Detik-detik Angkot di Depok Adu Banteng hingga Ringsek, Satu Tewas

Pemicu kecelakaan diduga salah satu sopir angkot menderita epilepsi.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 05:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua angkutan kota (angkot) terlibat adu banteng di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Kota Depok. Satu orang meninggal. Kedua angkot yakni D 105 jurusan Lebak Bulus-Depok dikemudikan Jaelani dan D 03 jurusan Depok-Parung dikemudikan Hendra Wijaya.

Korban sekaligus pengemudi angkot D 105, Jaelani mengatakan, kecelakaan maut berawal saat dia melintas di Jalan Raya Sawangan. Saat itu, Jaelani sedang mengantarkan penumpang dari arah Tanah Baru menuju Terminal Depok.

"Saya dari arah Tanah Baru, dia (korban) dari arah Depok nyerempet saya," ujar Jaelani, Minggu (23/8/2026).

Jaelani menjelaskan, kecelakaan adu banteng yang dialaminya berlangsung cepat. Mengingat saat kejadian korban mengemudikan angkotnya cukup kencang dan mengambil lajur kanan sehingga berlawanan arah.

"Dia kencang (kecepatan), saat itu saya lagi bawa dua penumpang," jelas Jaelani.

Dua angkot yang terlibat kecelakaan adu banteng sedang membawa penumpang untuk diantarkan sesuai tujuan trayek. Akibat kecelakaan, penumpang dari dua angkot mengalami luka dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Kalau sopirnya, aduh agak remuk, dia (korban) baru berhenti saat nabrak saya," ucap Jaelani.

Akibat kecelakaan tersebut pengemudi angkot D 03 yang belum diketahui identitas mengalami luka cukup parah. Hal itu dikarenakan tubuh korban sempat terjepit angkot.

"Dia (korban) kejepit dari badan sampai kaki," terang Jaelani.

Warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi kejadian, berusaha melakukan evakuasi terhadap pengemudi angkot D 03.

"Untuk pengemudi angkot Hendra Wijaya dinyatakan meninggal oleh petugas medis," kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra.

Hendra menambahkan, kecelekaan sesama angkot dikarenakan angkot D 03 berjalan melawan arah dari arah Terminal Depok memasuki Jalan Raya Sawangan. Akibatnya, angkot D 03 menabrak angkot D 105 yang sedang berjalan menuju Terminal Depok.

"Diduga pengemudi angkot D 03 mengalami epilepsi karena terdapat busa pada mulutnya," pungkas Hendra.