Semeru Erupsi, Kolom Letusan Capai 900 Meter

Gunung Semeru mengalami dua kali erupsi pada Selasa. Erupsi kedua memunculkan kolom letusan setinggi 900 meter di atas puncak.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 07:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Semeru erupsi 900m pada 6 Oktober 2026, terjadi dua kali.
  • Status Gunung Semeru Level III (Siaga) dengan peringatan bahaya.
  • Masyarakat dilarang beraktivitas di zona bahaya dan tepi sungai.

Liputan6.com, Jakarta - Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai 900 meter di atas puncak pada Selasa pagi (6/10/2026). Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tersebut telah mengalami dua kali erupsi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dilansir Antara, Selasa (6/10/2026).

Menurut dia, kolom abu vulkanik Semeru teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

"Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 135 detik," tuturnya.

Sebelumnya, pada pukul 02.03 WIB, terjadi erupsi dengan visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut. Namun, erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 142 detik.

Sigit menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga.

Dengan status Siaga tersebut, masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Dia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia
    Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia
    Semeru
  • liputan6
    Erupsi dahsyat terbaru dari Gunung Semeru terjadi pada 19 November 2025. Erupsi ini menyebabkan tiga orang luka berat, 204,63 hektare lahan pertanian rusak, 21 unit rumah rusak berat, serta perpanjangan status tanggap darurat bencana di Lumajang.
    Erupsi Gunung Semeru
  • Erupsi