Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), produsen dan distributor bahan bangunan dan barang plastik yakni PT Tunggal Jaya Investama kembali membeli saham IMPC sebanyak 8,3 juta saham. Aksi beli saham IMPC ini dilakukan untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (23/8/2026), PT Tunggal Jaya Investama membeli saham IMPC sebanyak dua kali pada 19 Agustus dan 20 Agustus 2026. Tunggal Jaya Investama membeli 500.000 saham IMPC dengan harga Rp 1.364 per saham pada 19 Agustus 2026. Nilai pembelian saham itu sekitar Rp 683 juta.
Selanjutnya pada 20 Agustus 2026, Tunggal Jaya Investama beli 7.800.000 saham IMPC dengan harga Rp 1.367 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian sekitar Rp 10,66 miliar. Seiring aksi beli saham IMPC itu, total nilai pembelian saham mencapai Rp 11,34 miliar.
Advertisement
"Tujuan transaksi investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi pembelian saham IMPC, Tunggal Jaya Investama memiliki 20,39 miliar saham IMPC atau setara 37,14%. Sebelumnya, Tunggal Jaya Investama memiliki 20,38 miliar saham IMPC atau setara 37,12%.
Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan saham Jumat, 21 Agustus 2026, harga saham IMPC melemah 1,43% menjadi Rp 1.380 per saham. Harga saham IMPC dibuka naik lima poin menjadi Rp 1.405 per saham. Harga saham IMPC berada di level tertinggi Rp 1.405 dan level terendah Rp 1.380 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.824 kali dengan volume perdagangan saham 87.384 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,1 miliar.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,37% ke posisi 6.525,69. Indeks saham LQ45 bertambah 0,92% menjadi 644,59. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 6.551,95 dan level terendah 6.507,43. Sebanyak 319 saham menguat sehingga angkat IHSG. 294 saham melemah dan 178 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.256.710 kali dengan volume perdagangan saham 59,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,5 triliun.
Target 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
Sebelumnya, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menatap 2026 dengan target pertumbuhan lebih tinggi, seiring tren kinerja yang terus menguat dan struktur permodalan yang semakin solid. Perseroan membidik pendapatan mencapai Rp 5,1 triliun serta laba bersih di atas Rp 700 miliar.
Target tersebut dipasang setelah fondasi kinerja dinilai cukup kuat. Sepanjang 2025, IMPC diperkirakan membukukan pendapatan sekitar Rp 4,2 triliun atau tumbuh 10% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp 3,9 triliun. Laba bersih juga diestimasi melampaui Rp 600 miliar.
"Kami bersyukur atas pencapaian ini, yang tidak lepas dari kerja keras, kolaborasi, dan inovasi seluruh tim Perseroan. Didukung sekitar 3.000 karyawan, Perseroan secara konsisten menciptakan nilai tambah ekonomi di sepanjang rantai produksi hingga distribusi, sehingga turut mendorong perputaran ekonomi yang berdampak bagi puluhan ribu pemangku kepentingan,” ujar Haryanto Tjiptodihardjo selaku Direktur Utama Perseroan dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/2/2026).
Untuk menopang target 2026, Perseroan telah memperkuat struktur permodalan melalui aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) pada paruh kedua 2025 dengan menghimpun dana Rp 586,1 miliar dari penerbitan 638.500.000 saham baru. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung agenda ekspansi tahun depan.
“Dengan neraca yang sehat serta posisi arus kas yang kuat, kami optimis dapat mencetak pertumbuhan dua digit secara berkelanjutan setiap tahunnya,” lanjut Haryanto.
Dalam rencana lima tahun 2025–2029, IMPC mengusung tema “Disrupting for a Better World” sebagai arah strategis jangka panjang. Namun dalam jangka dekat, fokus Perseroan tertuju pada realisasi target pertumbuhan 2026 yang lebih agresif, dengan ekspansi sebagai salah satu pendorong utama kinerja.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329887/original/014746300_1787301484-HOAX__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)