Emiten BBLD Kantongi Pinjaman Rp 100 Miliar dari Bank Victoria International

Buana Finance (BBLD) mendapatkan fasilitas kredit dengan tenor 48 bulan.

Diterbitkan 22 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Buana Finance Tbk (BBLD) mendapatkan fasilitas kredit dari PT Bank Victoria International Tbk sebesar Rp 100 miliar. Pinjaman itu akan digunakan untuk penyaluran kredit consumer finance.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (22/8/2026), PT Buana Finance Tbk telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Victoria International Tbk pada 21 Agustus 2026 seiring pemberian fasilitas fixed loan kepada perseroan.

PT Buana Finance Tbk akan memakai fasilitas pinjaman itu untuk keperluan modal kerja perseroan yakni pemberian kredit consumer finance. Adapun fasilitas ini dijamin dengan piutang perseroan dan tenor maksimal 48 bulan. "Fasilitas ini dijamin dengan piutang perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan tidak ada dampak material dari kejadian, informasi dan fakta material terhadap kondisi keuangan perseroan, hukum dan keberlangsungan usaha perseroan.

Mengutip data RTI, harga saham BBLD turun 0,73% menjadi Rp 680 per saham. Harga saham BBLD dibuka naik lima poin menjadi Rp 690 per saham. Saham BBLD berada di level tertinggi Rp 695 dan terendah Rp 665 per saham. Harga saham BBLD berada di level  tertinggi Rp 695 dan terendah Rp 665 per saham. Total frekuensi perdagangan 31 kali dengan volume perdagangan saham 544 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 37,2 juta.

Penutupan IHSG pada 21 Agustus 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham, Jumat, (21/8/2026). Namun, kenaikan IHSG hari ini berkurang jelang penutupan perdagangan. IHSG yang menguat ini juga di tengah dolar Amerika Serikat (AS) yang lesu terhadap rupiah.

Mengutip data RTI,  IHSG hari ini ditutup naik 0,37% ke 6.525,69. Indeks saham LQ45 bertambah 0,92% menjadi 644,59. Sebagian besar indeks saham acuan menguat. Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.551,95 dan level terendah 6.507,43.

Sebanyak 319 saham menguat sehingga menahan kenaikan IHSG. Sementara itu, 294 saham melemah. Di sisi lain, 178 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 178 kali dengan volume perdagangan saham 2.254.417 saham. Total volume perdagangan saham 58,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.678.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham basic menguat 0,62%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur bertambah 0,47%, sektor saham keuangan naik 0,32%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,23%, sektor saham industri menanjak 0,15%, dan sektor saham energi turun 0,14%.

Sementara itu, sektor saham kesehatan turun 0,88%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer siklikal turun 0,09%, sektor saham properti merosot 0,18%, sektor saham teknologi tergelincir 0,46%, sektor saham transportasi terpangkas 0,48%.