- HOME
- News
- Bisnis
- Enam Plus
- Bola
- TV
- ShowBiz
- Otomotif
- Foto
- Hot
- Cek Fakta
- LAINNYA
-
IslamiBerita & Kajian Islami: Hukum, Amalan, dan Hikmah - Liputan6
-
SahamBerita Saham, Investasi, Pasar Modal Dunia Dan Indonesia
-
CryptoBerita Crypto Hari Ini
-
Citizen6Berita Citizen6 - Media Jurnalisme Warga Khas Liputan6.com
-
RegionalBerita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru
-
TeknoBerita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
-
OpiniOpini Liputan6: Analisis Mendalam, Sudut Pandang dan Perspektif Baru
-
DisabilitasDisabilitas Berita Terkini, Berita Hari Ini, Berita Harian, Berita Terbaru, Kumpulan Artikel
-
GlobalBerita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6
-
On OffOn Off Liputan6: Sinopsis Film, Jadwal Olahraga & Berita Bisnis Digital
-
SurabayaBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini di Surabaya dan Sekitarnya
-
LifestyleBerita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner
-
HealthKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Seks, Diet, Herbal Terbaik
-
EnglishExploring Knowledge, Taste, and Innovation - en.Liputan6.com
-
FeedsFeeds Liputan6: Kumpulan Tips Praktis & Berita Terbaru Harian
-
OtosiaOtosia
- SpotlightBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com
- BeritaBerita hari ini Politik, Hukum, Dunia International
- KesehatanKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Relationship, Diet, Herbal Terbaik
- SportBerita Bola Terkini, Jadwal Pertandingan, Klasemen, Hasil Liga
Cek Fakta -
Gunung Semeru memiliki riwayat aktivitas vulkanik panjang yang tercatat sejak 1818. Letusan pertama yang terdokumentasi terjadi pada 8 November 1818, menjadi awal catatan ilmiah mengenai keganasan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Aktivitas meningkat pada awal Agustus 1909 ketika letusan besar mengguncang kawasan sekitar dan menyebabkan sedikitnya 700 korban jiwa, menjadikannya salah satu erupsi paling mematikan dalam sejarah Semeru.
Pada periode 1941–1942, Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berkepanjangan. Catatan menunjukkan leleran lava mencapai lereng timur pada ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter, menggambarkan intensitas pelepasan energi yang cukup signifikan. Memasuki tahun 1967 hingga sekarang, Gunung Semeru berada dalam fase erupsi hampir konstan, menandakan statusnya sebagai gunung berapi aktif yang terus mengeluarkan material vulkanik secara berkala.
Dalam periode modern, Semeru beberapa kali memasuki fase kritis. Pada 4 Desember 2021, terjadi erupsi dengan guguran awan panas ke wilayah Besuk Kobokan, sehingga status aktivitas vulkanik ditingkatkan ke Level III (Siaga). Setahun kemudian, tepatnya 4 Desember 2022, terjadi erupsi kembali dengan aliran piroklastik mengarah hingga 12 km, meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penduduk sekitar. Pada tahun 2025, erupsi skala kecil tercatat pada 17 April, namun tidak berlangsung lama. Puncak aktivitas terbaru terjadi pada 19 November 2025 pukul 16.00 WIB, ketika erupsi dahsyat menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter ke udara dan memicu peningkatan status menjadi Level IV (Awas), menunjukkan kondisi kritis yang membutuhkan kewaspadaan penuh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)