuk penawaran awal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Agustus 2026. Selanjutnya, masa penawaran awal atau book building berlangsung pada 22-27 Agustus 2026.

Dalam aksi korporasi tersebut, Swayasa Prakarsa menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru, setara sekitar 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran awal berada pada kisaran Rp 130-Rp 140 per saham.

Dengan jumlah saham dan harga tersebut, perseroan berpotensi memperoleh dana bruto maksimal Rp 45,22 miliar.

“Bagi kami, IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi PT Swayasa Prakarsa menjadi perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak inovasi kesehatan karya anak bangsa,” ujar Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk, Bondan Ardiningtyas dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).

Swayasa Prakarsa didirikan pada 2012 dan mulai beroperasi secara komersial pada 2014. Perusahaan dikembangkan untuk mendorong hilirisasi hasil riset UGM menjadi produk kesehatan yang dapat dikomersialkan.

Bawa Riset UGM ke Produk Kesehatan

Dalam perkembangannya, Swayasa Prakarsa membangun sejumlah unit usaha yang mencakup produksi herbal, alat kesehatan, makanan kesehatan, hingga distribusi.

Portofolio perusahaan antara lain mencakup alat kesehatan untuk perawatan luka, bedah saraf, kedokteran gigi, dan dukungan pernapasan. Beberapa produk yang dikembangkan yakni RZ-VAC Negative Pressure Wound Therapy, INA-SHUNT, CeraSpon, Gama-CHA, ventilator Venindo, dan DivaBirth.

Selain alat kesehatan, perseroan mengembangkan produk herbal dan pangan fungsional berbasis hasil riset perguruan tinggi.

Memasuki proses menjadi perusahaan terbuka, Swayasa Prakarsa juga memperkuat tata kelola, pengendalian internal, kualitas pelaporan, proses bisnis, sumber daya manusia, serta jaringan produksi dan pemasaran.

Setelah book building, perseroan bersama penjamin pelaksana emisi efek akan menentukan harga final dengan mempertimbangkan hasil penawaran awal dan kondisi pasar.

Berdasarkan jadwal indikatif, pernyataan efektif OJK ditargetkan diperoleh pada 31 Agustus 2026. Penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2-8 September 2026, sedangkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 10 September 2026.

Kinerja Swayasa Prakarsa Membaik

Di tengah persiapan IPO, Swayasa Prakarsa mencatat perbaikan kinerja pada semester I 2026. Pendapatan perseroan meningkat sekitar 77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, perseroan juga berhasil menekan kerugian bersih sekitar 82,9 persen. Perbaikan tersebut disebut mencerminkan upaya meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki struktur biaya, serta mengoptimalkan kontribusi produk utama.

Ke depan, perseroan akan melanjutkan strategi peningkatan kapasitas produksi, memperkuat jaringan distribusi, memperluas penetrasi pasar, serta mengembangkan produk dengan potensi pendapatan berulang.

“Transformasi yang kami lakukan diarahkan untuk membangun perusahaan berbasis inovasi dengan fundamental yang kuat. Kami ingin memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan penerapan tata kelola yang baik dan kemampuan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, mitra, pemegang saham, serta seluruh pemangku kepentingan,” tambah Bondan.

Melalui IPO, Swayasa Prakarsa berharap dapat mempercepat komersialisasi inovasi kesehatan, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat modal kerja.