Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kompak menguat pada perdagangan saham Jumat, 21 Agustus 2026. Indeks S&P 500 menguat seiring investor berupaya memulihkan posisi setelah aksi jual tajam yang dipicu oleh kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau treasury.
Mengutip CNBC, Sabtu (22/8/2026), indeks S&P 500 menguat 0,43% dan berakhir di level 7.674,37. Indeks Nasdaq bertambah 0,43% menjadi 26.180,45. Indeks Dow Jones menanjak 517,80 poin atau 0,98%, didukung oleh kenaikan sektor saham kesehatan antara lain Merck dan Johnson & Johnson. Indeks Dow Jones ditutup naik ke level 53.277,01.
Sektor keuangan turut mendorong kenaikan pasar saham secara keseluruhan. Saham-saham terkait kripto mencatat kenaikan signifikan seiring lonjakan harga bitcoin sebesar 22% selama sepekan. Saham Robinhood melonjak hampir 14%. Sementara itu, saham Coinbase naik 8%. Sektor material juga mencatat kinerja positif dengan kenaikan 2%.
Advertisement
Wall Street sebelumnya mengalami sesi perdagangan yang lesu seiring imbal hasil treasury kembali naik setelah upaya pemerintah untuk meredam aksi jual di pasar obligasi tersebut. Obligasi, terutama obligasi tenor panjang, berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran investor terhadap kenaikan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak.
Koreksi indeks saham pada Kamis menyebabkan S&P 500 turun 1,4% sepanjang pekan. Indeks Nasdaq susut 2% pada periode yang sama. Kedua indeks acuan mengakhiri tren kenaikan selama tiga pekan berturut-turut. Indeks Dow Jones melemah 0,9%,mencatat penurunan mingguan untuk kedua kali secara berturut-turut.
Penurunan pasar pekan ini juga berdampak pada saham-saham di luar AS, di mana MSCI All Country World Index mencatat koreksi mingguan hampir 1%.
Prediksi Wall Street
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512417/original/039985100_1626406790-wall_street__2_16_juli_robb-miller-oEGDKf4ZtNg-unsplash.jpg)
Seiring koreksi pasar terbaru ini, pendiri sekaligus CEO Verdence Capital Advisors, Leo Kelly menilai, pasar saham bisa mengalami kerugian lebih lanjut, terutama penurunan menuju wilayah koreksi pada musim gugur, jika imbal hasil treasury terus naik dan ketegangan di Timur Tengah berlanjut.
Pada Jumat pekan ini, imbal hasil obligasi tenor panjang melanjutkan kenaikannya, di mana imbal hasil treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,734%.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun juga menguat lebih dari tiga basis poin menjadi 5,273%."
Pasar telah menyesuaikan diri dengan kisaran 4%-5% untuk imbal hasil tenor 10 tahun,” ujar Kelly.
Ia menuturkan, jika terjadi suatu peristiwa yang menyebabkan pasar bergerak melampaui batas itu dan imbal hasil tenor 10 tahun naik ke kisaran 6% hingga 7%, itu akan menjadi masalah, dan pasar akan bereaksi negatif terhadap hal itu.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4712284/original/099342900_1704930645-cek_fakta_stiker_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390136/original/019934000_1761231981-AP25286531544387.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935920/original/023277800_1570705755-20191010-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)